Archive for the 'Religi' Category

Sajak hati buat Bunda

Hari ini kulihat bunda

Termenung termangu

Ada apa?

Saat bicara air mata berlinang

Salahkah aku bunda ?

Kukejar cinta terlarang

Tapi apa daya……………….

Andai bunda mengerti

Tak Cuma bahagia kudapat

Tangis pun ada

Kenapa kubertahan bunda

Kurasa cinta

Jangan salahkan aku lagi

Aku muak tapi tak benci

Bunda jangan pasung aku

Dengan derita yang pernah terasa

Bunda garisku berbeda

Telapak , kepala hingga raga

Biar aku bebas aku tau jalanku

Bila benci bunda tak terelakan

Aku mohon jangan pernah tolak sujudku

Biarkan aku memujamu

Karena selalu dilubuk hatikku

Ditiap linang air mataku

Ditiap tutur bahasa mulutku

Bunda selalu menjadi surgaku

Popularity: 38% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.56 out of 5)
Loading ... Loading ...

Siapa KekasihNya

Hati menyapai
hati ini mengingati
tentang dicintai
nilai dikasihi..

Ingin sangat disayangi
betapa indah nilai cinta suci..

Ku kembali tanya hati
benar engkau ingin rasai?
hangat cinta kerana disayangi?

Wahai kepalan hati
jangan diimpi
jangan diingini
sirr cintaNya hanya untuk yang dikasihi..

Siapa kekasihNya???

Puisi kiriman dari putihitam (el_khairu@…)

Popularity: 15% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.75 out of 5)
Loading ... Loading ...

Gelap

Gugah…Hatiku gugah menderah
Ditengah sepi mencekam dikelilingi kabut hitam kelam
Pekat…sungguh pekat tak terlihat setitikpun
Hanya ada aku dan tubuhku
Beribu-ribu bintang dan secerca cahaya bulan
Tak mampu mengalahkan kegelapan dihatiku
Hanya terdengar suara rintihan alam yang berbisik
Seolah membicarakan aku
Sampai tak terdengar semakin menjauh
Alunan nada nafasku masih melekat ditubuhku
Dan tak terasa sang waktu selalu menanti
Begitu luas hamparan gelap membayang di benakku
Hingga aku berlari mencari sudut
Akhirnya…Aku temukan titik cahaya
Cahaya yang membebaskan aku dari gelap dan sunyi
Tapi semakin berat aku melangkah semakin dingin kurasa
Terang membuat kelopak mata turut menunduk
dan ramai suara alam pun saling menyahut
Aku terus dan terus menerobos hingga nafas terakhirku
Saat kuangkat kelopak mata suruhan hati
Ternyata aku meninggalkan ragaku
Ajal menjelang, Allah memanggilku

Dikirim oleh: Riski Gultom (aruun_shabir@….)

Popularity: 14% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku Dimakamkan Hari Ini

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,

perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan…

.

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan…

.

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma’af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri…

.

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja…

.

Aku harus berkeliling, memohon ma’af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

.

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

.

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka…

.

Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg  hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu…

.

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma’afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan…

Diambil dari : http://renirosari.staff.ugm.ac.id/puisi.htm

Popularity: 14% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.8 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bukan Tentang Cinta

Suara suara binatang malam
Menambah khusyu kubaca kalam
Mencari arti hidup
Saat nur Ilahi kian meredup

Hidupku mencari mati
atau bergelimang harta dalam peti
Nista
Dan binasa

Terbang di atas derita dalam jiwa
Lalu melayang mengawang kecewa
Bersujud
tanpa wujud

Ya Rabbi,
Ya Rabbi,
Jengah di tengah aku yang lengah
Dendam dipadam kau yang menggenggam

Kuharap nur
Untuk ikuti jiwa jiwa yg tlah gugur
Biar nanti binasa
Matiku tak hanya bawa dosa

Menggila dalam liang lahat
Terkubur bersama beribu ribu subuhat
Dalam agama menjadi jahil
Dalam harta dan nyawa terlebih bakhil

Genggam hatiku dalam Din-Mu
Sertakan ragaku dalam rencana-Mu
Jadikan hamba manusia penuh syukur
Tundukan jiwa bersujud dan tersungkur

Biar kugali sukma
Biar kemenangan yang menggema
Beri hamba pembeda
Dari fitnah yang tak kunjung reda

Berilah hamba kesempatan;
Tunjukilah jalan kebaikan;

Wizurai

Popularity: 16% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...