Sinonim Pagi dan Malam

Duhai,

sejuk embun tertetes membasahi pagi

daun-daun menari di atas orang mati

Masih kudengar pohon itu berseru

“Mengapa?” sedang matahari meraung panas

menyisakan kata “Apa?” yang bertubi-tubi

menghujam di hati orang-orang

berkelabung hitam, berkelamkan pagi suram

Duhai,

bulan jauh menyisakan sinar, dekat

tampaklah wajah bopeng bagaikan setan

“Inikah rupa manusia?” keluhku

Riak-riak tangis mengalir deras

menusuk berang menggerung di telinga

Tapi tetap tidak ada hati yang paut

sekarang terkatut-katut, besok kalang kabut

dia yang datang malam itu

langit tenggelam
lalu kamu datang dari balik bayangan bintang
sebuah sosok tentang arti dari suatu ketenangan
kumpulan dari impian yang dulu hanya mampu kuangankan
keanggunan dari masa lalu yang hidup tanpa mengenal batas waktu
suatu kehidupan yang tak mengenal batas logika
uraian sisi senyuman dalam balutan kesunyian
keinginan tanpa haus akan kepuasan
suatu keindahan tanpa batas dalan perwujudan anak manusia

November Rain 2000

Jika disana banyak bebatuan

dirimu adalah emas

Jika disana banyak emas

dirimu adalah berlian

Jika disana banyak bintang berkilauan

dirimu adalah meteor

yang lebih bercahaya

namun tidak datang setiap malam

Jika disana ada topan tornado

dirimu adalah angin

yang datangnya tdk terlihat

namun terasa sejuknya

Jika disana banyak bunga melati

dirimu adalah bunga Rose

lebih indah …

namun bisa melukai

diatas semua itu

dirimu adalah bidadari kehidupanku

Saat Kau Miliknya

waktu lapuk
kita masih terduduk empuk

sudut malam yang kian pudar
bibirmu yang mekar
dikecup mimpiku yang setangah sadar

kembalikan aku
pada malam, biar aku diam
tak lagi bercinta denganmu dalam
semedi yang abadi

kau menuggu atau aku yang membatu

Puisi kiriman dari Casaway

Catatan admin: puisi ini punya siapa ? isinya sama dengan Kau Menungguku Membatu

Puisi Tanpa Judul

Senja perlahan tenggelam
Butiran-butiran malam menyapaku pelan
Selamat datang wahai sang penguasa malam…..
larutku dalam dendang kerinduan
bulan sabit mengerling pelan……
oh sang penguasa malam…
senandungmu menembus jauh dipucuk-pucuk pinus
…ilalang menggelinjang pelan…
ringan melayang…menebarkan aroma kerinduan….
oh sang penguasa malam….

Puisi kiriman dari Khrisna Nina