Tag: puisi tak bermakna

Kepada Sepasang Capung Merah


Puisi ini ditulis oleh pada
13 November 2007 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

langit biru bersambut,

bersama kepakan sayap-sayapmu,

terbang tinggi di atas sebuah padang hijau.

sepasang capung merah, terbang

di bawah birunya langit harapan,

berkejaran sebagai mahligai kecintaan yang melambung tinggi

dalam angan dan impian.

sesaat kujemput pagi ini

dengan senyum dan detak jantung berirama,

kutatap langit biru,

julihat setitik warna merah berpasangan,

kulihat seberkas gairah yang berkejaran

pada birunya rona langit pagi ini.

sebuah pagiku ….. bersama sebentuk kejenuhan,

kulempar pada sepasang capung merah.

seraya kubisikkan dengan liri “usiklah gairah kecintaanku ini”

dengan warna merahmu, seperti musim dingin

yang mengugurkan bunga-bunga sakura.

seperti juga kerinduan ini akan bersemi,

karena kusambut sosok bayangnya,

walau dari mimpi dan sudut keinginan yang mana.

kepada sepasang capung merah,

bawalah bisikan ku itu terbang,

dan singgahkanlah pada tempat yang jauh.

agar dapat kubersembunyi

dari pagi yang sesak dan penuh kegamangan.

terbanglah …….

dan marilah kita jelang impian kita sendiri-sendiri.

( Persembahan kepada Nia/Agustus 2007)