Tag: puisi tentang tsunami

Sendiri


Puisi ini ditulis oleh pada
25 April 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Disini kududuk sendiri

menanti pagi yang tak pernah mati

Terkenang…bayang wajahmu

Terlelap di bawah bintang semu

Secercah asa, yang selalu terasa

Terkulai lemah, berharap buai

Terjerat hangat mentari, waktu sepi

Tak pernah mati, tak abadi

Aku masih disini, sendiri

Mendengar angin berbisik, merasa terusik

Semut berbaris, dan menangis

Anjing jalanan, kesepian

Kisah yang tertulis dengan tinta putih

tak pernah terjadi, tak ingin kualami

Hidup hampa yang terbuai oleh satu kata

Cinta…

Maaf. itu kata untuk hati

yang meminta, merintih, memohon sebuah hati

“Salah sendiri kenapa kemari?”

Kediri seorang penyendiri

Disini aku terus menanti.

Tsunami Cinta…


Puisi ini ditulis oleh pada
26 February 2008 dengan 0 Komentar
Rating Puisi : 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

tsunami cinta

itulah yang dirasakan para pecinta

seperti cinta yang dirasakan romeo pada juliet dan layla dan mejnun

namun cinta itu sendiri tak pernah mati

dia akan terus bersemi dan hinggap dari hati ke hati

mengerucutkan dunia dari hati sang pecinta

mungkin cinta dalam setiap insan berlainan bentuk

 

tapi hati yang menyematkannya tetaplah sama

hati yang berupa daging merah gelap

hati yang itukah yang dihinggapi si cinta itu

cinta yang seperti gelombang dan berada dimana-mana di kosmos yang maha luas ini

seperti komputer yang dihinggapi gelombang internet (entah apa namanya)

tapi yang jelas cinta takkan hilang ditelan semesta

karena semesta itu sendiri

adalah…

cinta

 

 

[10.07.2007]

 

cHRas…dari hati…

TENTANG SEPI


Puisi ini ditulis oleh pada
15 November 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

sebuah delima berayun sendiri ditangkainya
ketika angin tak bertiup
seperti tatap mata kilat-pisaumu yang
ditelan gulita
aku tak sempat menangkapnya
kemana pula sirnanya api di tungku itu ?