Tag: puisi tentang waktu

Menunggu Tanpa Batas Waktu…


Puisi ini ditulis oleh pada
6 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.60 out of 5)
Loading ... Loading ...

dalam langkah bimbangku samar kulihat tiang rapuh tegak berdiri menantang jaman

walau tubuhnya kian aus menjadi serpihan puing_puing tak berharga

namun ia tetap tegar melawan usia pasir waktu yang semakin merapat kegerbang senja

nanar anganku menelanjangi kenyataan yang ada
senyumku sinis disudut bibir ingat betapa rapuhnya aku

jiwa yang ringkih mudah terpedaya oleh gemerlapnya ilusi dan tetap membiarkan rantai keraguan membelenggu hati

Wahai penilam asmaraku…
ingatkah engkau akan bintang yang dulu kugantungkan pada ketinggian puncak harapmu

mengapa ia kau biarkan luruh, usang dan berdebu
dan pasti gerhanalah kini purnamaku karena ketiadaanmu

hanya bias suram yang tersisa tersenyum simpul seraya berkata….

“mana janjimu kan menjemputku…?!

nyatanya kau buat aku terkulai disangkar kesyahduan bisa rindu
karena jawab yang kuharap, kau gantung diegomu

bagaimana hendak kulupakan semua kenangan tentang kisah kita
jika bayangmu masih jua bertamu disetiap keheningan pagi

Dengarlah wahai penilam asmaraku…
tak usah kau tanyakan, dimana letak cintaku sesungguhnya

selamilah hatimu sendiri,
maka kau tak akan temukan tebing dan dasarnya karena memang cintaku padamu tak terukur dalamnya

dan sesungguhnya Rahmat kasih_NYA telah menuntunku untuk tetap menunggumu…

Waktu


Puisi ini ditulis oleh pada
6 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Waktuitu

Aku masih ketawa sama

Temen temen dikantin

Nggak tau kalau aku

Bakal berdarah

Perutku juga tuh sobek

Hu..hu.. hu…

Kamu…kamu nggak apa-apa…?

Saya bawa ke rumah sakit, ya…

Aku nggak mau mati dulu

Kumasih mau hidup didunia

Kumasih…sembilanbelas

Nggak ada yang bisa mencegah kematian…

Kubelum sholat

Kubelum….sho……..lat

by Prisca Primasari

TENTANGMU


Puisi ini ditulis oleh pada
9 November 2006 dengan 4 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.17 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ketika itu kau hadir tiba ? tiba
Mengisi ruang hatiku
Kau hiasi hari ?hariku dengan senyummu
Dengan tawamu

Aku ingin mengenalmu
Mengenalmu lebih dekat
Tapi n?tah mengapa
Setiap di depanmu
Bibir ini serasa terkunci

Selalu saja seperti itu
Terus ? menerus??
Hingga akhirnya waktu dan jarak memisahkan kita

Andai saja kau bisa merasakan apa yang aku rasakan
Aku benar ? benar tersiksa dengan semua ini
Aku benar ? benar tersiksa dengan kebodohanku sendiri

Kini aku sedang mencari dimana dirimu
Mencari dimana hatimu
Apakah mungkin
Ada namaku disitu

Puisi cinta dari : bru’pink dikirim pada tanggal 08 Nov 2006