Elemen dalam duniaku

Hadirmu bagai angin
Yang datang tuk segarkan hari-hariku
Namun datang tuk sekejap saja.
Hadirmu bagai air
Datang tuk melegakanku
Lalu kau mengalir kembali & meninggalkan aku.
Hadirmu bagai tanah
Yang menyuburkan ladang keceriaan di hatiku Kemudian banjir datang & membawanya pergi.
Dan hadirmu bagai api
Yang mencairkan hatiku yang tlah membeku Kemudian hujan datang tuk padamkanmu
Ku adalah bumi,
dengan kau sebagai elemen yg mengisi duniaku…

sebungkus trasi bau

Seraut wajah luka sepi
Sepi lonceng tertampar mati
Mati sekejap menjerit-jerit lelah
Lelah trbiasa tawa asa
Asa brtemu guratan ayu
Ayu waktu lorong siang
Siang padam malam bintang
Bintang redup luka lalu
Lalu jiwa slalu senandung
Senandung abadi kobar hidup

aku takut,aku menyakiti

aku takut mencintai engkau
bukan karena ku tak dapat mencintai
tapi aku takut
ketika cinta ini tak dapat bertahan
dan aku ini mulai menyakiti

aku takut menyayangi engkau
bukan karena aku bukan penyayang
tapi aku takut
ketika sayang ini menjadi benci
dan aku ini mulai menyakiti

aku takut ikuti kata hatiku
bukan karena hatiku ini berbohong
tapi aku takut
ketika hati ini membuat kesalahan
dan aku ini mulai menyakiti

rembulan dan kau

sinar rembulan yang indah,
sinar rembulan bukan dirimu
kulihat di sampingku
tak ada bayanganmu

tak ada yang tau esok kau dimana
tak ada yang tau esok ku dimana

melihat rembukan membuatku teringat pada dirimu

Perempuanku, Ikutlah Kau Kucuri

Malam agustus bulan membeku
Mengunyah malam yang jadi sunyi
Aromamu membius musim yang sendu
Wahai perempuanku
Kemarilah sini, hampiri aku, yang niat mencuri

Lukisan sejuta asa
Pepohonan waktu senja
Aku berbisik pada dahannya
Batangnya, rantingnya, daunnya, bunganya
Aku mintai segala mantra dan jampi
Perempuanku, ikutlah kau kucuri
Tanggalkanlah lelakimu
Mari sini balut aku dalam hasrat
Gelora bagai serat yang mengikat

Perempuanku, ikutlah kau kucuri
Aku tak mungkin (bukan tak ingin) membeli
Aku hanya mau mencuri
Potongan-potongan kecil
Yang diam-diam kuambil dari lelakimu
Dari sorot matamu, cerah bibirmu
Dan rambut hitam pendekmu yang mungil

Ciledug, 11 Agustus 2009