Archive for the 'Anak' Category

Maaf

Sayang…………………

Maaf jika untai kataku buraikan mimpi kita

Aku ingin jujur tentangnya

Seorang yang datang saat kau ada

Saat ku bermuka dua dan berbagi cinta

Aku tersadar

Sayang……………………

Ini bukan salahku dan salahmu

Kuhanya melanjut hidup yang tergaris didahiku

Hidup yang mengantarku padamu dan dia

Ia sungguh sederhana

Ia beri angin sayapku tuk mengepak tanpa minta dahan tuk balasan

Ia beri telinga saat kuingin berbagi tentang segala yang kulalui hari ini

Ia beri aku bicara yang bisa tenangkan badai samudra

Ia beri aku perlindungan hanya dengan sejumput senyuman

Semua ada saat kau berkubang dalam harimu yang perlahan membenam hadirku

Ya, aku tlah berkhianat padamu

Kubagi cinta yang dulu sepenuhnya mulikmu

Kini kuingin jujur padamu

Dia telah ambil tempat dihatiku dan mensemayamkan dirimu

Maaf……………….

Simak lebih di : pustaka-hati.blogspot.com

Karma

Tersudut berlinang diujung kamar berdebu

Berselimut hangat karma yang menyiksa

Tak kuasa berpaling tuk menghindar

Derita terus mendera, menempa, menindih dari segala arah

Tak ingin kusesali

Namun wajar sakit ini meminta sedikit air mata

Hingga hampir kering jelaga rasa pelipur jiwa

Ragaku teguh namun tidak jiwaku

Tuhan semakin sakit saat namaMU terucap

Dari pecah rongga bibir berdarah

Kenapa kau benci aku, berucap pun ku hanya bisa tuk bertanya

Semua bicara tentang Engkau yang penuh asih

Penuh cinta dan kedamaian

Tapi……

Adakah akan asih buatku? Jika Kau cipta bayangpun berkhianat didepanku

Sebatas mana kan kaucoba diriku

Apa hingga udara juga ikut bersekutu tuk membenciku?

Jika memang benar begitu adanya

Kubisa hanya berterima kasih karena kutahu rahasiaMU

Karma ini kan kembali menghiburku

Mungkin nanti…….

AYAH

Kau tampak lusuh dan berdebu

Ruat-ruat garis hitam merona kelopak matamu

Ku tahu kau lelah ayah…..

Saat senja kau duduk termenung menatap jalanan

Yang selalu menghantarkan keping pemberi kehidupan

Ketika kantuk menyerang kau tetap tegar

Ku tahu kau lelah ayah

Malu aku menawarkan ranjang yang tersisa

Atau mengantar diri terlelap lebih awal

Tiap malam beserta doa kuberharap

“Tuhan murahkan rejeki ayahku

Jagakan sehatnya, jauhkan darinya mara bahaya

Dan jika nanti Kau meminangnya kembali

Tempatkanlah ia disisi-Mu”

IBU

IBU

Bu ingatkah janjiku dulu

Saat sandikala perlahan datang menumpu hari

Saat potongan ayam kita bubuhkan untuk lauk dagangan

Ibu mungkin sudah lupa……

Sembari bekerja kita berbagi

Tentang untung rugi dan pengeluaran

Tentang nyeri tulang yang tak tertahankan

Tentang luka gores tangan yang telah mengering

Bu jika aku mampu nanti jangan ibu tidur beralas tikar

Tak boleh lagi ibu basuh muka dengan air timba

Jangan pernah ibu melangkah saat kaki meradang

Bu………..

Saat ku tlah bisa kenapa ibu tak bisa menunggu

simak lebih di : pustaka-hati.blogspot.com

Kabarkan

Dalam kau terbuai di alam mimpi

Tenang

Mempesona…aku terpaku

Harum nafasmu memburai sebarkan damai dalam kelam kelabu

Akankah kau kabarkan pada samudra cintamu

Bahwa aku penghuninya selamanya?

Akankah kau kabarkan pada embun pagi

Bahwa aku pembuka hari-harimu?

Akankah kau kabarkan pada awan cerah bergulung bersama pijar mentari

Bahwa aku penaung sejati?

Akankah kau kabarkan pada rembulan

Bahwa hadirku disisimu kesempurnaan hidupmu?

Tidak sayangku…

Tak perlu kau kabarkan semua

Kelak cukup kabarkan pada sang AGUNG

Tuk saksikan bahwa hanya aku,

Hanya aku yang kau puja…

(untuk buah hatiku..)