Tag: puisi tentang bunga

Bunga Kertas


Puisi ini ditulis oleh pada
19 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Warna warni mencolok mata kau hadirkan
Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah
Padahal mahkotamu dibingkai empat kuntum kuncup
Kau tau pasti kau bunga yang tak mudah dipalingkan

Saat kuncup barumu menyembul
Semburat merona kau janjikan
Dan kau tak peduli duri yang menjalar di sepanjang rantingmu
Asalkan hadirmu memberi arti bagi sekitarmu

Setiap mata yang menanar ke arahmu akan tersejukkan
Meski kau bertahan menahan perih mentari membakarmu
Dan saat angin membelai daun dan kelopakmu
Kau meneduhkan prahara setiap jiwa yang memandangmu

Ketika badai datang menerjang ranting-ranting ringkihmu
Tangan-tangan yang rajin menjamahmu seketika tak lagi hendak memetikmu
Dan kau tak mampu menahan kelopak-kelopak rapuhmu
Hingga berguguran..tercabik duri-duri disekitarmu

Lalu masa mu telah usai..
Dan kau harus rela menunggu hingga musim semi kembali menyapamu
Meski duri-duri di rantingmu terus menajam dan mengakar
Kau tetaplah sekuntum bunga kertas yang rapuh!

12th July2010
aprilina hasan [aprilina2001@...]

Bunga-bunga Kopi Menebar Senyum


Puisi ini ditulis oleh pada
17 July 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kala itu waktu pagi yang remang
dan masih berselimut kabut.
sebuah penggunungan yang sepi dengan kebun-kebun kopi,
masih sepi …
hening dan tiada keraguan untuk menyambut pagi
bagi sepasang capung merah yang bersiap terbang di langit biru.
“sekarang adalah musim kopi”
“besok pagi singgahlah ke pondok kebun kami,
akan kuhidangkan kopi terbaik tahun lalu”
setelah itu pastinya akan kau ceritakan tentang kebersamaan
kita yang tinggal kenangan.
pagi ini, kau sambut aku di depan pondok kebun kopimu
kau tersenyum, melambaikan tangan sambil berkata
“singgahlah..barangkali dengan secangkir kopi
bisa mencairkan kebekuan yang setelah kita lama berpisah”
Sesaat … semua hening, kemudian beranjak
riuh oleh suara burung-burung liar.
Sejenak bertemu pandang, bertukar jejak kenangan pada
pelupuk mata,
engkau tersenyum manis padaku, terlihat aku tergetar
oleh senyum yang sama tiga tahun lalu.
“Bunga-bunga kopi tiga bulan yang lalu telah tersenyum padaku,
aku tahu engkau akan kembali”
“aku percaya cinta yang tulus tidak akan terpisahkan
hanya karena ketidakdewasaan kita”
“kini temanilah aku memetik biji-biji kopi di kebun ini,
semoga di musim yang akan datang, jika bunga-bunga kopi
tersenyum, itu adalah karena kita telah bersama kembali”
Sesaat hening, di luar mentari merambat naik.
sementara aku terlarut dalam kegamangan,
menunda untuk berkata, berpikir dan merasakan
apa yang terjadi, sementara
senyumnya tiada putus menghiasi sosoknya yang
anggun dengan kecantikan yang tulus.
Dalam hati aku berkata “sialan,
kenapa aku harus jatuh cinta lagi”

(kepada Dian_W/Oktober 2007/Katjha)

Kepada Sepasang Capung Merah


Puisi ini ditulis oleh pada
13 November 2007 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

langit biru bersambut,

bersama kepakan sayap-sayapmu,

terbang tinggi di atas sebuah padang hijau.

sepasang capung merah, terbang

di bawah birunya langit harapan,

berkejaran sebagai mahligai kecintaan yang melambung tinggi

dalam angan dan impian.

sesaat kujemput pagi ini

dengan senyum dan detak jantung berirama,

kutatap langit biru,

julihat setitik warna merah berpasangan,

kulihat seberkas gairah yang berkejaran

pada birunya rona langit pagi ini.

sebuah pagiku ….. bersama sebentuk kejenuhan,

kulempar pada sepasang capung merah.

seraya kubisikkan dengan liri “usiklah gairah kecintaanku ini”

dengan warna merahmu, seperti musim dingin

yang mengugurkan bunga-bunga sakura.

seperti juga kerinduan ini akan bersemi,

karena kusambut sosok bayangnya,

walau dari mimpi dan sudut keinginan yang mana.

kepada sepasang capung merah,

bawalah bisikan ku itu terbang,

dan singgahkanlah pada tempat yang jauh.

agar dapat kubersembunyi

dari pagi yang sesak dan penuh kegamangan.

terbanglah …….

dan marilah kita jelang impian kita sendiri-sendiri.

( Persembahan kepada Nia/Agustus 2007)

taman bunga


Puisi ini ditulis oleh pada
10 November 2007 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (23 votes, average: 3.65 out of 5)
Loading ... Loading ...

pagi pagi ditaman bunga ini,
semalam mekar,
kuncup bunga harum semerbak dirimbun semak belukar .
dihirup, udaranya wangi,
ditatap, angan itupun menetap tetap.

jadikan laki-laki yang melintas,
penat-penatnya, seketika itu juga kan lepas.

angin-angin berhembus halus,
menyebarkan wangi-wangi mu kesini,
ke dada-dada ini .

dan laki-laki yang terjaga hatinya,
tak inginkan harum-harum mu lekas-lekas pergi dan sirna.
tetap tinggalkan wangi-wangi mu disini.