Tag: resah

Yang Berkuasa


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Berjalan ku tak tentu arah
Di hatiku berkemelut resah
Kulihat bunga mawar terindah
Yang tumbuh dari genangan darah

Darah dari mimpi-mimpi
Darah dari isak tangis
Para pejuang revolusi
Para pemuda negeri ini

Yang berkuasa hanya melihat
Yang berkuasa hanya terbata
Yang berkuasa hanya terdiam
Yang berkuasa ternyata hanya tertawa

Tertegun hatiku tersentak
Amarah menyala serentak
Melihat tubuh tergeletak
Diam dingin tak berdetak

Kecewa merayap di dada
Mengutuk ku pada mereka
Yang duduk terdiam disana
Menganggap dirinya Tuhan

Yang berkuasa tidak mendengar
Yang berkuasa tidak berkata
Yang berkuasa tidak bertindak
Yang berkuasa ternyata tak berkuasa

Perjuangan kami dari hati
Kami berjuang sampai nanti
Perjuangan kami tiada henti
Kami berjuang sampai akhir
Perjuangan kami kan abadi
Kami berjuang sampai mati

Yang berkuasa hanya mengelak
Yang berkuasa hanya membantah
Yang berkuasa hanya berdusta
Yang berkuasa ternyata harta semata

By: Maggothz MoronChay

bahagiaku di ujung tanduk


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat bahagia bersamamu

kian meluap merekah mekar mewangi

mengisi relung hatiku

di sepanjang waktu ku selalu bahagia

entah kapan

bahagiaku di ujung tanduk

tangis ku rasa tiap saat

resah dan gelisah mewarnai hariku

kini ku hidup dengan sisa -sisa kenangan

bahagiaku di ujung tanduk

merobek semua memori yang kusimpan

kankah bahagiaku kembali bersua

walau bahagiaku diujung tanduk

ku kan selalu mengenangmu

Deklarasi Cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
2 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hanya kata berbahan jiwa  hati yang tulus

aku katakan kerinduan.

 

Ingin aku bernyanyi, tetapi

desahan sunyi yang kualami

lebih dari nyanyian apa pun

seperti ketika senyum dapat mengatakan cinta.

 

Wahai kelopak-kelopak mawar merah bertitik embun pagi,

aku lihat mentari itu muncul membayang

dan menampakan sinar dari belakang sosokmu.

 

Ada sedikit keresahan tentang pagi yang terlalu cepat

menjadi hingar, ada terbayang kelelahan

akan siang yang terlalu sebentar menyajikan terik matahari.

Senja pun membayang bagai keremangan yang terlalu lama

beranjak malam.

 

Demi apa yang ada dan terus menyala

antara mata, mulut dan telinga

aku ucapkan kata yang jauh kau kenal sebelum aku terlahir

dalam setiap harimu.

Tangan dan kakiku adalah kereta yang menunggu engkau

setiap pagi di taman air mancur tengah kota.

 

Wahai, bidadari pagi..tersenyumlah

tentang sorot mataku, kemudian teduhkan dalam

dunia yang damai, namun masih menyisakan resah

untuk tiap kali seseorang harus berontak, tergerak

dan selalu menunjukan diri.

 

Wahai mahkota kerinduanku,

tantanglah aku, taklukan pejalan yang jalang ini.

kurunglah dalam tirai lonceng berdentang nada-nada bambu.

Tikam kegilaan ini rebah ke atas rumput musim kering

biar warna merahnya menceritakan hidup

yang dicintainya..

tentang engkau, gadis manis penggesek violin

yang mengusik setiap malamnya..

Aku berkata “taklukan aku, wahai perempuan ..”

 

(Jogjakarta/Desember/2007/Katjha)

Ketika resah merekah tanpa daya


Puisi ini ditulis oleh pada
22 November 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

Seharusnya
Aku tak bertanya
Mungkin
Kamu memang tak yakin

Atas rasa
Untuk cinta
Demi asa
Kita…

Meski kubilang
Akan menunggu
Sampai menghilang
Semua ragu

Namun masih pantaskah?
Aku percaya
Ketika resah merekah
Tanpa daya…

Ayat_Ayat Cinta…


Puisi ini ditulis oleh pada
9 November 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.38 out of 5)
Loading ... Loading ...

melangkahku dalam keremangan senja

saat rasa membayang pada hati yang penuh kelembutan
seulas senyum dalam keindahan

senja merambat malam, membawa seribu tanya dan resahku

memaknai mimpi-mimpiku yang hanya tentangmu

kau masih ada dan akan selalu ada dihati dan jiwaku

sesaat pernah kita rasakan cinta kita yang penuh ujian
kitapun berhasil melewatinya

gelora kasih kita begitu kuat laksana tali pengikat

sementara taburan bintang menyaksikan dan rembulan malam menjadi teman

sebagai saksi bisu akan bertautnya dua hati yang ingin selalu mengisi dan memberi cinta kasih dilubuk hati

ada hadirmu warnai hari-hariku
ketika sukmaku lara dalam penantian panjang

ada lembutmu menyapa kegalauanku dan kegelisahan dikerinduanku

ayat-ayat keindahan cinta yang telah kau lafadzkan padaku

mengugah hatiku untuk terus berharap lebih tentang keabadian kasih ini

cinta…..
akankah senyum itu selamanya hanya untukku…?

masihkah rindumu adalah milikku…?

aku tak ingin bermimpi,
aku tak mau hal yang tak pasti…

karena amanat cinta haruslah nyata
agar senantiasa damaikan jiwa

terima kasih cinta…
untuk segenap rasa yang engkau beri untuk diriku….

_i love you a’ard_

Hilang Dalam Terang…


Puisi ini ditulis oleh pada
20 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kala fajar mulai membuka pintu pagi,
menggantikan gelita yang kesuraman

kurintis kembali impian yang pernah hilang dari ranting asa

setiap kakiku menciptakan langkah,
selalu saja meninggalkan jejak luka kepedihan masa silam

kutatap kembali sinarMU yang kian merangkah
silau menghalangi pandangan

debu melecut derap,
bergegas seakan ingin turut menjemput senja dan menyepuhnya menjadi bias-bias lembayung

tinggalkan aku sendiri termanggu mencari bayang sosok yang hilang dalam terang

jingga menggeser terang, menuntunku untuk menyongsong rembulan yang berjanji akan datang

Ahh…….
penat tiba-tiba menjalar sampai keujung-ujung pembuluh darahku

bintang….
akankah engkau akan datang, untuk berkerlip menghibur diriku yang semakin malang

kasih…..
mengapa kau selalu memintaku untuk menjawab setiap resah dan gundahmu

jika tak jarang kau tinggalkan serta kau biarkan diriku sendirian dalam tangisan

ditepian kelam….
lirih kusenandungkan lagu rindu

rindu akan kebahagiaan dan kedamaian

keletihan bathinku membuat anganku mengembara

jika memang sudah tak ada cinta lagi untukku…

mengapa lafadz keputusan tiada jua kau lontarkan…

agar aku tak semakin berharap,
berharap menatap indahnya purnama dicelah langit bersamamu….

malam….
sunyimu kini temanku…
kelammu juga sahabatku…

alunkan lagu sepi dalam keabadian,
untukku nikmati menjelang mimpi-mimpiku….

_Lembayung Kelam_

Bisik Kerinduan…


Puisi ini ditulis oleh pada
1 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.80 out of 5)
Loading ... Loading ...

dengarkanlah bisik kerinduan ini berlagu mencari tepian…

kemana harus kutambatkan dermaga lempung tanah ini sebelum habis kikisannya…

dengarkanlah perjalanan jantung ini sunyi berdetak, berlari kehilangan peta sejarah…

kemana sebaiknya kubilas debu_debu yang melekat dipori_pori sanubari…

pencarian panjang yang tanpa sadar menghabiskan separuh perjalanan hidupku

mencari telaah bintang pedomanku

pelipurku kala resah
peredamku kala marah

walau belum sempat kumenyana betapa inginku seperti mereka_mereka yang dapat jawabnya…

sedangkan aku masih sibuk menganalisa apa yang diketahui…
apa yang ditanyakan…?!

hati dan jiwaku benar_benar sibuk memburai lafal_lafal cinta,

hingga kini disepenggal akhir niaga saat pagar sejarah lahir,
beribu cindra kenangan kumengingati bahwa tak perlu ku menunjuk satu bintang

yang kubutuhkan bukan itu,
bukan bintang ataupun cahaya lain…

yang kubutuhkan belai kasih dari Illahi…

cahaya diatas segala cahaya…

maka dengannya kubangun kembali
dermaga besi menata kembali lagu tepian
karena demikianlah cinta ini kupertaruhkan…

dan melangkah menapaki takdir yang sudah EngKau gariskan sambil kubertanya kapan kapalku Kau terima istirahatnya….

Antara Aku dan Kau


Puisi ini ditulis oleh pada
27 July 2010 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 3.15 out of 5)
Loading ... Loading ...

bukankah perkenalan ini adalah sebatas basa basi?
tatkala aku telah mengenal dirimu sebelumnya..namun aku percaya,
kau dan aku kini telah menciptakan suatu masa yang aku sebut ajaib dan
indah, yang tak mengenal waktu yang akan mengisut dari panasnya
matahari, ataupun jaman yang bertapak menuju ke ranah cinta..tanpa
akan ada angin peralihan yang mampu menghapus jejaknya.

wahai, kasihku..
dalam rupamu yang sungguh kukenali itu, jiwaku telah bergetar mewarnai
rasa yang teramat syahdu..

adakah mungkin itu bahwa segala gerakku, kamulah yang melantunkannya?
bintang dan bulan telah menjadi saksi kita, tatkala mimpi telah
menaburkan bubuk tidurnya..agar pertemuan kita tadi malam adalah suatu
kesempatan yang memang telah dipersiapkan untuk kita berlabuh..

dan mimpi itu kini berubah menjadi kenyataan!
karena kini, kau telah hadir tepat di hadapanku sekarang, untuk
melanjutkan kisah kita..yang tak akan pernah usai..
selamanya.

>>>>>

semenjak aku mengetahui telah hadir dirimu disana, hatiku galau tiada
terkata. menyelimuti rasa kebekuanku yang hendak mencair,
dan kita pun akhirnya dipertemukan.

tidak tahukah kau, bahwa dalam dirimu aku membayang?
adamulah adaku.
tanpa pernah kau rasakan pun kau sadari, akulah itu yang bersemayam di
setiap kerinduan dan geliat resahmu..

entah telah berapa kali, ku sebut-sebut namamu..bahkan malam yang
tanpa purnama itu pun hendak mengusaikan kelamnya,
lalu dimanakah engkau?
mengapa tiada sahutmu terdengar?
adakah kuasa yang lebih besar untuk membungkam mulutku, agar aku tiada
berkata-kata, dan mengusaikan segala tentangmu disana?

tidak..tidak ada!

dunia yang kini ku diami pun tidak mampu membuatku mengenal arti
cinta. Segala yang kulihat memang kasat, segala yang kudengar adalah
merdu,
harum semerbak yang tersebar adalah mewangi, namun adakah ruang yang
hendak mengabarkan kepadaku, bahwa engkaulah yang layak aku nantikan?
dan ketahuilah kasih, bahwa dua warna yang hendak menjadi satu, adalah
untuk menciptakan satu warna berbeda dari kedua warna itu, meski
terlahir dari kedua pembentuknya.

dan kitalah itu!
yang adalah berbeda, untuk dipersatukan.

author: regina marlina [marcel.ars02@.....]

duri senja


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat waktu yang berharga telah terbuang
menanti hari di ujung diri
senja menyulam kenangan pun terdiam
marah manghampiri jiwa yang sepi

lelahnya hati genggaman tangan
riak berlalu menyapu rindu
setetes embun diam bukan kerana angin
angin yang elok indah rupawan

berlalu hari di ujung rindu
walau air mata tetesan sang awan
daun yang gugur kerana kasih
menyemai padi indah tergerai

senja tenang di kala malam
bayangan cermin menemani diri
berjalan ia kerana dahaga
mencari air penawar rasa

mawar hitam laksana embun
menutupi diri dengan durinya yang tajam

akhir pertanyaan adalah suatu jawaban
walau terkadang berlalu lagi dengan pertanyaan
suatu pertanyaan adalah suatu keresahan
suatu pertanyaan adalah suatu kebimbangan
yang diinginkan hanyalah suatu kenangan

yang hadir dengan suara ceria
yang muncul dengan wajah berseri

yang menyapa dikala dahaga menghampiri

Bear

22/04/2010

Sendiri…Hari Ini


Puisi ini ditulis oleh pada
7 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 2.86 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jangan buang waktu
mengetuk pintu kamarku.
Hari ini aku enggan keluar
meski udara pagi segar.

Entahlah…
Mungkin mood-ku nanti berubah
bergulat dengan resah
sembari pelan melangkah.

Maaf, sengaja kubiarkan handphone-ku mati,
setidaknya untuk hari ini.
Silakan tinggalkan pesan
sebelum aku kembali.

Aku baik-baik saja.
Hanya lelah luar biasa.
Aku butuh sendiri
setidaknya hari ini…

(Jakarta, 20/10/2009)

kucing3warna [kucing3warna@....]