Archive for the 'Sejuta Puisi' Category

Sajak hati buat Bunda

Hari ini kulihat bunda

Termenung termangu

Ada apa?

Saat bicara air mata berlinang

Salahkah aku bunda ?

Kukejar cinta terlarang

Tapi apa daya……………….

Andai bunda mengerti

Tak Cuma bahagia kudapat

Tangis pun ada

Kenapa kubertahan bunda

Kurasa cinta

Jangan salahkan aku lagi

Aku muak tapi tak benci

Bunda jangan pasung aku

Dengan derita yang pernah terasa

Bunda garisku berbeda

Telapak , kepala hingga raga

Biar aku bebas aku tau jalanku

Bila benci bunda tak terelakan

Aku mohon jangan pernah tolak sujudku

Biarkan aku memujamu

Karena selalu dilubuk hatikku

Ditiap linang air mataku

Ditiap tutur bahasa mulutku

Bunda selalu menjadi surgaku

Popularity: 38% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.56 out of 5)
Loading ... Loading ...

kamu

kamu cantik

kamu anggun

bening matamu juga indah

sayang!!!

kamu juga bukan miliku

Popularity: 17% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Lelah….

Kujalani hidupku tanpa kepastian

Kulewati hariku dengan keraguan ….

Mungkin suatu kebaikan atau juga keburukan

Mungkin suatu kebahagian atau juga kesedihan

Hanya ada ketidaktahuan atas kemungkinan dan juga kepastian

Adalah kejutan dalam hidup yang penuh tantangan

Kurasakan apa yang bisa kurasa …..

Kulihat apa yang dapat kulihat …..

Kujalani apa yang mampu kujalani….

Kupeluk , kuraih dan kusembunyikan “ apa”

Jauh …. Jauh dalam hati dan jiwaku

Popularity: 16% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.83 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hujan Pergi Sorang

Hujan ku sudah berkalang tanah ditebas lalang malam petang
berdarah lehernya agak kekiri terguling kengarai melantak tunggu, menyeringai ia bersakitan
merasi benar sebelum lalu.

Iba ku menengok dari kejauhan
Rintik terisak menengadah mengjangkau-jangkau, ingin turut
pun teguh ku tegah, hilang sudah kawan sepermainan.
Tak niat menega hilang keduanya, hujan dengan rintik
membujukku pada rintik, biar hujan pergi sorang tinggAllah rintik denganku
acuh meraung saja pesenyum rintik

Kuturut lalang hendak bertanya, bercakap sejenaklah sudah
” lalang mengapa engkau menebas hujan?”
berjawab tidak dari lalang, menekur ia
” Hujan kan sudah begitu semenjak dulu, menitik air
benar melebatkah ia?”
atau kau diasung pawang-pawang?
picik kau lalang!

kemudian, rintik menyunyi sambil mengcangkung
umpama beruk tidak terjual

Hujan telah dulu, rintik tetapkah serupa dulu?

Padang malam 04 Okt 07

Popularity: 15% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.73 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bidadari Diujung Senja

ini cerita tentang ibuku,

timbul sayapnya di kedua bahu,
lalu dia pergi,

katanya untuk menantang matahari,

agar esok tak terbit lagi.

ini cerita tentang aku,

berlari mengejar bidadari,
kujumpai dalam diam,
ibu marah; warna memerah,
senja terbit kembali.

kebajoran.baroe.22.06.06

author : dedy - dedi@….

Popularity: 18% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 3.71 out of 5)
Loading ... Loading ...