dalam badai cinta

kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama kau, yang telah tertelan tanah, dan menjadi debu dalam hati ini…

seperti cawan terisi anggur merah, semerah darah, tumpah mengenai hati bekuku,

seperti pula lidah api yang berkorbar, membakar foto, crita, puisi, dan semua kenangan itu.

aku tahu aku sungguh mencintaimu…

namun waktumu telah habis,

aku sakit ketika aku melihat kau menangis, dan terhenti dalam nafasmu…

habis sudah semuanya…

malaikat membisikiku…”lanjutkan hidupmu, jalanmu terbenteng luas disana”

iblismu pun membisikiku…”katanya cinta sejati… ambil piasu iris nadimu.. dan kau akan menari indah bersamanya kmbali”

dan aku memilih untuk menjadi aku sendiri…

melanjutkan hidupku, dan tidak akan pernah untuk bercinta selain dengan dirinya…

itulah cinta sejati.. Iblis Keparat!!!

angin

musim dingin..
musim saat hangat menahan nafasnya..
saat angin mencari jati dirinya..
saat salju menyombongkan kesuciannya..
dan yang hidup sebelumnya seakan mati membatu..
hanya menyimpan mimpi..

musim ini..
ada sesuatu yang ingin ku bagi..
kelu lidah ku dan hangat darahku..
mereka mencoba mengungkapkan..
ada waktu yang terlewati dan kenangan yg diresapi..
ada jiwa yg tertinggal dan tersimpan dengan kekal..

kita menanti dengan pasti..
jelmaan harapan dalam hati..
kan datang dengan berlari..

walau tampak kabur..
tersiram air mata..

mengintip dunia

wajah yang lusuh memutar asa
menjalani pelik kehidupan
tulus ia karena setia

nurani suci tunduk bertasbih
tak sudi sedikit pun terpercik
dosa kelam tergantung mendung

walau tak ada kolom derita di koran
tak ada galaunya di media massa
mereka berpeluh dalam langkah
menangis dalam doa

tak lelahkah ia berjalan
meniti pilu tanpa ada tanya

tak terbenamkah hatinya
tertutup kilau hasrat yang fana

tak ragukah ia meminta
tulusnya cinta menimang luka

mengimani kata sejahtera
indahnya sebuah kata sahaja
tak ingin larut dalam serapah

walau terajam keringnya hina
tertikam pedang ego manusia
tersisih terang cahaya
menari dalam sekam

tersangkut duri ia berlari
tercebur lumpur ia selami
menjemput ia mutiara
jelaga menyamarkan

matahari tenggelam

- For someone in heaven  -

Merah dan ungu

Juga
alunan ombak menghiasi pandanganku

White
sand yang menodai tanganku

Seakan
berbicara padaku

Lewat
angin, meniup white sand di tanganku

Layaknya
tujuan hidupku ada digenggamanku

Dan
terbang melintasi tubuhku

Melodi
burung senja terbang melintasi dunia

Enaknya
mereka bisa terbang

Andai
aku memiliki sayap

Mungkin
aku ada disampingmu sekarang

Duduk,
datang disampingku

Menyapa,
menenangkan aku

Itu
kamu

Tapi
tak bisa aku menyentuhmu

Kau
hanya bayanganku saja

Teringat
semua kenangan indah bersamamu

Menari,
menyanyi, memecahkan ombak

Bercumbu,
bercinta, tertawa, menangis di pelukanku

Membuat
puisi, membuat lagu,

Dan
berjanji setia, yang selalu akan aku pegang

Tak
aku sadari

Aku
telah berdansa dengan bayanganmu

Di
senja pantai ini

Benar-benar,
ketika aku buka mata kau berdansa denganku

Benar-benar
kau menciumku

Benar-benar
kurasakan kecupan manis bibirrmu

Sajak Untuk Seorang Gadis At Somewhere

Terlalu manis pesonamu
Mencuri keheningan
Tempat cintaku merabadian
Semestinya kau jangan hadir
Seharusnya jangan ada perkenalan terjalin
Namun aku terlanjur mereguk aroma mewangi
Dari keceriaan dan kelincahan yang kau miliki
Seulas senyum di bibirmu
Semakin meluapkan daya pikat yang menggemaskan
Caramu menatap menyiratkan sejuta makna rasa
Tersembunyi di balik langit biru memancar

Ah, cinta. . .
Nikmatmu semakin semu ‘tuk kujangkau
Bagai terjebak dalam dunia matrix
Tanpa celah napas
Adakah engkau nyata?
Akankah kedekatan di antara kita mensketsa
Dalam beningnya sepucuk ikrar suci
Akankah kelopak-kelopak harapan itu akan mekar
Memupus sebiduk penantian khayal
Demi Tuhan aku tak pernah menginginkannya
Cinta tumbuh alami, bukan?

Oh, Tuhan. . .
Cukuplah dua kali dalam hidupku
Aku belum sanggup menanggung kenyataan suram
Ketiga kalinya
Tapi kamu benar-benar membuatku tak berdaya
Siapa sich kamu?