Tag: surga

Memutus Asa


Puisi ini ditulis oleh pada
4 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hiruk tak lagi pikuk
Malam kembali temaram
Sekat senja terus turun, capai tanah dunia
Tak lama muncullah Kirana
Si Cantik yang anggun, gemulai nan bercahaya
Terbangun ia dari lelapnya
Keluar menyambut bintang-bintang Surga

Kakiku terus berjalan
Pulang ke haribaan
Hatiku pun lelah, lemah mengucap pasrah
Mengejar mimpi usai sudah

Alice Ayu [ayu.adiningrum@xxx.com]

Ketika nafsu bicara


Puisi ini ditulis oleh pada
24 February 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ketika nafsu bicara
Maka telinga mana pun takkan mampu mengingkarinya
Terlalu merdu ia bernyanyi
Membujuk merayu memasuki lembah dosa
Tak ada pertahanan yang mampu meredamnya
Bahkan iman pun tertinggal di belakang
Tiap sentuhan menyalakan kobaran api
Tiap tarikan nafas mengungguli rasio dan harga diri
Tiap kecupan menjanjikan berjuta imajinasi
Tiap bisikan menyimpan sedikit arti tersembunyi
Dan aroma tubuhmu yang menyeruak memasuki penciumanku
Menciptakan sebentuk surga yang fana dalam khayalku
Mengalirkan airmata yang bisu dalam hatiku
Karena bagaimanapun aku menyadari hal itu
Bahwa cinta dan nafsu tak akan pernah bisa sejalan
Tak ada cinta yang bisa dibeli dengan seonggok nafsu
Tak ada hati yang luluh hanya oleh sebuah ciuman mesra
Dan tak ada penghiburan dari rasa hampa
melalui suatu pengorbanan harga diri yang tercela

mengakhiri kisah ini untuk yang terbaik


Puisi ini ditulis oleh pada
15 November 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (20 votes, average: 4.40 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat ku berjalan menyusuri waktu yang lalu

tak ada kata maupun sapa

seperti pula mendung kelabu yang merebak dalam hidupku

pilihannya adalah menangis dalam hujan

atau tertawa saat pelangi hadir

hujan akan berlalu

demikian kisah ini

ini adalah yang terbaik

kita sudah berbeda

kau malaikat sempurna

dan aku hanya seorang pangeran kelana

jika Surga adalah rumahmu

maka pergilah ke Surga

carilah seorang Malaikat pula sepertimu

jika Bumi dan tanah adalah pijakanku

maka aku akan berakhir dengan kematian

tak sempurna dan tak abadi

aku hanya seorang manusia

selalu salah dan berdosa

ingatlah wahai Malaikat yang pernah meratu dihatiku

pernah kamu memijakan kaki ke tanah

dan aku jatuh cinta denganmu

bukan sebuah makna

melainkan bahasa kita berbeda

bahasa kalbumu terlalu dalam

aku tak akan menyalahkan siapapun

yang pernah menyiksaku

karena aku mencintaimu dan salah

semua terserah padamu

tak bisa memaafkan aku

tak bisa lagi menjadikanku sahabat

tak nyaman lagi dgnku, seperti yg kau katakan

tak apa, aku anggap fair

dengan apa yang telah aku sakitimu

aku tak akan mengganggumu lagi

jangan salahkan siapapun

jika aku hanya mencintaimu

hidup sendiri tak ingin cinta

hanya menantimu

jangan salahkan siapapun pula

jika suatu saat manusia serupa malaikat

hadir dalam hidupku

menyempurnakan aku

dia bukan kamu

kamu ingin salahkan

Dia, Yang memberi dan menghentikan nafas??

masa depan itu buram

ada sebuah titik disana

itu takdir

takdir tidak mesti apa yang menjadi harapan dan cita2 kita

tapi itu selalu menjadi yang terbaik

seharusnya kamu bahagia

aku mengkhiri ini

seharusnya kamu senang

aku mengakhiri ini

seharusnya kamu berhenti membicarakan ttg kisah ini

itu yg membuatmu kelam

dan kini kuyakini

aku bukan yang terbaik

dan kamu bukan untukku

hiduplah sewajarnya

ikuti kata hati

bernafas, melihat, mendengar, bicara, dan merasakan

satu diantaranya harus kamu lakukan

kau tahu mengapa pelangi itu indah??

karena warnanya?

karena bentuknya?

bukan itu

karena dia hadir ketika hujan berhenti

seperti itu pula aku mengakhiri ini semua

selamat tinggal

bukalah lembaran barumu

selalu berdoa untukmu…

aku hanya ingin kamu tersenyum sekarang..

:)

Kamu


Puisi ini ditulis oleh pada
4 August 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku mencintaimu manusia
Terkadang melebihi cintaku kepada sang pencipta
Walau kau jauh dari sempurna
Dan kau bukanlah penguasa alam semesta

Ku mencintaimu
Karena kau menemani hidupku
Karena kau mengerti aku
Karena aku dari tulang rusukmu

Akankah kita selamanya
Bertemu di surga setelah di dunia
Inginku merasakannya

Mari pasanganku kita berkemas
Benahi puasamu
Rapihkan shalatmu
Siapkan zakatmu
Lantunkan Qur’anmu
Masukkan semua itu dalam koper amalmu

Cepat sayangku lakukan sekarang
Agar tidak tertinggal golongan kanan

Puisi Kiriman dari Nurul

Perempuan di Atas Perempuan


Puisi ini ditulis oleh pada
4 August 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dimana perempuanku diantara seribu perempuan…
akankah dia muncul dengan senyum seindah mentari timur…

Dimana perempuanku diantara sejuta perempuan akankah dia datang menyapaku dengan keceriaan pucat pasi embun pagi…

Dimana perempuan belahan jiwaku
yang seperti bidadari…
menari-nari dipelupuk mata

Dimana perempuan jantung hatiku yang membawa kedamaian surga
jalan menuju keabadian-NYA

Dimanakah perempuanku diantara ilalang yang bergoyang…
menghembuskan sepoi angin berlagu merdu
menidurkanku di teriknya hati

Dimana perempuanku diantara wangi kembang senja…
begitu harum…
menyeruak diantara kegalauan jiwa

Dimana perempuanku…
perempuan pelantun melodi cintaku…
yang meniliskan cerita
hitam dan putih hidupku

Dimana perempuanku
PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dengan tutur halus
bangunkanku dari belenggu mimpi
oh…
ternyata disini perempuanku
perempuan dari rajut benang sutera emas
begitu indah…
meskipun seutas talinya telah putus

PEREMPUAN DIATAS PEREMPUAN
dialah perempuanku
Anggun…
Sang Bidadari surga

Puisi kiriman dari Deddy Kusuma Wardhana

http://akudeka.page.tl

Mazhab cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
26 March 2008 dengan 4 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 4.70 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata
begitulah cinta,

menempuh gelombang adiwarna
bagai cemeti bergelatar di dada
begitulah cinta,

menempuh puncak puncak dosa
bagai jamuan yang datang dari surga
begitulah cinta,

wahai layla,
jadilah bumi dan aku matahari
kemudian diam dan berhenti

biarkan matahari yg mengitari bumi
karena aku bersaksi bahwa bumi adalah pusat semesta
bukan perkataan dungu yg berbicara matahari sebagai pusat semesta

kata ibrahim pada namrudz
terbitkanlah matahari dari barat
tak mungkin matahari diam

matahari tak dapatkan bulan
malam tak dahului siang
tak mungkin matahari diam

Eli katakan dalam kalam
Eli takdirkan mereka miliki garis edar
mungkinkah matahari diam?

wahai layla,
jadilah matahari dan aku bumi
rasuki amarah dan diamlah

wahai layla
jangan ragukan cintaku pada layla
tapi boleh kau ragukan cintaku pada Dia

wahai layla,
dirimu lebih dari secawan arak
biar, biar, biar kuanggap ini nira

ragaku hitam dan kini dihuni setan
meminta tumbal jiwa jiwa yg haus
melahap dosa dengan rakus

begitulah cinta……

ku tukar darussalam dengan layla
kubenamkan diri dalam dosa

begitulah cinta……

biar darussalam menjadi milik yang lain
tapi jangan jadikan cinta ini milik yg lain

begitulah cinta…….

ingin dicintai-Nya
tapi kuberikan cintaku pada layla

kuminta kasih-Nya
tapi kuberikan kasihku pada layla

jiwaku kosong tanpa layla
tapi pesta pora tak ada Dia di dada

cintaku nisbi
matikan syaraf dari rambut sampai ke jari kaki

ku pilih rasa rindu yg menyesakan dada
bukan rasa rindu yg menenangkan jiwa

kupilih rasa gelisah karena takut kehilangan layla
bukan gelisah memikirkan kumiliki neraka atau syurga

kupilih rasa amarah karena diabaikan layla
bukan amarah karena hidup tak sesuai dengan rencana sang pencipta

begitulah cinta……

bercerita tentang rasa
sengaja tak kubawa di dunia nyata