Tag: tulisan

dalam badai cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
24 July 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.64 out of 5)
Loading ... Loading ...

kawan aku ingin kau membaca tulisan ini, terutama kau, yang telah tertelan tanah, dan menjadi debu dalam hati ini…

seperti cawan terisi anggur merah, semerah darah, tumpah mengenai hati bekuku,

seperti pula lidah api yang berkorbar, membakar foto, crita, puisi, dan semua kenangan itu.

aku tahu aku sungguh mencintaimu…

namun waktumu telah habis,

aku sakit ketika aku melihat kau menangis, dan terhenti dalam nafasmu…

habis sudah semuanya…

malaikat membisikiku…”lanjutkan hidupmu, jalanmu terbenteng luas disana”

iblismu pun membisikiku…”katanya cinta sejati… ambil piasu iris nadimu.. dan kau akan menari indah bersamanya kmbali”

dan aku memilih untuk menjadi aku sendiri…

melanjutkan hidupku, dan tidak akan pernah untuk bercinta selain dengan dirinya…

itulah cinta sejati.. Iblis Keparat!!!

Untuk Mu Kawan


Puisi ini ditulis oleh pada
17 March 2008 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kawan…

Bila aku pulang terlebih dahulu

Janganlah kalian cari aku

Karena aku sedang sibuk dengan TUHAN-ku

Dan janganlah kalian terus mencari

Karena aku pergi…

Bukan untuk bersembunyi

Dan bila kalian ingin temui aku…

Pergilah menuju hati

Dengan melewati jalan QOLBU

Karena aku hanya inginkan

Senyum yang tulus dari raut wajah kalian

Untuk setiap jejak langkahku

Karena langkahku yang berikutnya

Akan lebih memberatkan

Karena hidupku akan terus berlanjutkan

Untuk suatu hal yang teramat KEKAL

Tapi untuk sedikit waktu saat kumulai pergi

Langkahku akan sedikit terpejamkan

Karena tempat persinggahanku teramat kecil

Tetapi akan terasa sangat luas

Oleh seluruh waktu dalam hidupku

Yang tertuliskan dalam sebuah catatan untukku

Catatan-catatan yang akan dipertanggung-jawabkan kepada TUHAN-ku

Catatan-catatan yang akan kujadikan bekal dimasa depan

Maka telah kutuliskan pesan untuk kalian

Ku titipkan seluruh nyanyian dan tulisan

Karena aku tidak akan menutup mata

Hanya untuk sekedar tinggalkan tempat bermain kita

Jagalah seluruh nyanyian

Dengan tetap dikumandangkan

Jagalah seluruh tulisan

Dengan segenap hati kalian

Karena itu adalah hiasan

yang aku punya disamping kalian

Wahai kawankku…

Aku rasa aku akan merindu

Ketika Bahagia saat bersamamu

Ketika kalian peduli akan tangisku

Ketika kita berjalan bersama

Untuk Mengejar semua mimpi-mimpi kita

Dan ketika cinta kita terhentak

Oleh sebuah senyuman yang membatu

Tapi lupakan-lah…

Bila tangis kalian adalah untukku

Aku hanya inginkan senyuman

Bila dalam kenangan kalian

Aku dikatakan sebagai seorang KAWAN

Dan untuk cinta yang ku anggap sebuah kesempurnaan

Janganlah munculkan arti penyesalan

Karena ini adalah akhir

Dengan sebuah jalan kenangan yang tak akan berakhir

Kawan…

Aku Pamit…

Hanya dengan ditemani seutas kain putih

Yang akan membalut tubuhku yang abadi…

Sebut saja “d”


Puisi ini ditulis oleh pada
7 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

“D”

Seberapa besar dirimu sekarang…?

Berapa banyak mimpimu yang kauraih…?

Masihkah engkau “hingar bingar” untuk sekedar menghibur sekitarmu?

Ingatkah engkau “13 butir biji kwaci” yang terbungkus plastik itu.

Masihkah engkau makan pangsit mie…..makanan favoritmu!!!!!

Kacamata…..Honda Grand “Mendol”……..nomer simpati yang mengiang-mengiang di kepala ini.

Logat khasmu dan sedikit kelatahan itu yang sempat menganggu tulisan ini.

Coba nyanyikan lagi “when you say nothing at all” walau terdengar fals.

Ingatkah lelaki itu……teman dari temanku.

Seberapa banyak sms yang engkau terima sampai saat ini……pasti bosan sekali kan?

Tetaplah seperti dulu “D”…….selalu

Perjalanan ini takkan pernah sampai, engkau selalu 00612 km jauhnya di depan “kekonyolan” ini.

Jangan pernah membaca ini “D”

Jangan jiplak tulisan ini “D”

Makanlah yang teratur dan tidur tepat pada waktunya.