Archive for the 'Cinta' Category

Tentang Sebuah Keindahan

menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..

memejamkan mata..

biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..

angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..

burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..

damai..

sungguh damai..

ketika aku menari bersama senja..

perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..

aku rebahkan tubuhku..

tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..

dan sejenak aku mengatur nafasku..

deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..

aku merasa damai..

sedamai mentari pagi..

saat itulah aku ingin sebuah masa..

saat itulah aku ingin sebuah waktu..

tak ingin sendiri menari dalam sebuah keindahan..

tak ingin sendiri merasakan sebuah keindahan..

aku ingin seseorang tahu keindahan ini..

aku ingin seseorang pula menari bersamaku dalam keindahan..

namun kuyakinkan diriku..

keindahan hadir kala hati risau..

namun kunyatakan diriku..

menari sendiri dalam keindahan itu hanya secuil kebahagiaan..

kembali aku membuka mata..

aku melihat awan serupa malaikat..

aku hanya bisa tersenyum kala melihat itu..

aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai ini..

aku hanya bisa tertawa saat aku sadar akan kesendirian ini..

terhenyak aku melihat pasangan kupu-kupu pelangi melintasiku..

membawa lebih sekedar pertanyaan dalam benakku..

membuatku iri melihat mereka..

mengindahkan pula perasaan ini..

masih dalam rebahan tubuhku dalam hamparan rumput yang hijau..

dan aku semakin aku ingin lelap tertidur dalam keindahan ini…

perlahan aku merasakan tangan yang memelukku..

hangat dan membuat jantungku berdegub kencang..

tak sedikitpun aku membuka mata ini..

dia yang memelukku..

dia yang terbaring disisiku..

memanggil namaku..

“Cakrawala…”

samar tapi pasti aku tahu suara itu..

samar tapi pasti aku tahu harum itu..

samar tapi pasti segera aku membuka mata ini dan menatap mata indahnya..

“kau yang kusebut Keindahan… hadir dalam lelapku.. tiadakah kesalahan..”

“kau yang kusebut Cakrawala.. tak ada kesalahan aku ingin membuatmu tersenyum..”

dan kusadari….

I’m not alone..
dan aku tersenyum indah..

Kupu Kupu Kertas dalam Senja Pantai Pasir Putih..

berjalan di tepi pantai..
menggengam tanganmu dengan penuh keyakinan..

saat itu pula buih putih menyapa kita..
dan ombak menari dengan indahnya..

burung pantai yg bersautan..
menambah mengertinya aku akan hadirnya dirimu..

kupu-kupu kertas terbang kian kemari..
melukiskan sebuah keindahan dalam senyumanmu..

dan dalam deguban nafasku..
aku ada dalam ketegaran langkah hidupmu..

inikah yg disebut kedamaian..
yg sejak dulu aku tersayat dan terpuruk atas nama cinta..

inikah sebuah jalan yg indah..
saat aku kehilangan arti dari sebuah ketegaran…

sesaat kita terpejam..
dalam hati aku ingin berucap seribu kata,,..

tentang makna Cinta..
tentang makna matahari terbenam..

Cinta yg terlukis dalam kanvas putih..
merah semerah darah..suci sesuci matahari..

sesaat pula badai dan ketakutan datang..
hanya ada kau disampingku..

dan aku Cakrawala…
kutantang badai..
kuubah sesuatu yg gelap dan ngeri.. menjadi sebuah keindahan sunset..

dan aku Kupu2 Kertas..
menghapus letihmu dgn keindahanku..
hingga kau menemukan ketegaran yg kau ingini..

aku berusaha yg terbaik untukmu..

I’m always Beside you.. My Sunset..

I’m always in your beautifuly of your wings.. My Butterfly

Boy In the First Rain

Seperti hari yang lalu aku masih menanti kehadiran jiwamu dalam kesendirianku,

masih kucoba yakinkan diriku,

malaikatku akan datang senja kali ini,

seperti yang kau janjikan,

walau sudah sepuluh tahun yang lalu,

aku akan selalu menantimu,

dalam ketegaran hidup ini,

kau janji padaku akan menemuiku di pertama kalinya hujan akan membasahi pantai ini, dan saat ini yang kunantikan di tahun ini,

hujan yang pertama kalinya datang,

membasahi tubuh peluhku,

berharap kau datang mengusap basah ragaku ini,

namun kau masih saja tak hadir disini,

basah, dingin, kaku, retak, peluh, hitam, mewarnai hatiku di matahari terbenam pantai Heaven ini,

tak terbesit suatu ketidak percayaanku padamu,

karna tiada malaikat yg berucap omong kosong, kau malaikatku..

Teman dan Cintanya

Dalam sehari perubahan terjadi
Bagaimana rasa itu hilang dari hati
Dan dia pun kembali sendiri
Saat malam yang sepi menghampiri

Berlalunya malam takkan bisa
Menyingkap masa dulu bersama
Ketika indah berikat selalu dengan bahagia
Dan gundah takkan ada lama

Kini semua telah berlalu
Untuk melupakan semua itu
Apa arti teman sepertiku?
Yang hingga kini terdiam membisu

Membisu aku tak mengerti
Rasa apa yang hinggap di antara mereka
Percuma rajin membaca buku
Tak ku dapat darinya sebuah jawab
Mohon maaf teman
Meninggalkanmu sendirian
Semoga tak terjebak kau dalam kesedihan
Dan kau terlahir kembali dengan kekuatan
Masih banyak kesempatan
Masih banyak teman
Dirimu tak kesepian

Retak…

seperti hari yang lalu

dalam hati tak percaya

siang sehitam malam

tak ada lagi kini harapan maupun mimpi

Retak…

aku bersimpuh dalam pasir putih tepi pantai

Retak…

aku menyayat nadiku, tak percaya semua ini adalah nyata

Retak..

aku melonglong dalam malam yang dingin, seperti serigala malam yang kesepian

Retak…

kau tertelan tanah berselimut cerita indah kita

Retak..

aku menunggu sisa hidupku, dengan air mata di peluhku..

Retak..

luluh lantak…  Cinta yang ku lukis dalam Kanvas, tersobek oleh Cumbu terakhirmu..

Jiwa dan ragamu tak lagi ada untukku..

Retak..

aku menunggu waktu, membunuhku.. agar aku mampu bersamamu lagi..

Kau Malaikatku.. Meninggalkan aku.. dalam ketegaran yang rapuh..

AHKKKKKKKK………. RETAKK..!!