Tag: sedih

Dependency


Puisi ini ditulis oleh pada
25 September 2012 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Andai saatnya tiba

Mampu melangkah tak peduli kanan-kiri

Tiada celaka mengena

Sepenuhnya sadar diri

Tanpa dirimu sahabat

Sejati atau bukan

 

Diri ini akan segera datang

Seakan kuat berdiri menantang

Bila harus segera dilakukan

Bila tidak raut malas bukan cobaan

 

Tiada peduli segala nilai kini

Tanpa mu saat ini

Hampa terasa sendiri

Meski dengan mereka yang pernah menemani

Tiada hadir bukan berarti mati

Tanpa dirimu semua bukan teman

Diri ini hanya peragaan

 

Hingga kelak sepi bukan sejati

Segala teman ku raih sendiri

Biarkan diri datang sendiri

Saatnya tiba tak apa

Berkumpul dengan kawan lama

Tak harus melupa sapa

Biarkan diri mengungkap siapa

 

Namun kini sahabat

Tanpamu tiada datang lekang

Bersama mereka diri hanya sekedar peragaan

Maka tiada kan datang

Meski hampa….berisi tapi hampa

Kosong tanpamu sahabat

Kosong…..

Guilty


Puisi ini ditulis oleh pada
25 September 2012 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

One word….

Mungkin sudah gila hati ini

Bilamana nada dan lirik kau satukan

Kau hantam emosi ke otak ini

Tak terbayangkan….tak mau membayangkan

Akhirmu yang pasti kan datang

Ku biarkan merasuki hati

Segala kisah tangis dan tawa

Bersatu dalam nada dan suara

 

None again….

Tiada kira memang tak mengira

Berjalan dalam sorot cahaya

Dengan suara terpadu nada irama

Indah sosok menggetar tiada henti

Menghentak emosi sang kaki

Bilamana penuh ego tak sadarkan diri

Cantikmu nadamu senyummu

Meski bukan diri merasa itu

Tak tertahankan ketika khayal mengganti

Meski tak seberuntung itu

Tak mau merugi hingga hilang sempat

Mengkhayalku gantikan dirinya

 

It’s not tears….

Ketika mulai meredup

Mulai bermunculan akhir tak terbayangkan

Kini merasuk segala harap

Harap yang tak mungkin terjadi

Karena bila nyata bagimu

Indahmu tak akan terpaut dalam hati

Terrormu takkan menghantui

Hingga merubah diri

Maka berakhirlah semestinya

Dan dia mengharapmu

Selayak aku menatap buta itu

Meski terpejam ia

Meski buta tiada hangatmu kan menghilang

Memori tak henti menyentuh

Di setiap peluk dalam kisah

Episodemu berakhir

Dan sorot cahaya

Meredup…

 

Fantasies…Goes Around

Hujan …Menghina Untuk Terakhir Kalinya


Puisi ini ditulis oleh pada
1 December 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 4.23 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hujan….
Hanya merintih kecil kali ini
Seakan mengerti kali ini
Hanya manusia kecil tak berarti
Yang perlu dikasihani…

Meski hancur ia berdiri
Seakan mengutuk takdir
Yang ia bawa dengan benci
Yang ia bawa dengan sesal
Dentum siksa telah ia rasa
Menyakiti kepala hingga hilang semua

Tak ada yang mengerti
Setiap baris yang ia titi
Penuh kata pedih perih
Tertulis dengan sengaja
Berharap benci hilang terasa

Meski canda ia gumam
Dalam gelap ia kutuk kegelapan
Meski suka ia senandungkan
Dalam hati ia mencabik pilu
Hujan ini pun begitu
Begitu singkat….
Begitu menghina pedihnya

Berdenyut nadi di kepala
Membuatnya pergi dari semua
Tak ada yang menangisinya
Tak ada…..
Sendiri dalam buta
Ia menangis tuk terakhir kalinya
Begitu ringan….
Hilang semua beban…
Tak ia sesali keindahan
Hanya bermimpi….
Kali ini untuk selamanya
Selamanya….

Bahagia Pada Akhir Cerita


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (21 votes, average: 3.76 out of 5)
Loading ... Loading ...

Semua berawal dari sebuah frasa
Ketika sebuah canda mengukir senyum
Frasa itu datang menulis sebuah cerita
Yang mengalir dalam sungai kehidupan
Tak banyak berjudul namun entah bermakna

Frasa itu datang dari beda
Bila aku pria maka dia wanita
Sungguh pertama takutku menyakiti
Seakan langkahku menghantui
Dirinya yang selalu saja ada
Senyumnya yang selalu mempesona

Frasa itu mulai membebani
Ketika hidup ini tak berhenti mengalir
Permasalahan lain mulai saling berganti
Sementara frasa ini mulai memenuhi
Hingga pada akhir sadar kejamku
Sang pengecut mulai berlari darimu
Itulah aku dengan segala rendahku

Kuharap dia yang baru
Yang selalu mengharapkanmu
Meski aku lebih dulu
Namun dia selalu menatapmu
Tak seperti aku yang menciut selalu
Dia sahabatku mungkin yang terbaik untukmu
Meski frasa ini tetap ada padaku
Kuharap ceritamu berakhir bahagia dengannya
Wahai sahabatku kukorbankan frasa ini untukmu
Bahagialah pada akhir ceritaku yang sendu

Cinta Seorang Badut


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Penipu yang berhati mulia
Jenaka dan berhati baja
Dialah temanku sang bulat telur
Pemicu tawa yang suka mendengkur

Waktu tua telah mengajaknya berlalu
Hingga asin benar memori itu
Pendalamannya akan rasa
Yang lama kuanggap frasa

Ia memahat senyum
Dari hati kaum hawa
Hingga terlaksana
Ia tak segan terus terjaga
Dan mereka pun seakan lupa
Entah apa itu air mata

Namun tak ada kah yang hendak mengerti
Temanku itu mencari rasa
Yang terus ia jaga
Hanya demi seorang wanita

Tapi sebuah canda
Itulah kata dia
Bukan sebuah suka
Hanyalah sebuah dusta
Yang selalu ada
Untuk tawa kami semua

Tapi ia manusia
Yang hatinya pernah tak berdusta
Enggan terlihat air mata
Ia bersembunyi dalam dusta

Kini sang cinta meninggalkannya
Menimbun arti kata tanya
Entah bosan terbiasa
Atau yang lain telah ada

Tak sadar ia termenung
Topeng itu pun runtuh berbatu
Seakan telah berat ia berkarat
Adakah tawa mengajaknya
Aku pun tak tahu
Bukan bakat ku
Dia hanya berlalu
Pergi meninggalkanku

Aku tak mengerti
Adakah frasa itu mengubah rasa
Untuk dirinya, untuk diriku
Dan setiap kata ini pun bersatu
Menuliskan sendu
Milik kawan ku

Sang bulat telur
Pengukir senyum
Para wanita tak berhati itu…

Just An Admirer


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 4.15 out of 5)
Loading ... Loading ...

I was all alone

A sad song I sang is all my tone

I never knew you are there

Listening to my pitiful sound

Your beauty are strange

A warm brown eyes shine

Soft lips as if I knew it before

Sea wave your long hair

 

Oh dear strange foreign beauty

Don’t you know this is what I’ve been thinking now

 

Just kiss me awhile there

For I am not your lover

Here myself as your humble secret admirer

Don’t mind your boyfriend there

As he would know how to hold his anger

 

Your smile never fade

Even in the darkness life can get

While your heart for someone else

You gave him such care more than smile

I sang a song of you

As painful as I get

Hoping of happiness for you

While this melody flowing through

 

Oh dear strange foreign beauty

Don’t you know this is what I’ve been singing through

 

Just kiss me awhile there

For I am not your lover

Here myself as your humble secret admirer

Don’t mind your boyfriend there

As he would know how to hold his anger

 

Just kiss me awhile there

For my end has come near

My love of my life that I fear

Don’t mind my presence here

Just a song from your admirer

With a pitiful sound so your boyfriend hear

Sepenggal fragmen


Puisi ini ditulis oleh pada
11 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Saat tak tahu apa yg harus ditulis…
ternyata disitulah ego ku sedang memuncak
tak perduli akan sekeliling…
saat diri ini merasa sendiri…
ternyata saat itulah ku pergi tinggalkan semuanya
saat aku merasa sedih…
ternyata aku yg lupa bagaimana rasanya bahagia..
hidup….adalah pendewasaan diri
saat dihujani bahagia..
saat didera sengsara
saat bermandikan cahaya
saat diselimuti kegelapan

(Eko Nuryadi Cimanggis, Depok….August 16, 2010)

Tak Seperti Biasa


Puisi ini ditulis oleh pada
5 April 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kumandang adzan
Menjadi saksi
Dalam lirih tawa
Melawan sedih gelisahku
Tak seperti biasa
Perkataanmu yang damai
Menggumpal dalam mendung resahku
Senyumanmu…
Yang teduhkan amarahku
Seakan-akan menguak terikku
Setiamu ….
Harapanku juga cemasku
Benarkah kau sudah bosan
Dengan rumahku
Yang tak sanggup lagi
Menampung hartamu, indahmu…
Dan mungkin juga
Cintamu….

2 Desember 2010

From: Amiruddin Hasan Al Faraby [farabyal015@xxx]

HOopLaaa…


Puisi ini ditulis oleh pada
26 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

ingin lihat keajaiban…?

Sinar datang menembus celah..

Yang tak ada…

HOPLA…!!!

Terang benderang !!!

HOPLA…!!

Awan tak senang..

Ayo minggir mentari !

Tak sudi sinarmu menerobos dedaunan terang..

Suasana sedih tak ada keajaiban..

Daun – daun berguguran…

Menunggu…

Keajaiban tiba..!

Angin…

Ya angin…

Paling netral, tetap berhembus..

Hopla tak terjadi lagi,..

Mungkin nanti..

Yap ..!!

HOPLA terjadi..

Tak kuat …

Pasti terjadi..!

Angina semilir titik – titik..

Tiupan takan berhenti..

Goyang sana..

Goyang sini..

Saun menari..

Hoopla bertahan..

Dikelitik angina titik – titik..

Hoplah meredup..

Diguncang angin..

Daun kering cuma tertawa..

Menari – nari..

Tak berguna tapi tetap gembira…

KEHIDUPAN baru dimulai…. !!

kata.kata.kata 2006

With Strength My Father Left


Puisi ini ditulis oleh pada
10 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

bitter sweet…for that simply horrifying light…..
cahaya berpendar…bayangan melirik dan menarik…
dimanapun dia berada dan hembuskan nafasnya…
tak ada satupun yang tersisa…kebaikan…kejahatan….

sang bayu….berada pada tingkat tak terjangkau….
bukan hal-hal mutlak yang menjadi ketetapan….
tak ada yang mutlak didunia yg sudah tua ini….
sejak dulu hingga akhir zaman…
relatifitas….apa benar ku berharap adanya…..

pikiran bagai anjing gila….
tak ada pengendalian….
selalu menghantui ku….
disaat bimbang dan sedih…khayalan berkata padaku….
marilah kita tinggalkan dunia yang sudah gila ini bersamaku….
berjalan diatas sehelai lembaran tipis….
yang ku tahu ketika terkoyak…kan kudapati hal yang lebih menyakitkan
tapi itu cukup bagiku…bahkan hanya untuk lepas sepersekian detik dari hikmah yang ada….
itu cukup bagiku…

tak kan kaudapat rasa puas dari manusia….
berjalan saja apa adanya……..
keyakinan saja yang hendak  ayahku tanamkan…
tak perlu kau dapatkan yang lain nak, keyakinan saja….
with strength my fathers inherit, left me behind with astonishing bravery…
im not hoping to be like him, it’s far beyond the central of gravity….
but i’ll do the best, nor ignore the rest, for the family…….
for Bany Alawy……….