Tag: tapi

Gelang Janji…


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (24 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku tahu mencintaimu menyiksa diri

aku sadar merindukanmu mengiris hati

aku pun mengerti melupakanmu meluka jiwa

tapi aku yakin ada cinta yang tumbuh diatas tandus padang hati, meski kadang saling mengingkari

aku tak akan lagi mempertanyakan cintamu

biarlah kenangan berlabuh disamudra bisu

biarkan saja pintu hati mengatup bersama waktu menggulung sepi

kuharus bisa merelakan keputusanmu

karena itu bahagiamu

gejolak hati kini tak lagi meletup untukmu

kerinduan memuncak dititik jauh

aku tak bisa lagi bernyanyi disemenanjung

karena gelang janjimu masih merantai nafasku

berbahagialah kasih…
sebelum aku bahagia

itu pangkal dari tujuan hidupku

sempurnakan mimpimu cinta…
sebelum aku memulai lagi menata mimpi…

‘hatiku ada jelaga bergayut’

Sepi Meruntuhkan Airmata…


Puisi ini ditulis oleh pada
13 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.83 out of 5)
Loading ... Loading ...

heningnya kalbu begitu kelam
memikat gundahnya hati
tarian pilu menyerang dengan
girangnya
tangan ini berusaha
menggapai…
namun semua berpaling dan
meninggalkan…
rintihan bathin kian mengiris
tapi tak ada yang peduli…
Sepi….
Sakit….
rasa itu membuncah
menghancurkan
menenggelamkan asa yang kian
terpuruk
kelumpuhan pada seluruh
bagian otak mulai menumpul
pekikan girang sang kegelapan
menyengat tajam
“Selamat datang dikehidupanku
wahai luka dan nestapa”
naluri terkikis perih asa
perlahan_lahan memudar
isak tangis runtuh berguguran
“Selamat tinggal cinta,,
menepilah bersama gugurnya
airmata”

‘by_lembayung

tavoli allungabili

Surat Pendek Buat Reny


Puisi ini ditulis oleh pada
11 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Adik ku sayang…
Ketika kecil dulu..kau kugendong gendong …
Kemana kusuka..kemana ku mau…
Sekarangpun masih mas inginkan hal seperti itu…
Tapi dlm bentuk lain…
Adikku Sayang….
Saat kita sama dewasa…
Kita sama sibuk dgn urusan masing masing…
Tapi tak pernah lekang sayangku padamu…
…Sekalipun dlm amarahku…

Eko Nuryadi, …..Cimanggis, Depok. November 5, 2010

Nak, Belajarlah Untuk Mengerti Luka


Puisi ini ditulis oleh pada
10 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.83 out of 5)
Loading ... Loading ...

nak, belajarlah untuk jatur lebih dahulu
sebelum kau mengepakkan sayapmu dan membumbung
menjangkau langit yang terus saja kau kejar
untuk sebuah kepuasan akan citamu
.
nak belajarlah untuk sakit
sebelum akhirnya kau terpuruk dan menjadi lemah
sebelum akhirnya kau duduk dan bertekur
dan mengerat menjadi sebuah nestapa
.
bukan untuk hati mengatakan tidak
tapi belajarlah untuk melihat
bukan maksud hati untuk bukan
tapi belajarlah untuk merasakan beban
.
belajarlah untuk mencintai luka
sebelum kau benar benar merasakannya
belajarlah untuk mengerti duka
sebelum kau terbuai dalam suka
.
dan jika kau sudah mengeti apa itu suka dan duka
kepakannlah sayapmu untuk mencoba
rengkuhlah dunia dalam genggaman sayapmu
dan nikmatilah apa yag menjadi inginmu
.
nak, kudoakan untuk kau bisa
menjadi satu dengan dunia
entah itu suka maupun duka
tapi kuharap kau belajar itu semua
.
kudoakan kau bahagia
kudoakan kau sejahtera
kudoakan kan berkarya
dan kudiakan kau membahana
.
nak, hanya itu yang kuminta
tak lebih dari sebuah kata-kata
tapi kuharap benar-benar kau rasa
belajarlah untuk mengerti luka sebelum kau bersuka
.
.
Seto Danu
www.setodanu.com
Batam 08.12.07.20:27

Separuh Jiwaku Pergi…


Puisi ini ditulis oleh pada
12 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

malam kian larut dan bahkan hampir dini

namun mataku masih juga tak mau terlelap panas bukan menahan kantuk tapi bengkak ini membuatku enggan memejamkannya

senja tadi untuk yang kesekian kalinya hatiku terluka

jika cintamu itu nyata untukku kenapa kau mampu lakukan itu

seandainya menyayangmu itu kesalahan,

hukuman apalagi yang akan kau berikan….

suara desir angin dan dengung serangga malam membuatku kian tersudut,,

cekikannya seolah mentertawakan diriku,,,

telah kuberikan cinta pada hati yang ternyata tidak mencintaiku dengan ketulusannya

kubiarkan rinduku tergulung dilembar hatimu yang beku

hingga bias fajar menerobos lewat celah jendela kamarku, silau sinarnya tak kuhiraukan

enggan aku bangkit dari tempat tidurku, kumerasakan bagai kehilangan separuh nyawaku…

madahmu semalam menyisakan duka tak berujung dihati dan jiwaku….

kegamangan makin tak terkendali, sosokmu membiarkanku merasakan kepedihan ini sendiri

engkau acuhkan aku,, diammu membuatku kian tersisih

Cinta……..
sampai kapan kau akan siksa aku dengan sikapmu…?

lihatlah…..
lihatlah….
ini tak hanya goresan luka tapi sayatan yang merobek urat nadi hingga keulu hati

kau tahu bagaimana rasanya….?

sungguh kuingin membencimu dengan cintaku,,

melupakanmu dengan menghapus semua kenangan bersamamu,,

kujuga ingin menarik diri dari hidupmu…

namun bagaimana kubisa….
jikalau separuh hatiku ada dibilah dadamu,,

nafaskupun ada berbaur diurat nadimu…
namun sungguh kebisuanmu tak mengharapkan sosok kehadiranku…..

_lembayung kelam_

Rindu Senyumku…


Puisi ini ditulis oleh pada
12 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

mendung itu berubah menjadi guyuran hujan

rinai bukan saja deras tapi sudah teramat sangat hingga membuat gelap semakin pekat dingin……

yaahh dingin mengigit dikulit ariku yang terbalut selembar kain pemberian bundaku waktu dulu

mimpi apa aku semalam….?

perasaanku menyatakan tak bermimpi yang mengerikan

tapi kenapa disaat mataku terjaga hingga waktu menepi kegerbang senja air mata ini tiada juga reda

seperti tetesan bening diluaran sana

bahagiakah aku dengan cerita itu……

kiranya tak penting buat dipikirkan,,

karena apalah arti bahagia buat diriku yang telah tervonis menjadi teman setia lembar_lembar duka lara

kucari bias senyumku diantara tetes bening dijendela kaca buram

namun hingga jengah menguasai hati dan jiwa semburatnya saja tiada aku kenali…..

Ahh dimana senyumku…..?

aku merindukan senyumku….

aku ingin dan berharap kan mengecapi bahagia selayak mereka….

apakah memang aku tak pantas buat bahagia…..

Wahai Rabby……. dialtar kuasaMU kumenanti satu keajaiban dari sinar kasihMU…….

_Le???????_

Rintihan Kerinduan


Puisi ini ditulis oleh pada
9 April 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Disini tempat kuperpijak dan menari-nari
adalah tempat terindah bagi mereka semua
tapi tidak bagiku
tidak bagiku yang telah kehilangan separuh dari jiwaku

semua seperti gula yang tak terasa manisnya
dan air yang tak menghilangkan rasa haus
hidupku seakan tiada makna
hanyalah sebuah presepsi orang
jika aku bahagia dengan berbagai gemerlap harta
namun sepi dalam batin dan jiwa

Tiada yang mampu untuk mengisi dan menghiasinya
Dia yang tercinta telah jauh pergi
Membawa seribu janji dari bibirnya yang indah

Dia telah bersatu dengan penciptanya
yang meninggalkan aku yang sangat mengharap peluk hangatnya
meninggalkan semua keindahan yang akan aku berikan

aku mencoba tertawa dalam tawaku
mencoba menahan air mata kesedihan yang memilukan
tidakkah aku sadar sayang…
setiap hari aku hanya mampu berbicara dengan sebongkah batu nisan
yang disana terukir indah namamu yang selalu aku indahkan

Pemulung Cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
5 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.86 out of 5)
Loading ... Loading ...

Akulah si pemulung cinta

Ku terbangun bersama mentari
Menyusuri setiap jalan setapak demi setapak bertelanjang kaki
Mencoba Mencari arti dari cinta yang suci
Dari tempat-tempat sampah yang sudah tersembunyi
Tidak untuk kujual, tapi tuk ku simpan sebagai penghias di istana hatiku
Dalam gubuk reot jiwaku

From: MaHaYaNa_CinTa [may_yudhy@xxx]

Cemburu


Puisi ini ditulis oleh pada
28 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 4.10 out of 5)
Loading ... Loading ...

cemburu bagai ular
melilit meracuni
tiap jengkal relung jiwa
mengoyak melecehkan
bukan hanya hati tapi nurani
sebuah harga diri

dan mestikah
aku kuat terus dan terus kuat
sementara jelas dihatimu
aku telah kalah telak
oleh pesona dan harta

janji biarlah janji
aku akan terus menggengamnya
meski panas dan kosong
kuputuskan untuk terus bertahan
sebagai laki-laki
hidup untuk sebuah janji

dan jangan tanya keadilan
karena keadilan adalah milik Tuhan
kita hanya bermodal saling percaya
dan ku akui kini semakin sulit
atas semua yang telah terjadi

cemburu ku akui cemburu
bukan oleh apa yang telah kau serahkan
tapi oleh apa yang kau siratkan
aku takberarti lagi di hatimu di hidupmu
dan itu kau lakukan dengan sadarmu

From: jeffry [Jeffry.donsky2@xxx]

Patah Hati 2


Puisi ini ditulis oleh pada
28 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

remuk redam jiwaku hampa
menangis pilu didalam samudra
meluluh lantakan raga
kedalam kubangan masa,

meski sekarat pastikan kukuat
terus ikuti matahari,
asalkan ada kau, dan percaya
tapi langitku kian pekat

bersama inginmu, tinggalkanku

From: jeffry [Jeffry.donsky2@xxx]