Tag: semangat anak muda

Penjara Hati


Puisi ini ditulis oleh pada
16 June 2010 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.38 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku..
entah dimana aku berada…
masih terpejam..
namun berdiri tegar..
sedikit terhuyung..

berjalan pada suatu ruang..
dengan mata terpejam..

terdengar suara gaduh..
disekelilingku..
mereka mencemooh.
mereka tak menerimaku..

perlahan aku membuka mataku..
dari pejamnya gelap..

penjara…
yang kulihat..

aku terkadang muak..
apa yang salah dengan diriku..??
aku bukan pembunuh..
aku bukan pencuri..

setidaknya mereka menjatuhi hukuman kepadaku..
sebagai orang Bajingan..
membunuh seseorang yang aku cintai..

aku Shock..

aku diberinya sebuah sel kecil..
hanya ada kasur.. dan jeruji besi..

perlahan aku rebahkan tubuhku..
di kasur berbau keringat..
entah siapa yang pernah tidur disini sebelum aku..

dengan sarat luka dan penuh tanya..

sekelibat..
aku melihat goresan tangan di tembok..
ada nama..
ada teriakan..
ada gambar laki2 dan perempuan yang sedang menikmati persetubuhan..

2 bulan lamanya..
aku membiasakan semua yang terjadi..

bila malam tiba..
itu yang kutakutkan..
aku mengenal seseorang..
bernama Hujan..
berparas keras…
tak mengenal kasih..

jika sudah 12 malam..
sipir hanya membuka pintu selku..
dan dia datang memukuliku..
hingga aku tak bisa merengek lagi..

dia hanya bilang..
sebagai penyambutan yang meriah untukku..

entah sampai kapan aku diperlakukan seperti itu..

aku terasing di penjara ini..
aku makan jika diijinkan
aku tidur jika diijinkan
aku buang tai jika diijinkan..
aku kencing jika diijinkan

saat istirahat..
aku mencoba berjalan di lapangan…
yang penuh dengan Bajingan…

aku melihat seseorang..
berkacamata..
dia melihatku..
entah apa yang ia pikrkan..

aku mencoba mendekatinya..
dan memulai pembicaraan untuk pertama kalinya…

“hai..”
dia hanya terdiam,.
sibuk dengan rokok yang menyelip diantara bibirnya..

dan aku terdiam..
duduk disampingnya,.

“kau Cakrawala kan?? yang membunuh orang yang km cintai.. ”
dan aku menatap wajahnya dan menjawab..
“iya aku cakrawala, tapi aku bukan pembunuh..”
“hahaha,,” dia tertawa…
“asal kau tahu, penjara disini tak ada yang bersalah satupun”
aku hanya terdiam dia berkata seperti itu..
“namaku Bintang, tertuduh pula sepertimu.., nikmatilah anak muda”

terlihat senyumnya yang sinis..
dan asap yang menyembul..
saat aku meninggalkannya sendiri..

3 bulan berlalu..
tak ada yang berubah..
aku masih perih,,
apalagi saat malam tiba..
ketakutan lgs merebak..
lebam dan bilur masih membekas di dadaku..

aku mulai mencari jalan agar Hujan tak datang lagi padaku..

aku mulai menyelipkan garpu makan di celanaku..
tau2 dia datang malam ini..
kugorok dia dengan garpu ini..

tapi kupikir panjang..
jika aku lakukan..
sipir akan memperpanjang masa ku di penjara..
karena pembunuhan di penjara..
atau bahkan aku dibunuh,..

benar2 otakku,.. diluar akal sehat..
aku sudah tak peduli..
10 tahun 40 tahun atau mati disini..
sudah sama saja,.

dan malam itu aku rebahkan tubuhku..
dan masih mengnggengam garpu..

dan dia datang..
dan kulakukan..
ku gorok lehernya..
darah keluar dengan derasnya,,
aku baru pertama kalinya melihat darah yang seperti itu..

dan resiko yang kutakutkan terjadi..
para sipir masuk..
dan memukuliku..
hingga aku tak sadarkan diri..
2 minggu lamanya..

aku sadarkan diri..
di kasur rumah sakit di penjara itu..
buramnya mataku..
aku melihat ada seseorang disampingku..
kunyatakan diriku..
dia Bintang..

“Hei.. selamat datang kawan.. yg kudengar kau akan dijatuhi hukuman 30 tahun di penjara ini..”
dan dia tertawa…
aku hanya membalikan tubuhku dan sedih,,

esoknya aku kembali ke selku..
aku mendapati 1 slop rokok..
dan diberinya surat..
yg mengatakan..
“sebagai rasa terima kasih kami… salam Bintang”

dan aku mencoba menghisap pertama kalinya rokok..
hum.. melayang..

dan aku mengenal yang bernama Angin..
seseorang tua yang telah 60 tahun di penjara ini..
dia diperkerjakan sebagai koki di penjara ini..

saat istirahat.. di tanah lapang.. yang terkurung..
dia mengatakan padaku..
“entah aku tak tahu.. nantinya jika aku bebas… aku sungguh takut.. semua tak menerimaku..
dan aku lebih berguna di penjara ini.. aku lebih baik berada di penjara ini.. seumur hidupku”

dan Bintang menyahut
“awalnya kau tak akan terima.. namun perlahan kau terbiasa.. dan tak ingin lagi keluar dari penjara ini
inilah mengapa aku menyebut penjara ini.. “Rumah”..”

entahlah,, aku belum bisa menerima pernyataan itu.

2 tahun berlalu..
Angin telah habis masanya di penjara ini..
dia bebas..

3 minggu kemudian..
aku mendapati suratnya yg dikirimkan kepadaku…
dia mengatakan

“hai.. anak laki-laki.. ketika aku menginjakan kaki kembali di kenyataan..
aku melihat manusia semakin banyak..
dibandingkan waktu pertama aku masuk ke penjara itu.. hari2 ku penuh dengan ketakutan yang
sangat menyeramkan.. aku tak dapat tidur malam.. terkadang aku berfikir, apa aku harus membunuh
seseorang.. agar aku masuk ke penjara itu.. tapi umurku terlalu tua dan kurasa cukup untuk melakukan
keonaran.. aku lebih memilih membeli tali tampar 2 meter.. dan membebatkan di leherku.. senang bisa
berkenalan denganmu.. Aku Angin kawanmu..”

dan aku terdiam.. dan menyerahkan surat itu ke Bintang.. agar dia membacanya pula…

“Hei Cakrawala.. setelah kau akan bebas kau ingin kemana??”

“Pantai Heaven.. kata orang.. laut itu tak memiliki kenangan.. aku hanya ingin kesana.. membuat
restoran di pinggir pantai.. berkawan nelayan.. saat menangkap ribuan ikan.. ada senyumnya yang
bersyukur puas… bagaimana denganmu Bintang?? aku membutuhkan orang sepertimu.. mungkin
kau mau bekerja denganku”

“tak ada.. mungkin aku akan berakhir seperti Angin..”

“kau tak memiliki harapan..?? apalah artinya hidup tanpa mimpi.. kenyataan memang pahit.. dan kau
harus menyatakannya dengan semangat dan terus berjuang..”

“apa yang bisa diperjuangkan Cakrawala?? .. lihatlah tembok tebal itu… dan ketakutan di balik tembok
itu..”

“suatu saat.. pergilah ke Baven Hill..
ada pohon beringin..
disitu tempat pertama kalinya aku menyatakan cinta pada Malaikat
temukan pohon yang berukir hati.. dan di bawahnya.. aku memendam sesuatu… itu untukmu..”

sekelibat tanya dalam pikiran Bintang
dan aku mencurangi kenyataan..

4 tahun lamanya aku mempersiapkan..
lari dari penjara ini..
malam itu..

lewat gorong2 pembuangan tai…
aku merangkak keluar dari penjara ini..
kau tak kan tahu..
bagaimana baunya..
bagaimana jijiknya..

300 meter panjangnya..
hingga aku keluar..
dan menceburkan diri… di sungai..

dan aku berteriak..
sekeras mungkin..
spuas2ku berteriak..
aku bebas…

dan memulai perjalanan panjang ke Pantai Heaven…
dan aku memulai hidupku yang baru disana..
berkawan nelayan
berteman laut
bersahabat dengan senja…

5 tahun berlalu..
aku telah memiki sebuah restoran..

dan aku berada di kursi yang aku suka..
di pinggir pantai Heaven…

perlahan aku mendengar..
jejak menjejak di pasir putih..

dan dia menyapaku…

“Cakrawala… ”
dan aku tersenyum dia Bintang kawanku…
dan aku memeluknya..
aku merindunya…