Tag: Putri

Kembali


Puisi ini ditulis oleh pada
26 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tak terasa kita kian hari semakin menjauhi
semakin redup cahaya cinta yang kau beri
semakin kelam hembusan sayang yang ku rasai
semakin dalam pijakan yang ku daki
dan semakin terpuruk oleh masa lalu yg tlah kita lewati .

rasa rindu ini membuat ku semakin menjadi
untuk mendapat sisi dimana aku bersembunyi dalam hati mu ini
pagi, siang, sore hingga dini hari
terasa semakin mengaret waktu yang ku galaui
detik demi detik ku terpatri
karna ku hanya sendiri di sini
mengihlami denyut nadi

malam dingin ku lewati
getar gigi pun tak bisa ku tahan lagi
hingga keram terasa di kaki
kegalauan ini tak bisa mati
otak pun memproses pujahan hati

aku serasa kehilangan butiran mutiara putih berisikan emas mahkota berlapiskan nuansa indah yang di kalungkan seorang putri ,
serasa hilang belahan hati ini
bagai hari tanpa embun pagi
bagai bunga tanpa wangi
bagai siang yang tak bermentari
dan bagai bumi tanpa biasa pelangi .

kau sangatlah berarti
sangat sangat dan amat berarti .
ijinkan aku memeluk, mengecup keningmu lagi
dan saling menggenggam tangan lalui hari-hari sepi dan sunyi
menjalani kerasnya dunia ini
menapaki tajamnya hari-hari
dan saling mengkoreksi introspeksi .

From: dedde DFSAL [fauzidede@xxx]

Aku… Akan menunggumu…


Puisi ini ditulis oleh pada
30 May 2009 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (18 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ingin ku segera memelukmu…

Membawamu tuk iringi langkahku…

Namun tak berhak aku…

Dan takkan kupaksakan itu…

Kau masih belum milikku…

Belum jadi kekasihku…

Dan ku belum jadi bagian hidupmu…

Belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu…

Meski terasa lelah aku bertahan…

Aku akan terus menahan…

Segala kerinduan…

Dan hasrat yang tak terucapkan…

Kau bagai bulan…

Bersinar terangi gelap malam…

Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…

Namun kau sulit tergapaikan…

Tapi aku pasti bertahan…

Karena kau tlah memberiku harapan…

Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…

Meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu…

Karena yang inginkan kau bukan hanya aku…

Engkau putri raja yang didamba…

Banyak yang pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu…

Sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu…

Ya… Aku memang prajurit tak bernama…

Tak sekuat kesatria…

Tak semenawan pangeran…

Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…

Namun aku pasti menunggumu…

Menunggu jawaban dari cintaku…

Meski lelah aku…

Meski tipis harapanku…

Aku pasti kan menunggumu…

Putri Malu..


Puisi ini ditulis oleh pada
26 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Putri malu..

Putri malu…

Hijau daun kecil, mungil jiwa yang kuat…

Berdiri tegak sampai hal itu terjadi..

Putriku tak ingin disentuh..

Merunduk..

Menutup..

Tak ingin melihat…

Putriku tak indah lagi..

Begitu terus setiap ku usik..

Putriku..jangan tinggalkan daku…

Tetaplah bersamaku…

Ayo sini..

Kubimbing dirimu..

Tak perlu malu..!

HUP..

Kutangkap sayapmu,

Kau takkan bisa bergerak !

Tawa gelak berderai indah..

Ayo, jangan malu putriku..

Putri mulai terbiasa..

Tapi takkan mampu menahan..

Putriku tetaplah akan malu,

Biar kutahan..

Tak mengerti dia !

Bila kulepas,

Dia kan menjadi putri maluku…

Sayang beribu sayang…

Putri malu tak mungkin berani..

Tunggu…SADARLAH..!!

Putri malu harus tetap menjadi putri maluku…,

Bergerak perlahan…

Menahan segala rangsangan..

Tak terbayang indahnya..

Tak terkira senangnya…

Keindahan tiada tara..

Lihat…

Sadari…

Tegar dibawah tekanan…

Siksaan…

Lihat warnanya…siksa..

Hijau muda meredup..

Muncul hijau tua..

Rintangan tak masalah,

Putri malu, putri sesungguhnya…

Kembali bangun setelah tertidur…

Menahan semua rintangan…

Seperti manusia…

Putri malu lebih berani..

Menjalani semua…

Putri maluku terindah

Inspirasi terindah ..

Dalam kehidupan…

kata.kata.kata 2006