Archive for the 'Johannes Sugianto' Category

Mengawali Maret

kau tahu
aku sedang bersembunyi
di balik tawa yang berdetak
yang disebut senang merebak

di situ aku bisa menikmati
sepuasnya perih
kubungkus dalam senyuman
beriring rontoknya dedaunan
dalam kelambu gerimis

kau tahu ketika februari usai
wangi tanah terus menggoda
tentang penggalan kisah kita
yang memang tak pernah selesai

lalu kita bercanda di tepi senja
sambil mengusap jemarimu
yang tertusuk duri
dalam kecup bibirku

priok, maret 08

Popularity: 5% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dengan Sajak

aku ingin memapas waktu
yang begitu kejam merejam
hingga untuk memejamkan mata
kadang aku mesti memimpikan kata
agar sajak saja yang tercipta

dengan sajak aku bisa tuangkan rindu
sejenak lupakan lajur perjalanan hidup
yang merentang hingga kita baru bertemu
dengan bebatuan hitam membeku

biar tak bisa memapasnya
tetaplah aku ingin menyeberangi
sungai dengan batu berlumut
dilewati aliran air dan kadang lumpur
di bawah lindap kesunyiannya

aku ingin memapas ragu
kobarnya kulihat menyala dalam hatimu
sentuhanku membuatnya hampir surut
tapi dewa tak membiarkannya pupus
karena cinta memang mesti disapa
dengan linang air mata

siang, 16juli07
www.blue4gie.com

Popularity: 5% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 3.2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kita Tak Bisa Mengerti

bagaimanapun kita tak bisa mengerti
bagaimana cinta yang sederhana
selalu meruang dalam jiwa

petang lalu kau bertanya
ada lelaki dengan kepala batu
mempertahankan kelebatan cinta
meski lebih banyak menerima kemarau

apakah memang kita mau mencari
kenapa kata-kata menjajah jiwa
hingga lahirkan sajak renyah
di tengah bait-bait luka

jelangsiang, 13juli07

Popularity: 5% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.75 out of 5)
Loading ... Loading ...

Biar Berkelok Harap

mungkin bagimu masih banyak debu
yang kubawa dari masa lalu
puing-puing gerimis memenuhi kepala
dengan sisa dedaun runtuh

sudah kubersihkan dengan tiap abjad
yang kau ucap padaku
dan kuanggap sebagai mantra
mengiringi semua langkah

masihkah tetap tak kau percaya?
bila kata bisa berubah
bukankah begitu juga bait
yang kubawa padamu

belenggu yang membuat gigil
hingga berserak peluh dan luka
bukanlah perih yang terus tertancap
di tiap celah waktu kita

pada retak malam yang lelap
sambil memeluk harapan
tataplah alur yang melaju
di situ esok kita akan hinggap

memang berkelok harap kita
tapi tetaplah abjad dan kata
tidaklah jadi sia-sia

siang, 11Juli07

www.blue4gie.com

Popularity: 4% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.5 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pongah

sajakmu begitu pongah
menunduk dan mendongak
pada kata dan bait sendiri
tak peduli ada kata lain
yang juga mengenal sedih

kata-kata tersiram marah
terbungkus kecewanya merah
sajakku seolah angin saja
entah kau rasakan dingin atau gerah

baitmu cuma satu
tercipta dari gemertak angkuh
’siapa kamu?’ tanyamu
ketika matahari memberi sapa
dengan mata menyimpan bulir luka

sajakmu begitu pongah
hingga kata tergeletak hampa
meski tawamu meruang
tetap saja malam tanpa bayang

pagi, 02juli07

www.blue4gie.com

Popularity: 4% [?]

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.5 out of 5)
Loading ... Loading ...