Cermin Pecah

Tawaku pada cermin pecah
berbalik melihat rupaku yang mendua
Kecam diri, hati berbelah
rutukku saja berputus jua

Masih kupijak di dalam bayangan
relung gelap dalam malam kelam
Kududuk dengan sepi, terdiam
bintang diatas penuh sindir

Langkah kaki kumantap
Bingung menatap pantulan kaca
Mengapa? Ada apa?
pada cermin ku bertanya

Puisi yang terbuang. .

Ada seorang remaja. .
Yang baru belajar sastra. .
Ia tertarik akan puisi. .
Dan ingin membuat sebait indah sajak untuk pacarnya. .
Karena dia hanya mengerti sedikit soal sastra, berpayahlah ia menyusun puisi. .
Semalaman ia berfikir. .
Namun hanya jadi sebaris kata. .
Yang masih sederhana. .
Dalam hati ia berkata “Begitu sulit merangkai kata. . ”
Seharian ia berfikir. .
Namun akhirnya ia menyerah pula. .
Dibuangnyalah secarik kertas berisi puisi yang belum jadi itu. .
Entah kemana terbangnya secarik puisi itu. .
Mungkin terbawa angin sampai tinggi. .
Tuk dibaca burung-burung. .
Atau mungkin terbuang ke tempat sampah. .
Tuk dibaca oleh pemulung. .
Itupun bila tak robek. .
Entah mungkin terbawa angin.
Menuju negeri yang dingin. .
Mungkin ke kutub utara. .
Entahlah apa jadinya secarik kertas itu. .
Entah apa jadinya sebaris puisi itu. .

dalam badai cinta

kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama kau, yang telah tertelan tanah, dan menjadi debu dalam hati ini…

seperti cawan terisi anggur merah, semerah darah, tumpah mengenai hati bekuku,

seperti pula lidah api yang berkorbar, membakar foto, crita, puisi, dan semua kenangan itu.

aku tahu aku sungguh mencintaimu…

namun waktumu telah habis,

aku sakit ketika aku melihat kau menangis, dan terhenti dalam nafasmu…

habis sudah semuanya…

malaikat membisikiku…”lanjutkan hidupmu, jalanmu terbenteng luas disana”

iblismu pun membisikiku…”katanya cinta sejati… ambil piasu iris nadimu.. dan kau akan menari indah bersamanya kmbali”

dan aku memilih untuk menjadi aku sendiri…

melanjutkan hidupku, dan tidak akan pernah untuk bercinta selain dengan dirinya…

itulah cinta sejati.. Iblis Keparat!!!

angin

musim dingin..
musim saat hangat menahan nafasnya..
saat angin mencari jati dirinya..
saat salju menyombongkan kesuciannya..
dan yang hidup sebelumnya seakan mati membatu..
hanya menyimpan mimpi..

musim ini..
ada sesuatu yang ingin ku bagi..
kelu lidah ku dan hangat darahku..
mereka mencoba mengungkapkan..
ada waktu yang terlewati dan kenangan yg diresapi..
ada jiwa yg tertinggal dan tersimpan dengan kekal..

kita menanti dengan pasti..
jelmaan harapan dalam hati..
kan datang dengan berlari..

walau tampak kabur..
tersiram air mata..

mengintip dunia

wajah yang lusuh memutar asa
menjalani pelik kehidupan
tulus ia karena setia

nurani suci tunduk bertasbih
tak sudi sedikit pun terpercik
dosa kelam tergantung mendung

walau tak ada kolom derita di koran
tak ada galaunya di media massa
mereka berpeluh dalam langkah
menangis dalam doa

tak lelahkah ia berjalan
meniti pilu tanpa ada tanya

tak terbenamkah hatinya
tertutup kilau hasrat yang fana

tak ragukah ia meminta
tulusnya cinta menimang luka

mengimani kata sejahtera
indahnya sebuah kata sahaja
tak ingin larut dalam serapah

walau terajam keringnya hina
tertikam pedang ego manusia
tersisih terang cahaya
menari dalam sekam

tersangkut duri ia berlari
tercebur lumpur ia selami
menjemput ia mutiara
jelaga menyamarkan