<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#puisi.org &#187; Bunga Matahari</title>
	<atom:link href="http://www.puisi.org/tags/milis/milis-bunga-matahari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.puisi.org</link>
	<description>saat puisi mengangkat makna</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 01:37:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>ingin kuakhiri sepi di sudut hatiku</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/18/ingin-kuakhiri-sepi-di-sudut-hatiku/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/18/ingin-kuakhiri-sepi-di-sudut-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 15:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[untukmu]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>tiapamungkas</category>
	<category>kuakhiri</category>
	<category>august</category>
	<category>bugar</category>
	<category>lepuh</category>
	<category>sonntag</category>
	<category>membawakanku</category>
	<category>melankolis</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2449</guid>
		<description><![CDATA[pagi ini ingin kutulis surat untukmu sesuatu yang tak sempat kukatakan padamu 3 tahun yg lalu waktu kamu menungguku di stasiun Tugu you said, i love you aku cuma diam termangu seperti syair melankolis lagu-lagu tak bermutu bolehkah kini kuminta kembali hatimu? kau tak pernah tahu banyak ragu di jalanku yang berliku kau bugar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>pagi ini ingin kutulis surat untukmu<br />
sesuatu yang tak sempat kukatakan padamu 3 tahun yg lalu<br />
waktu kamu menungguku di stasiun Tugu<br />
you said, i love you<br />
aku cuma diam termangu<br />
seperti syair melankolis lagu-lagu tak bermutu<br />
bolehkah kini kuminta kembali hatimu?</p>
<p>kau tak pernah tahu banyak ragu di jalanku yang berliku<br />
kau bugar di muda usiamu dan aku lepuh meratapi masa lalu<br />
tapi hanya kamu yang membawakanku buku<br />
i said, thank you<br />
kau hanya termenung bisu<br />
bagai puisi yang tak terdengar merdu<br />
ingin kuakhiri sepi di sudut hatiku</p>
<p>to: t.a.b<br />
Berlin am Sonntag, 15 August 2010</p>
<p>tiapamungkas [tiapamungkas@....]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/18/ingin-kuakhiri-sepi-di-sudut-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seuntai Rosario Untuk Sebuah Awal</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/15/seuntai-rosario-untuk-sebuah-awal/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/15/seuntai-rosario-untuk-sebuah-awal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 17:16:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[harap]]></category>
		<category><![CDATA[mendera]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>awal</category>
	<category>iudex</category>
	<category>peritiwa</category>
	<category>meus</category>
	<category>deus</category>
	<category>danielle</category>
	<category>terpancang</category>
	<category>dipanggul</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2437</guid>
		<description><![CDATA[Butiran doa yang merangkai sebuah harap Zikir pada setiap tarikan nafas Inilah awal dari rangkaian peritiwa *Gembira* karena kabar sukacita Kita telah dipertemukan Semoga Tuhan mengijinkan Tiap jejak kaki kita adalah catatan perjalanan *Sedih* saat tantangan hidup mendera Tapi beban tetap dipanggul bersama Pasrah hati. ikhlas dan rela Tanpa keluh kesah dan prahara Percaya bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Butiran doa yang merangkai sebuah harap<br />
Zikir pada setiap tarikan nafas<br />
Inilah awal dari rangkaian peritiwa</p>
<p>*Gembira* karena kabar sukacita<br />
Kita telah dipertemukan<br />
Semoga Tuhan mengijinkan<br />
Tiap jejak kaki kita<br />
adalah catatan perjalanan</p>
<p>*Sedih* saat tantangan hidup mendera<br />
Tapi beban tetap dipanggul bersama<br />
Pasrah hati. ikhlas dan rela<br />
Tanpa keluh kesah dan prahara<br />
Percaya bahwa ini akan segera berakhir dengan suka cita</p>
<p>*Mulia* bagi siapa saja yang diberkati<br />
Hadiah untuk semua cinta, kasih, dan sayang yang kau beri<br />
Dari satu-satunya sumber kasih sejati<br />
Seperti mata air yang tak akan berhenti<br />
Tuhan sendiri yang akan menjaga setiap hati</p>
<p>*Terang* akan segera kita jelang<br />
Jalan kasih dan sayang<br />
Hati menjadi rumah tempat kita pulang<br />
Kembali pada janji yang terpancang<br />
Masuk pada pintu ruang yang terang dan lapang</p>
<p>Hanya Tuhan yang memperkenankan: 04041414</p>
<p>&#8211;<br />
Danielle, deus iudex meus est</p>
<p>http://daniellebelle.blogspot.com</p>
<p>Gabriel Garcia Marquez [melancholicwhore@...]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/15/seuntai-rosario-untuk-sebuah-awal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingin hidup kembali</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/15/ingin-hidup-kembali/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/15/ingin-hidup-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 17:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[andai]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinanku]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>berikutnya</category>
	<category>menjaga</category>
	<category>putrisa</category>
	<category>putrisafeby</category>
	<category>mengecewakan</category>
	<category>terkasih</category>
	<category>sekelilingku</category>
	<category>kusakiti</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2433</guid>
		<description><![CDATA[Bila usiaku tidak tiba hingga esok Kuberharap masih ada kehidupan berikutnya Masa dimana aku bisa memulai kembali Dan menata kembali hidup dari awal Tidak akan pernah kusakiti mereka Yang pernah suka dan duka denganku Andai ada kehidupan berikutnya Aku ingin menjadi sosok yang sama Dengan orang di sekelilingku yang sama Tapi kali ini aku ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Bila usiaku tidak tiba hingga esok<br />
Kuberharap masih ada kehidupan berikutnya<br />
Masa dimana aku bisa memulai kembali<br />
Dan menata kembali hidup dari awal<br />
Tidak akan pernah kusakiti mereka Yang pernah suka dan duka denganku</p>
<p>Andai ada kehidupan berikutnya<br />
Aku ingin menjadi sosok yang sama<br />
Dengan orang di sekelilingku yang sama<br />
Tapi kali ini aku ingin ada yang beda<br />
Aku akan menjaga mereka seperti aku menjaga keyakinanku pada Tuhanku</p>
<p>Maafkan aku orang orang terkasih<br />
Aku telah menyakiti dan mengecewakan kalian</p>
<p>Putrisa Glo [putrisafeby...]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/15/ingin-hidup-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepi</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/09/sepi/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/09/sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 02:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Lantas]]></category>
		<category><![CDATA[Teringat]]></category>
		<category><![CDATA[terus]]></category>
		<category><![CDATA[ujung]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>memori</category>
	<category>teringat</category>
	<category>21052010</category>
	<category>pelesir</category>
	<category>disini</category>
	<category>nian</category>
	<category>kesepian</category>
	<category>sepinya</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2406</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih terduduk disini sendiri Ditemani sepi yang tiada bertepi Merenung tiada habis Teringat akan memori-memori manis Tentang dia,mereka,kalian Dimanakah ujung jalan? Hanya memori yang temani aku disini Menangis hanya menangis saat ini Dalam kesendirian dan kesepian Aku tak tahu kemana arah jalan Lantas teringat ketika kita berbaring diatas pasir Beratapkan langit malam Di sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Aku masih terduduk disini sendiri<br />
Ditemani sepi yang tiada bertepi<br />
Merenung tiada habis<br />
Teringat akan memori-memori manis</p>
<p>Tentang dia,mereka,kalian<br />
Dimanakah ujung jalan?</p>
<p>Hanya memori yang temani aku disini<br />
Menangis hanya menangis saat ini<br />
Dalam kesendirian dan kesepian<br />
Aku tak tahu kemana arah jalan</p>
<p>Lantas teringat ketika kita berbaring diatas pasir<br />
Beratapkan langit malam<br />
Di sebuah pelesir<br />
Hanya beberapa saat sebelum semua berubah kelam</p>
<p>Sekarang,disini aku kesepian<br />
Mencari dan mencari<br />
Cinta yang jauh nian</p>
<p>(21052010 dalam kelam dan sepinya hati aku terus mencari pelabuhan itu)</p>
<p>[fairytale862000@..]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/09/sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Mati</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/09/aku-mati/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/09/aku-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 02:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[dadaku]]></category>
		<category><![CDATA[itu]]></category>
		<category><![CDATA[melihatku]]></category>
		<category><![CDATA[memecah]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>getaran</category>
	<category>mati</category>
	<category>kahardreams</category>
	<category>merendamku</category>
	<category>kahar</category>
	<category>rasamu</category>
	<category>menjauhi</category>
	<category>menikamku</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2404</guid>
		<description><![CDATA[aku mati&#8230; aku mati tanpa rasa&#8230; rasa telah lama hilang ditelan senja&#8230; cerita senja yang ku rangkum hingga ku tiada&#8230; aku mati&#8230; aku mati menjauhi jalan suci&#8230; ada yang merendamku dalam genangan kenangan.. kau&#8230; ya itu kau&#8230; saat kau tawarkan getaran itu&#8230; getaran itu memecah samudra yang ada di dadaku.. kemudian kering.. pudar tak berwarna&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>aku mati&#8230;<br />
aku mati tanpa rasa&#8230;<br />
rasa telah lama hilang ditelan senja&#8230;<br />
cerita senja yang ku rangkum hingga ku tiada&#8230;</p>
<p>aku mati&#8230;<br />
aku mati menjauhi jalan suci&#8230;<br />
ada yang merendamku dalam genangan kenangan..<br />
kau&#8230; ya itu kau&#8230;</p>
<p>saat kau tawarkan getaran itu&#8230;<br />
getaran itu memecah samudra yang ada di dadaku..<br />
kemudian kering..<br />
pudar tak berwarna&#8230;</p>
<p>kau menikamku dengan rasamu..<br />
tepat di dada kiri ku..<br />
lalu kau berdiri dan melihatku&#8230;<br />
terkulai dan mati..</p>
<p>-kahar-</p>
<p>kahardreams</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/09/aku-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In The Region of The Summer Stars</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/06/in-the-region-of-the-summer-stars/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/06/in-the-region-of-the-summer-stars/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:29:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[diantara]]></category>
		<category><![CDATA[Dibangun]]></category>
		<category><![CDATA[ketahui]]></category>
		<category><![CDATA[kutukan]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>‘babel’</category>
	<category>babel</category>
	<category>menara</category>
	<category>putra</category>
	<category>guitar</category>
	<category>summer</category>
	<category>region</category>
	<category>stars</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2396</guid>
		<description><![CDATA[IN THE REGION OF THE SUMMER STARS (The Tower of Babel) Setelah banjir besar Pada awalnya adalah keheningan (Apa yang kita ketahui tentang Menara Babel?) Tiupan trumpet Dengung keyboards Petikan guitar Sunyi Tenang Bayangan di bawah sinar rembulan Angin malam yang bertiup sepoi-sepoi Menyibakkan rambut-rambut (Apa arti kata ‘babel’?) Dibangun diantara dua sungai besar Lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>IN THE REGION OF THE SUMMER STARS<br />
(The Tower of Babel)</p>
<p>Setelah banjir besar<br />
Pada awalnya adalah  keheningan</p>
<p>(Apa yang kita ketahui tentang Menara Babel?)</p>
<p>Tiupan trumpet<br />
Dengung keyboards<br />
Petikan guitar</p>
<p>Sunyi<br />
Tenang<br />
Bayangan di bawah sinar rembulan</p>
<p>Angin malam yang bertiup sepoi-sepoi<br />
Menyibakkan rambut-rambut</p>
<p>(Apa arti kata ‘babel’?)</p>
<p>Dibangun diantara  dua sungai besar<br />
Lebih tinggi,  melewati awan<br />
Lebih tinggi,  menyentuh langit</p>
<p>(Dimanakah letak Menara Babel?)</p>
<p>Lalu semuanya berubah<br />
Suara guitar meraung<br />
Cepat<br />
Menghentak<br />
Kasar<br />
Bertenaga<br />
Menari disaksikan  bintang-bintang musim panas</p>
<p>(Untuk apa Menara Babel dibangun?)</p>
<p>Keangkuhan<br />
Kesombongan<br />
Pemuasan diri</p>
<p>(Siapakah yang membangun Menara Babel?)</p>
<p>“Dari puncak menara ini kita bisa memanah  matahari,”<br />
kata Nimrod, putra Cush, putra Ham, putra Nuh</p>
<p>(Kenapa Menara Babel hancur?)</p>
<p>Turunnya  kutukan  yang mengacaukan bahasa sebuah bangsa<br />
Dan memecahnya untuk  terserak ke seluruh muka bumi</p>
<p>Kekacauan<br />
Kekonyolan</p>
<p> Raungan guitar menderu-deru</p>
<p>Keruntuhan<br />
Kehancuran<br />
Puing-puing</p>
<p>Dan senyap&#8230;</p>
<p>(Adakah yang tertinggal dari Menara Babel?)</p>
<p>Kelahiran kembali<br />
Pada awalnya adalah keheningan&#8230;</p>
<p>Mereka berbicara dalam bahasa yang berbeda-beda</p>
<p>Jakarta, 29 Juli – 3 Agustus  2010</p>
<p>Urip Herdiman Kambali</p>
<p>http://www.theurhekaproject.blogspot.com</p>
<p>Catatan :<br />
Diinspirasikan dari nomor The Tower of Babel, dalam  album In The Region of The Summer Stars,  milik kelompok The Enid, Dirilis pertama kali tahun 1976, dirilis ulang tahun 1984. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/06/in-the-region-of-the-summer-stars/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencatat Waktu</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/08/06/mencatat-waktu/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/08/06/mencatat-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[asfinawati]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[kehilangan]]></category>
		<category><![CDATA[milik]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>semesta</category>
	<category>semesta…</category>
	<category>tembok</category>
	<category>catatan</category>
	<category>tulisan</category>
	<category>berpihak…</category>
	<category>petiknya</category>
	<category>sastrowardoyo</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2392</guid>
		<description><![CDATA[:asfinawati Aku sama sekali tak faham, Kepada siapa waktu berpihak….. Tapi, Tak perlu catatan apapun karena Memang waktu akan menjadi milik semesta…. Kemudian pada halaman buku yang aku lipat setengahnya, Sebuah kata aku tebalkan pada dua tanda petiknya : “kata-kata sama sekali tak mewakili, sebab kita mungkin hanya perlu sebuah jawaban, entah putus asa atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>:asfinawati</p>
<p>Aku sama sekali tak faham,<br />
Kepada siapa waktu berpihak…..<br />
Tapi,<br />
Tak perlu catatan apapun karena<br />
Memang waktu akan menjadi milik semesta….</p>
<p>Kemudian pada halaman buku yang aku lipat setengahnya,<br />
Sebuah kata aku tebalkan pada dua tanda petiknya :<br />
“kata-kata sama sekali tak mewakili,<br />
sebab kita mungkin hanya perlu sebuah jawaban,<br />
entah putus asa<br />
atau perasaan seperti anak-anak remaja yang<br />
kehilangan setengah waktunya<br />
karena televisi dan<br />
tulisan-tulisan penuh tinta<br />
di tembok-tembok stasiun kota….”</p>
<p>Semesta kata<br />
Semesta kita<br />
Cuma semesta duka cita !</p>
<p>Jakarta, catatan 16 Juni 2004<br />
salam,<br />
khi</p>
<p>ketika peluru pertama meledak, tiada lagi hari minggu atau malam istirahat</p>
<p>/subagio sastrowardoyo, puisi</p>
<p>khamid istakhori [khamid_mail@...]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/08/06/mencatat-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palestina</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/07/30/palestina/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/07/30/palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 16:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Dan]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[lamat]]></category>
		<category><![CDATA[panjang]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>palestina</category>
	<category>tenggorok</category>
	<category>desing</category>
	<category>nyanyi</category>
	<category>sebingkai</category>
	<category>terpeta</category>
	<category>kedzaliman</category>
	<category>peluru</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2382</guid>
		<description><![CDATA[Palestina adalah jejak panjang penuh darah cerita duka tak berkesudahan seakan suratan sudah tergurat nyanyi tanah merdeka tak pernah surut dibatas tenggorok yang putus diantara desing bom dan peluru sejengkal tanah pada garis peta sebingkai harap pada janji tak terpeta dikejauhan adzan terdengar lamat seakan menyeru bahwa kedzaliman tak pernah tamat Jakarta,Juni &#8217;10 [andrivb@......]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Palestina<br />
adalah jejak panjang penuh darah<br />
cerita duka tak berkesudahan<br />
seakan suratan sudah tergurat</p>
<p>nyanyi tanah merdeka tak pernah surut<br />
dibatas tenggorok yang putus<br />
diantara desing bom dan peluru</p>
<p>sejengkal tanah pada garis peta<br />
sebingkai harap pada janji tak terpeta<br />
dikejauhan adzan terdengar lamat<br />
seakan menyeru bahwa kedzaliman tak pernah tamat</p>
<p>Jakarta,Juni &#8217;10</p>
<p>[andrivb@......]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/07/30/palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Mata Ketemu Mata</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/07/30/ketika-mata-ketemu-mata/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/07/30/ketika-mata-ketemu-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 16:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[juga]]></category>
		<category><![CDATA[melangkah]]></category>
		<category><![CDATA[penampilan]]></category>
		<category><![CDATA[Tetapi]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>silam</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2380</guid>
		<description><![CDATA[KETIKA MATA KETEMU MATA (Puisi III dari Tiga Puisi) 1/ Aku turun dari angkot, masuk ke dalam kompleks perumahan tempat kakakku tinggal. Setelah pertigaan kedua, aku berbelok ke kiri dan berjalan sedikit ke tengah. Dan tiba-tiba mobil Trooper hitam itu berhenti mendadak di depanku. Aku bisa dengan jelas menatap lelaki yang duduk di belakang kemudi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>KETIKA MATA KETEMU MATA<br />
(Puisi III dari Tiga Puisi) </p>
<p>1/<br />
Aku  turun dari angkot, masuk ke dalam kompleks perumahan tempat kakakku tinggal. Setelah pertigaan kedua, aku berbelok ke kiri dan berjalan sedikit ke tengah. Dan tiba-tiba mobil Trooper hitam itu berhenti mendadak di depanku.</p>
<p>Aku bisa dengan jelas menatap lelaki yang duduk di belakang kemudi itu. Dan aku yakin ia pun bisa melihatku dengan jelas dari dalam. Mata kami saling beradu.</p>
<p>Aku berpikir cepat dalam waktu sedetik itu. Apakah aku harus  melangkah ke samping dan memberinya jalan? Ataukah  tetap berdiri dihadapan mobil itu dan membiarkan  ia melajukan mobilnya?</p>
<p>2/<br />
Aku melihat wanita  itu di kereta ekspres. Pertama kali melihatnya, aku pikir ia seekor anak kucing yang  imut, manja dan kinyis-kinyis. Setelah aku mendekatinya,  ia sudah menjelma menjadi wanita yang jungkir balik  mencari biaya untuk menghidupi keluarganya.</p>
<p>3/<br />
Aku mengenal lelaki itu di kereta ekspres juga. Bercakap-cakap setiap pagi. Kupikir ia seorang lelaki yang baik dan  kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Tetapi aku kurang suka kalau ia sudah berbicara tentang barang-barang bermerek  yang ia kenakan. Mungkin ia butuh dipuji, sementara aku tidak pernah memuji penampilan seseorang.</p>
<p>4/<br />
Aku memperkenalkan keduanya. Namun  seperti kata pepatah, kalau sedang  jatuh cinta, jangan jalan bertiga, karena orang  ketiga akan menjadi setan.</p>
<p>Pengkhianatan memang selalu datang dari orang dekat. Aku tidak tahu pada saat mana ia menelikungku. Ada wanita yang membutuhkan banyak uang, ada pria yang punya banyak uang. Dan tiba-tiba mereka menghilang seperti bayangan ditelan kegelapan.</p>
<p>5/<br />
Hingga akhirnya kabar angin itu berhembus kencang dan menjadi nyata ketika aku harus menjawab pertanyaan istri lelaki itu. “Apakah wanita ini teman Mas?” katanya bertanya sembari menyorongkan sebuah foto wanita cantik.</p>
<p>Aku tidak mengelak dari pertanyaan itu. Dan setelah itu diikuti serentetan pertanyaan  lainnya.  Kulihat mata ibu itu basah.        </p>
<p>6/<br />
Hidup kadangkala seperti kita membuka pintu. Buka pintunya, masuklah  ke dalam dan lupakan bahwa  pintu itu pernah ada. Kita tidak bisa memutar balik jarum  waktu. Tetapi kita bisa saja bertemu kembali dengan  masa silam di masa depan. Siapa yang tahu?</p>
<p>7/<br />
Suatu pagi, masa silam itu ada di dalam angkot bersamaku. Kami sama-sama turun di terminal.  Lelaki itu masih sempat bertanya dengan  muka manis,”Apa kabarnya? Sudah lama ya kita tidak bertemu?”</p>
<p>Aku menatapnya dingin. Aku yakin aku masih bisa memukulnya jatuh saat itu juga. Namun aku memutuskan untuk tidak  melakukannya. “Anda salah menegur orang, saya tidak kenal  anda.” kataku singkat dan meninggalkannya.  </p>
<p>8/<br />
Dan pagi itu, kembali aku bertemu dengannya. Mata ketemu mata.</p>
<p>Aku menatapnya, sementara ia tetap duduk di dalam Trooper hitamnya. Entah berapa lama. Sampai akhirnya aku melangkah ke samping kiri perlahan-lahan, tanpa melepaskan pandanganku padanya. Mobil melaju perlahan, ia setengah menunduk saat melewatiku.</p>
<p>9/<br />
Apa yang kita dapatkan  sekarang adalah hasil dari masa silam, dan apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan seperti apa kita di masa depan.</p>
<p>Apa yang kita lihat, apa yang kita perlihatkan, tidak lain hanyalah suatu mimpi dalam mimpi.  </p>
<p>Jakarta, 27 Juli 2010</p>
<p>Urip Herdiman Kambali</p>
<p>http://www.theurhekaproject.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/07/30/ketika-mata-ketemu-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Aku dan Kau</title>
		<link>http://www.puisi.org/2010/07/27/antara-aku-dan-kau/</link>
		<comments>http://www.puisi.org/2010/07/27/antara-aku-dan-kau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 01:38:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>WebAdmin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunga Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[adakah]]></category>
		<category><![CDATA[kasat]]></category>
		<category><![CDATA[mengusaikan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[warna]]></category>

	<!-- AutoMeta Start -->
	<category>mengusaikan</category>
	<category>hendak</category>
	<category>sebut</category>
	<category>mengenal</category>
	<category>tatkala</category>
	<category>menciptakan</category>
	<!-- AutoMeta End -->
	
		<guid isPermaLink="false">http://www.puisi.org/?p=2362</guid>
		<description><![CDATA[bukankah perkenalan ini adalah sebatas basa basi? tatkala aku telah mengenal dirimu sebelumnya..namun aku percaya, kau dan aku kini telah menciptakan suatu masa yang aku sebut ajaib dan indah, yang tak mengenal waktu yang akan mengisut dari panasnya matahari, ataupun jaman yang bertapak menuju ke ranah cinta..tanpa akan ada angin peralihan yang mampu menghapus jejaknya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>bukankah perkenalan ini adalah sebatas basa basi?<br />
tatkala aku telah mengenal dirimu sebelumnya..namun aku percaya,<br />
kau dan aku kini telah menciptakan suatu masa yang aku sebut ajaib dan<br />
indah, yang tak mengenal waktu yang akan mengisut dari panasnya<br />
matahari, ataupun jaman yang bertapak menuju ke ranah cinta..tanpa<br />
akan ada angin peralihan yang mampu menghapus jejaknya.</p>
<p>wahai, kasihku..<br />
dalam rupamu yang sungguh kukenali itu, jiwaku telah bergetar mewarnai<br />
rasa yang teramat syahdu..</p>
<p>adakah mungkin itu bahwa segala gerakku, kamulah yang melantunkannya?<br />
bintang dan bulan telah menjadi saksi kita, tatkala mimpi telah<br />
menaburkan bubuk tidurnya..agar pertemuan kita tadi malam adalah suatu<br />
kesempatan yang memang telah dipersiapkan untuk kita berlabuh..</p>
<p>dan mimpi itu kini berubah menjadi kenyataan!<br />
karena kini, kau telah hadir tepat di hadapanku sekarang, untuk<br />
melanjutkan kisah kita..yang tak akan pernah usai..<br />
selamanya.</p>
<p>>>>>></p>
<p>semenjak aku mengetahui telah hadir dirimu disana, hatiku galau tiada<br />
terkata. menyelimuti rasa kebekuanku yang hendak mencair,<br />
dan kita pun akhirnya dipertemukan.</p>
<p>tidak tahukah kau, bahwa dalam dirimu aku membayang?<br />
adamulah adaku.<br />
tanpa pernah kau rasakan pun kau sadari, akulah itu yang bersemayam di<br />
setiap kerinduan dan geliat resahmu..</p>
<p>entah telah berapa kali, ku sebut-sebut namamu..bahkan malam yang<br />
tanpa purnama itu pun hendak mengusaikan kelamnya,<br />
lalu dimanakah engkau?<br />
mengapa tiada sahutmu terdengar?<br />
adakah kuasa yang lebih besar untuk membungkam mulutku, agar aku tiada<br />
berkata-kata, dan mengusaikan segala tentangmu disana?</p>
<p>tidak..tidak ada!</p>
<p>dunia yang kini ku diami pun tidak mampu membuatku mengenal arti<br />
cinta. Segala yang kulihat memang kasat, segala yang kudengar adalah<br />
merdu,<br />
harum semerbak yang tersebar adalah mewangi, namun adakah ruang yang<br />
hendak mengabarkan kepadaku, bahwa engkaulah yang layak aku nantikan?<br />
dan ketahuilah kasih, bahwa dua warna yang hendak menjadi satu, adalah<br />
untuk menciptakan satu warna berbeda dari kedua warna itu, meski<br />
terlahir dari kedua pembentuknya.</p>
<p>dan kitalah itu!<br />
yang adalah berbeda, untuk dipersatukan.</p>
<p>author: regina marlina [marcel.ars02@.....]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.puisi.org/2010/07/27/antara-aku-dan-kau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
