Tag: sehat

Hidup Itu Indah


Puisi ini ditulis oleh pada
4 October 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (18 votes, average: 4.17 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pertama kalinya aku hadir di dunia ini…

Aku tak mengerti apa-apa..

Lemah, dan sungguh rentan..

Tak ada impian dan harapan..

Menitipkan jiwa raga pada dua insan…

Rengekan tangisku menginginkan sesuatu..

Terkadang mereka tak mengerti apa yang kuhendaki..

Dengan hangat mereka menjagaku..

Dengan sejuta impian mereka, kelak aku mampu membanggakan mereka..

Perlahan aku mulai mengerti..

Bahasa mereka, kelakuan mereka,..

Entah saat mereka mendengar aku berkata “mama.. papa” yg mereka ajarkan padaku

Ada kebahagian tersendiri disana..

Dipegangnya tanganku, dan mencoba berdiri..

Dari merangkak, aku mulai terbiasa menggunakan kedua kakiku..

Dan perlahan pula aku mampu berjalan seperti mereka..

Aku berjalan dan berlari mendapatinya..

Seumur biji kacang tanah..

Aku mulai mengerti..

Aku berada dimana, dan siapa mereka..

Entah jika tak ada mereka, aku seperti apa..

Diberinya aku sebuah pemikiran baru..

Diajarkannya aku ada impian yang harus dituju..

Dimasukinya pikiranku akan hal-hal yang baru..

Waktu itu aku menjawab “ingin seperti dia” (sambil menunjuk kartun televisi)

Perlahan aku cukup besar..

Kini impian nyata itu ada..

Dan dalam meraih impian itu, aku harus melanjutkan perjalanan yang panjang..

Perjalanan yang harus aku ketahui, bahwa pengetahuan yang tak ada batasnya..

Hari berlalu demikian cepatnya..

Aku mendapati diriku..

Dengan raga yang dewasa,,

Aku mulai merasakan, mengartikan sebuah cinta…

Cinta pertama..

Membuatku mengerti kertas dan pena..

Menuliskan sebuah bait kata yang indah..

Yang menjelma sebuah gambaran diri, wanita yang kupuja..

Cinta pertama..

Membuat tanganku, memelodykan syair..

Menjadikannya sebuah lagu yang merdu dan indah..

Cakrawala senja pun menjadi temanku satu-satunya..

Perlahan,..

Ada benci, ada pertengkaran, ada perselisihan..

Yang membuatku kehilangan akal sehatku..

Aku membutuhkan seseorang untuk bicara..

Tuhan nampak dekat sekali denganku..

Aku bicara dengan Dia dalam hening doa..

Tentang sejuta impian dan jawaban setiap pertanyaan..

Dijawabnya dengan lantang dan misteri,..

Datang seseorang..

Dia hadir saat aku putus asa..

Dia menopangku saat aku terjatuh..

Namun itu bukan cinta, tetapi itu dinamakan persahabatan…

Persahabatan..

Ibarat satu pohon yang hidup di tengah padang gurun, peluh dan sesak..

Mendabakan hujan, namun hujan tak akan pernah hadir..

Angin datang dengan kesejukan alami, menghapus keringat sang pohon..

Persahabatan..

Ibarat kertas yang bertuliskan kepercayaan, ketulusan dan pengorbanan..

Jika kertas terbakar, tersobek, dan basah..

Maka semuanya sirna, bahkan bisa lebih buruk, membakar yang lainnya..

Ya, kembali aku mendapati diriku..

Mempelajari apa yang terjadi..

Cinta itu adalah sebuah kehidupan..

Ada denyut, bernafas, berfikir, mendengar, melihat, dan merasakan..

Cinta itu adalah perasaan dan logika yang bersatu..

Ada kesabaran, ketulusan, kepercayaan,

Tak pernah menghitung kesalahan dan slalu memaafkan..

Dan besarnya cinta, kau akan tahu saat akan kehilangan..

Ibarat cawan anggur..

Yang disetiap tetesannya mampu menghidupkan semua yang telah mati..

Yang disetiap tenggukannya mampu mengenyangkan perutmu, dan tak pernah lapar lagi..

Yang disetiap aromanya mampu mengubah semua yang buruk menjadi lebih baik..

Ada sebuah pelajaran tersendiri..

Saat aku harus kehilangan..

Itu yang dinamakan keikhlasan..

Sulit sesulit mencengkeram bintang di langit..

Keikhlasan bukan hanya melepaskan sesuatu..

Melainkan penuh pengorbanan, dan tulus..

Menghempaskan impian ke tanah, dan bermimpi kembali..

Aku harus melakukan itu untuk yang terbaik..

Namun sesuatu yang terbaik bukan berarti sesuatu yang sempurna..

Namun sesuatu yang terbaik bukan berarti sesuati yang seperti impian kita..

Sesuatu yang terbaik adalah jawaban suci dari Tuhan..

Adalah sebuah titik dan sebuah takdir..

Kembali aku mendapati diriku sendiri..

Setelah semua yang telah terjadi..

Aku lahir, belajar, bermimpi, bercinta dan bersahabat..

Aku sakit, bahagia, tertawa, menangis..

Selayaknya hidup itu indah..

Tuhan menjawab setiap pertanyaan kita.

Tak selalu seperti yang kita impikan, melainkan yang terbaik..

Doa dan berjuang adalah sebuah pondasi, karena keyakinan adalah awal dari sebuah perjuangan..

Jika memiliki impian, pegang dan jangan pernah lepaskan..

Tak cukup puas dengan hanya merasakan pasir pantai di kakimu..

Kau harus mampu mendengar ombaknya, merasakan hangat Cakrawala senja..

Melihat burung laut yang bersautan, dan buih putih di batasan pantai..

Dan jika impian itu harus sirna..

Ada yang sulit, namun kau harus lakukan..

Untuk yang terbaik..

Keikhlasan..

Hingga suatu saat kau akan mengatakan pada dirimu..

“aku sungguh Bahagia.. Syukur pada Tuhan..”

Penjara Hati


Puisi ini ditulis oleh pada
16 June 2010 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.38 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku..
entah dimana aku berada…
masih terpejam..
namun berdiri tegar..
sedikit terhuyung..

berjalan pada suatu ruang..
dengan mata terpejam..

terdengar suara gaduh..
disekelilingku..
mereka mencemooh.
mereka tak menerimaku..

perlahan aku membuka mataku..
dari pejamnya gelap..

penjara…
yang kulihat..

aku terkadang muak..
apa yang salah dengan diriku..??
aku bukan pembunuh..
aku bukan pencuri..

setidaknya mereka menjatuhi hukuman kepadaku..
sebagai orang Bajingan..
membunuh seseorang yang aku cintai..

aku Shock..

aku diberinya sebuah sel kecil..
hanya ada kasur.. dan jeruji besi..

perlahan aku rebahkan tubuhku..
di kasur berbau keringat..
entah siapa yang pernah tidur disini sebelum aku..

dengan sarat luka dan penuh tanya..

sekelibat..
aku melihat goresan tangan di tembok..
ada nama..
ada teriakan..
ada gambar laki2 dan perempuan yang sedang menikmati persetubuhan..

2 bulan lamanya..
aku membiasakan semua yang terjadi..

bila malam tiba..
itu yang kutakutkan..
aku mengenal seseorang..
bernama Hujan..
berparas keras…
tak mengenal kasih..

jika sudah 12 malam..
sipir hanya membuka pintu selku..
dan dia datang memukuliku..
hingga aku tak bisa merengek lagi..

dia hanya bilang..
sebagai penyambutan yang meriah untukku..

entah sampai kapan aku diperlakukan seperti itu..

aku terasing di penjara ini..
aku makan jika diijinkan
aku tidur jika diijinkan
aku buang tai jika diijinkan..
aku kencing jika diijinkan

saat istirahat..
aku mencoba berjalan di lapangan…
yang penuh dengan Bajingan…

aku melihat seseorang..
berkacamata..
dia melihatku..
entah apa yang ia pikrkan..

aku mencoba mendekatinya..
dan memulai pembicaraan untuk pertama kalinya…

“hai..”
dia hanya terdiam,.
sibuk dengan rokok yang menyelip diantara bibirnya..

dan aku terdiam..
duduk disampingnya,.

“kau Cakrawala kan?? yang membunuh orang yang km cintai.. ”
dan aku menatap wajahnya dan menjawab..
“iya aku cakrawala, tapi aku bukan pembunuh..”
“hahaha,,” dia tertawa…
“asal kau tahu, penjara disini tak ada yang bersalah satupun”
aku hanya terdiam dia berkata seperti itu..
“namaku Bintang, tertuduh pula sepertimu.., nikmatilah anak muda”

terlihat senyumnya yang sinis..
dan asap yang menyembul..
saat aku meninggalkannya sendiri..

3 bulan berlalu..
tak ada yang berubah..
aku masih perih,,
apalagi saat malam tiba..
ketakutan lgs merebak..
lebam dan bilur masih membekas di dadaku..

aku mulai mencari jalan agar Hujan tak datang lagi padaku..

aku mulai menyelipkan garpu makan di celanaku..
tau2 dia datang malam ini..
kugorok dia dengan garpu ini..

tapi kupikir panjang..
jika aku lakukan..
sipir akan memperpanjang masa ku di penjara..
karena pembunuhan di penjara..
atau bahkan aku dibunuh,..

benar2 otakku,.. diluar akal sehat..
aku sudah tak peduli..
10 tahun 40 tahun atau mati disini..
sudah sama saja,.

dan malam itu aku rebahkan tubuhku..
dan masih mengnggengam garpu..

dan dia datang..
dan kulakukan..
ku gorok lehernya..
darah keluar dengan derasnya,,
aku baru pertama kalinya melihat darah yang seperti itu..

dan resiko yang kutakutkan terjadi..
para sipir masuk..
dan memukuliku..
hingga aku tak sadarkan diri..
2 minggu lamanya..

aku sadarkan diri..
di kasur rumah sakit di penjara itu..
buramnya mataku..
aku melihat ada seseorang disampingku..
kunyatakan diriku..
dia Bintang..

“Hei.. selamat datang kawan.. yg kudengar kau akan dijatuhi hukuman 30 tahun di penjara ini..”
dan dia tertawa…
aku hanya membalikan tubuhku dan sedih,,

esoknya aku kembali ke selku..
aku mendapati 1 slop rokok..
dan diberinya surat..
yg mengatakan..
“sebagai rasa terima kasih kami… salam Bintang”

dan aku mencoba menghisap pertama kalinya rokok..
hum.. melayang..

dan aku mengenal yang bernama Angin..
seseorang tua yang telah 60 tahun di penjara ini..
dia diperkerjakan sebagai koki di penjara ini..

saat istirahat.. di tanah lapang.. yang terkurung..
dia mengatakan padaku..
“entah aku tak tahu.. nantinya jika aku bebas… aku sungguh takut.. semua tak menerimaku..
dan aku lebih berguna di penjara ini.. aku lebih baik berada di penjara ini.. seumur hidupku”

dan Bintang menyahut
“awalnya kau tak akan terima.. namun perlahan kau terbiasa.. dan tak ingin lagi keluar dari penjara ini
inilah mengapa aku menyebut penjara ini.. “Rumah”..”

entahlah,, aku belum bisa menerima pernyataan itu.

2 tahun berlalu..
Angin telah habis masanya di penjara ini..
dia bebas..

3 minggu kemudian..
aku mendapati suratnya yg dikirimkan kepadaku…
dia mengatakan

“hai.. anak laki-laki.. ketika aku menginjakan kaki kembali di kenyataan..
aku melihat manusia semakin banyak..
dibandingkan waktu pertama aku masuk ke penjara itu.. hari2 ku penuh dengan ketakutan yang
sangat menyeramkan.. aku tak dapat tidur malam.. terkadang aku berfikir, apa aku harus membunuh
seseorang.. agar aku masuk ke penjara itu.. tapi umurku terlalu tua dan kurasa cukup untuk melakukan
keonaran.. aku lebih memilih membeli tali tampar 2 meter.. dan membebatkan di leherku.. senang bisa
berkenalan denganmu.. Aku Angin kawanmu..”

dan aku terdiam.. dan menyerahkan surat itu ke Bintang.. agar dia membacanya pula…

“Hei Cakrawala.. setelah kau akan bebas kau ingin kemana??”

“Pantai Heaven.. kata orang.. laut itu tak memiliki kenangan.. aku hanya ingin kesana.. membuat
restoran di pinggir pantai.. berkawan nelayan.. saat menangkap ribuan ikan.. ada senyumnya yang
bersyukur puas… bagaimana denganmu Bintang?? aku membutuhkan orang sepertimu.. mungkin
kau mau bekerja denganku”

“tak ada.. mungkin aku akan berakhir seperti Angin..”

“kau tak memiliki harapan..?? apalah artinya hidup tanpa mimpi.. kenyataan memang pahit.. dan kau
harus menyatakannya dengan semangat dan terus berjuang..”

“apa yang bisa diperjuangkan Cakrawala?? .. lihatlah tembok tebal itu… dan ketakutan di balik tembok
itu..”

“suatu saat.. pergilah ke Baven Hill..
ada pohon beringin..
disitu tempat pertama kalinya aku menyatakan cinta pada Malaikat
temukan pohon yang berukir hati.. dan di bawahnya.. aku memendam sesuatu… itu untukmu..”

sekelibat tanya dalam pikiran Bintang
dan aku mencurangi kenyataan..

4 tahun lamanya aku mempersiapkan..
lari dari penjara ini..
malam itu..

lewat gorong2 pembuangan tai…
aku merangkak keluar dari penjara ini..
kau tak kan tahu..
bagaimana baunya..
bagaimana jijiknya..

300 meter panjangnya..
hingga aku keluar..
dan menceburkan diri… di sungai..

dan aku berteriak..
sekeras mungkin..
spuas2ku berteriak..
aku bebas…

dan memulai perjalanan panjang ke Pantai Heaven…
dan aku memulai hidupku yang baru disana..
berkawan nelayan
berteman laut
bersahabat dengan senja…

5 tahun berlalu..
aku telah memiki sebuah restoran..

dan aku berada di kursi yang aku suka..
di pinggir pantai Heaven…

perlahan aku mendengar..
jejak menjejak di pasir putih..

dan dia menyapaku…

“Cakrawala… ”
dan aku tersenyum dia Bintang kawanku…
dan aku memeluknya..
aku merindunya…

sahabatku


Puisi ini ditulis oleh pada
13 January 2009 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (31 votes, average: 4.48 out of 5)
Loading ... Loading ...

sahabatku

meletakkan aku dengan nyaman di sisinya

ia tak menuntutku membicarakan setumpuk hal bersamanya

atau melakukan sejuta jadwal dengannya

ia tak memintaku melakukan hal yang diinginkannya

ia juga tak menghakimiku untuk salahku

duduk diam di sisinya pun cukuplah

karena hati berbicara

tak perlu mulut berbuih untuk semarakkan waktu

karena waktu tetap istimewa jika aku dengannya

aku tak perlu menutupi hatiku

menebarkan senyum untuk lukaku

aku tak perlu dengar sejuta penghiburan dan nasehat

dekatnya dalam diam cukup mengobati hatiku

aku tidak butuh gaun yang berkilauan

atau bertumpuk-tumpuk emas

hanya untuk mempertahankan sahabatku

ia akan tetap duduk menemaniku dalam diamku

menikmati senja denganku

walau bukan sofa yang empuk mengalasi duduknya

karena ia sahabatku

kadang aku bertanya dalam hatiku

sudahkah aku menjadi sahabatnya?

sudahkah aku mengenal hatinya

hingga dalam diam pun aku tahu ia bicara

bahwa kami adalah sahabat

ia sahabatku

no title


Puisi ini ditulis oleh pada
3 September 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.21 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kutatap binar mata kebahagiaanmu

Aku bersyukur…,karena bahagiamu adalah harapan dalam setiap bait do’aku

Kulihat senyum manismu…

Aku bersyukur…,karena senyummu adalah harapan yang selalu ingin kulihat

Kunikmati nanar cahaya auramu

Aku bersyukur…,karena auramu menunjukkan kesehatan baikmu

Mungkin aku hanyalah seorang……..yang tak mampu memberi sesuatu yang berarti bagimu

Aku sadari…

Aku hanyalah mahluk lemah yang penuh dengan segala keterbatasan

Terlalu banyak kelemahan tuk diungkap

Terlalu banyak kekurangan tuk diceritakan

Aku hanyalah sepenggal cerita dari untaian sejarah panjang

Aku hanyalah orang yang memiliki mimpi…

…ya…mimpiku adalah melihatmu bahagia selalu

Aku memang memiliki banyak sejuta mimpi

Tapi aku tak bisa wujudkan mimpi apapun yang terbaik untukmu…

Maafkan aku…

…kecuali sepenggal kenangan yang bisa kau simpan di pigura hatimu…

Itulah potret kenangan yang masih kumiliki…

…dan selalu tersimpan rapi di dalam hati

Tak banyak cerita yang bisa ku ungkap

Karena kau telah tau….

…dan kau adalah bagian dari alur cerita itu sendiri

Mungkin kau tidak mengerti….

Dan ketidakmengertian itu sendiri adalah cerita yang penuh arti

Tidak perlu kita bertanya maksudnya….

…karena maksud hanya bisa dipahami dengan hati

Jangan pernah ada kepedihan di balik senyum indah

Jangan pernah ada duka di saat kau gengam erat sebuah tangan

Tidak pernah ada asa yang membiru…

Tidak pernah ada rasa yang terkubur…

Karena asa dan rasa itu kan tetap ada tuk selamanya

Ya…selama ada bunga mekar yang tumbuh di ladang hati

Kulihat seberkas cahaya bahagia menghampirimu

Aku bersyukur….

Karena perahu perjalananmu akan menemukan dermaga hidupmu

Kau tak perlu berlari lagi…

Karena nun jauh disana ada dermaga yang selalu menantimu

Kau tak perlu merasa lelah…

Karena di tengah lelahmu banyak sinar yang kan memberi kehangatan hidupmu

Aku di sini hanya bisa berdiri…

Mengenang sejuta rindu yang menggebu

Seraya berdo’a di ujung cakrawala senja

Memanjatkan sejuta harap tuk bahagia…bahagia…dan bahagiamu

Maafkan atas segenap khilafku selama ini

…dari setiap kata yang tertoreh di dunia maya

…dari setiap kalimat yang meluncur bak selancar di ujung samudera

Aku tahu semua kebaikan dan ketulusanmu

…maka akupun bersimpuh tuk berterima kasih atas semuanya

Dariku…

yang selalu menyayangimu…..

NOT


Puisi ini ditulis oleh pada
18 July 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku berjalan di beberapa penggalan.
Tak menyisakan apa apa.
Tak kukenali harummu yang khas itu.
Hanya tinggi rendah tepian batu yang kudapati.
Aku kembali ke awal dan berjalan lagi.
Kali ini aku punya niat.
Kujejaki satu anak tangga dengan penuh konsentrasi.
Kuhapalkan keadaan kanan kiri.
Hitam, titik, atau bendera yang beradu.
Aku coba mengatur detakku serupa jantung.
Sedikit ilmu kumuntahkan dibawahnya.
Merasakan beberapa detik bunyi nyaring berlari.
Kuikuti terusannya.
Kini teramat ke atas dan meloncat jauh. Seperti kodok kodok madagaskar yang lincah dan sehat.
Di tiang atas aku berlagak.
Lalu kurangkai jejakku terdahulu.
Coba resapi dalam dalam.
Didepan tak ada jalan.
Aku terheran karena lubang menganga.
Kujatuhkan fikirku kesana tanpa raga.
Hasilnya nihil.
Detakku kembali berlagu.
Sedikit waktu aku minum jamu.
Ambil botol dan wafer kering.
Ini belum satu penggal.
Hanya satu yang kutahu.
Dengung panjang tak berarti pulang.

 

Kiriman dari: Koedankhatha (ndranezia@..)

……………………


Puisi ini ditulis oleh pada
8 April 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

apa yang terbangun bertahun-tahun: hampa

kebutuhan hidup menjelma iblis

mencipta tanduk setiap kepala

di deru senja berlari percepat kelam

menemu pangkal kehidupan

mengendap emosi memadat alam materi

berdiri pula takdir mendadu nasib

ditarik seluruh

dengan penjaga surga bercengkrama

sungguh manis kutukan ini

kulabuhkan akal sehat

tuk sepenuh hati terima:

keringat adalah air mata

air mata adalah air darah

…………………………………

………..…………….jangan bujuk lagi aku

mana racun yang ingin aku tenggak?!

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia


Puisi ini ditulis oleh pada
4 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!
Berhentilah mencari Ratu Adil!
Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

Wahai, penguasa dunia yang fana!
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?
Apakah masih akan menipu diri sendiri?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.

======
Sajak ini dibuat di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1998 dan
dibacakan Rendra di DPR pada tanggal 18 Mei 1998

Nasehat Cinta,


Puisi ini ditulis oleh pada
20 February 2008 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 3.80 out of 5)
Loading ... Loading ...

Setia terucap kala cinta tumbuh dihati
Sayang dan rindu bersemi diantara dua sejoli
Berbagi perasaan tuk saling mengerti
Saling memberi dan menerima sepenuh hati
Dengan pengorbanan cinta kan berarti
Dengan ketulusan cinta kan abadi
Bersama2 merajut kebahagiaan hidup ini
Menggapai angan dan mimpi walau semua itu misteri illahi
Tiada salah kita mencintai Dan bila cobaan mulai menepi
Janganlah kau pergi dan berlari
Jagalah separuh hati yg tlah kau miliki
Jangan sampai kau menyesal diujung nanti
Mungkin saja ada yg blm prnh kau mengerti
Apa2 yg dia mengerti
Biarlah dia marah ataupun memaki Itu berarti dia masih peduli
Tapi jangan biarkan dia menangis sendiri
Air matanya lebih berharga dari apapun yg pernah kau beri
Sayangilah kekasih hati dngn penuh perasaan dan keikhlasan
Cintailah dia selagi dia masih bisa kau cintai..

Cemburuku pada terpidana mati


Puisi ini ditulis oleh pada
26 November 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Mati……………………………
Kata yang sebagian orang menakuti.
Kata yang sebagian orang mencari-cari.
Kata yang sudah pasti dilalui.
Kata yang sudah pasti akan kita dekati

Bagi mereka yang takut.Tak
kan mungkin waktu berlaku surut.
Bagi mereka yang mencari-cari.
Mati bagai sebuah rezeki

Ada yang takut mati karena cinta dunia.
Mengumpulkan harta dengan segala cara.
Menikmatinya sampai tak ingat dosa.
Puaskan nafsu membabi buta

Ada yang takut mati karena azab yang akan di jalani.
Alam kubur yang gelap gulita menanti.
Terbujur sendiri tiada sanak saudara menemani.
Bekal di bawa terasa tak akan mencukupi

Bagi mereka yang mencari mati.
Dunia ini tiada arti.
Utama ibadah pada ILAHI.
Jihad fisabilillah selalu dia cari

Mati adalah rahasia ILAHI.
Tak seorang pun tahu kapan akan didatangi.
Baik yang sakit maupun yang sehat.
Baik yang lemah maupun yang kuat

Tapi………………………………………….

Ada yang tahu kapan ajal menjemput.
Walau perasaan dihantui rasa takut. Walau hati menjadi kecut.
Melihat algojo bagai malaikat maut

Inilah yang kecemburui.
Mereka tahu karena di vonis hukuman mati.
Atas kejahatan yang mereka lakukan.
Hukuman mati jatuh dari pengadilan

Bila kita bisa berpikir jernih.
Gunakanlah kesempatan ini untuk membersihkan diri.
Mendekatkan diri pada ILAHI ROBBI.
Hapuskan segala dosa dari dalam diri

Taubat nasuhalah menjelang maut mendekat.
Sesali dosa-dosa yang telah diperbuat.
Dekatkan diri dengan memperbanyak zikir dan sholat.
Maut menjemput bagai sebuah nikmat

ALLAH maha luas kasih dan sayangNya.
ALLAH maha pengasih dan penyayang pada umatNya.
ALLAH penerima taubat semua hamba hambaNya.
ALLAH tak akan pernah mengingkari janjiNya