Tag: puisi tentang ayah

Kepada Seorang Ayah yang Berbahagia


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu
saat kau membacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku
hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu

Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu
coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah
merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku
sebahagia lantunan nyanyian hatimu
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia?
aku merenung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong keluar oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar,
mungkin hendak berteman dengan air matamu

DeKalb, June 10, 1999

Diambil dari : http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Puisi/Default.htm

Kerinduan Ayah


Puisi ini ditulis oleh pada
1 August 2007 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Delapan bulan lebih berlalu
Kehadiranmu menyertaiku
keberadaanmu bagai semu
Hanya harapan ingin bertemu

Dinding jarak memisahkan
Amanat kantor kujalankan
Kerinduan kulalaikan
Harapan bertemu ku nantikan

Anak ku…. sayang…

Siang malam Ayah doakan
Agar Ayah dipindahkan
Kota asalmu dilahirkan
Walau mimpi Ayah nantikan

Anak ku…. sayang…

Jangan Ayah mu kau lupakan
Karena tugas Ayah jalankan
Airmata kau teteskan
Kepedihan Ayah rasakan

Berdosa Ayah rasakan
Mengabaikanmu sendirian
Pada bunda ayah titipkan
Cita cita masa depan

yang kusayangi Buah hati ku Nabilla Puti Jasmien

kiriman dari: Rhomi [Rhomi.Harizal@....] 

Bidadari Diujung Senja


Puisi ini ditulis oleh pada
26 June 2006 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (19 votes, average: 4.05 out of 5)
Loading ... Loading ...

ini cerita tentang ibuku,

timbul sayapnya di kedua bahu,
lalu dia pergi,

katanya untuk menantang matahari,

agar esok tak terbit lagi.

ini cerita tentang aku,

berlari mengejar bidadari,
kujumpai dalam diam,
ibu marah; warna memerah,
senja terbit kembali.

kebajoran.baroe.22.06.06

author : dedy – dedi@….

PERSAHABATAN


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2006 dengan 13 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (37 votes, average: 3.84 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia? menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam? persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika? kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.