Tag: puisi tentang cita-cita

Mimpi


Puisi ini ditulis oleh pada
2 February 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (29 votes, average: 4.24 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku tertegun dalam bangunku
Terkenang mimpi yang baru saja berlalu
Aku menyelam… Dalam lautan luas

Berenang nyaman dalam biru dan dinginnya air
Tanpa kesulitan… Aku menari di sana

Aku tertegun..
Di atas sana kulihat cahaya
Aku tahu aku harus ke sana

Aku pun berenang
Berenang
Berenang
Namun… Masih jauh…
Lelah. Lelah. Lelah.
Entah kapan aku kan menggapainya

Aku hanya tahu aku harus!
Harus ke sana
Dan aku akan ke sana…
Selelah apapun.

*FLO: 10.01.11*
Thanks and regards,
Febriyan Lukito

antara asa, cita dan cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
11 August 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.43 out of 5)
Loading ... Loading ...

asa dan cita tak sama.

ku punya asa,

mengangkasa.

cita tiada bisa ku genggam.

cita hanya cinta.

cinta tiada tiba.

tiada asa pada angan.

hanya asa yang terbayang.

cita tiada beda

cinta tiada tiba

tiada cinta dalam dada

cinta tak kupercaya

tiada cinta kupunya

Luka


Puisi ini ditulis oleh pada
30 January 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Luka

By Red Hawk

Setiap luka yang menetes darah

Alirnya jadi tinta hikmah

Jadi diri kita

Jeritan meradang

mengasah kelopak nurani

Kalau saja, toh….

biar ia tak mencari sesiapa yang melukai

Luka adalah cinta yang bersinar buram

Luka adalah semangat yang terhalang

Luka adalah Cita-cita yang meredup

Luka adalah …….. (titik-titik tak terisi)

Syukurkan ada luka di kita

Karenanya Ada akan terus Menjadi

cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
18 July 2007 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sayang
Aku bagai ketandusan
menemukan bait yang maha indah

Aku pasti
bait itu ada di syurga

aku ingin memberitahumu dengan sempurna
bahawa aku cinta padamu

Namun aku rasa itu belum cukup gambarannya
hujungnya hanya aku yang rasa?
inginku cari…
tak jumpa…
apalagi kalau tentang keyakinanmu

yakinlah
apabila cinta
ada rasa dan getarnya
aku memanggilmu

kadang begitu menakutkan
bagaimana jika dirimu tiada lagi

aku gelisah bagaimana bakal berhadapan
dengan kerinduan dan kesepian
aku resah tak dapat mecium baumu
aku gundah bila tak membenam rapat di pangkuanmu

sayang…
aku selalu cinta padamu
selamanya
tiada gantinya

aku sentiasa rindu
dan mahu pada segala kehendakmu

kiriman dari fardeena zailan (ai_usaqi@…)