Tag: puisi senja

Lukisan Senja (menjelang) Basah


Puisi ini ditulis oleh pada
30 June 2010 dengan 1 Komentar

Tetes aku bertetesan. Hembus aku berhembusan. Saat kulewati detak. Meranggas ia meninggalkan dewa. Di pinggir pilar ia bersinar mungil. Semua berpacu. Semua beradu. Mengejar waktu yang tak pernah berhenti. Di temaram senja telah kulukiskan. Sebuah getar yang berwana jingga. Di saat putaran roda menjelang tiba. 11 Nov 09 saat senja berhias mendung – http://sampiran.blogspot.com/

Continue Reading

Cinta diujung senja


Puisi ini ditulis oleh pada
4 August 2008 dengan 0 Komentar

Senja hari ini mengapa begitu berbeda tak tampak langit barat berarak merah pekat semua tertututp awan jingga Cinta hari ini mengapa begitu berbeda saat hidup semakin senja cinta sejati peluk raga buatku rasakan kejam cinta Walau cinta ini belum merekah, bak bunga belum ternoda asa tapi rasa ini telah tenggelam dalam sanubari jiwa Ku tahu [...]

Continue Reading

For The Girl Who I love


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 0 Komentar

Its amazing to thinking about love When I see two pigeon fly over the trees Together around the beautiful nature Sing a love song and Find a beautiful place It s wonderful moment I see the blue sky above with a cloud paint Then I saw a face that I never seen before She smile [...]

Continue Reading

Biarkan Hujan Itu Menanti


Puisi ini ditulis oleh pada
27 November 2007 dengan 0 Komentar

Sebuah sore, dengan aku, dia dan desir angin yang mulai menepi. masih terlalu sepi untuk sebuah perjamuan dan pesta pora menyambut musim yang akan tiba. Aku dan dia, masih termenung, menatap bentangan hari menuju senjanya. Aku dan dia, menikmati sepi bermonolog dalam diam. Namun aku dan dia datang pada tempat orang-orang melihat dan berkata tentang [...]

Continue Reading

Merah Senja


Puisi ini ditulis oleh pada
25 November 2007 dengan 0 Komentar

Udara dingin menusuk tulangku yang tak lagi terbungkus sempurna Kilatan petir yang menyambar memudarkan pandanganku yang telah senja Hembusan angin sore menggoyahkan tegak tubuhku yang telah tua Senja memerah ketika hari-hariku tak lagi memberikan arti yang sebenarnya Detak jantungku berat berdentum di telinga mengusik sepi hati yang tak terkira Menghitung hembusan udara kotor yang berlalu [...]

Continue Reading

Bidadari Diujung Senja


Puisi ini ditulis oleh pada
26 June 2006 dengan 2 Komentar

ini cerita tentang ibuku, timbul sayapnya di kedua bahu, lalu dia pergi, katanya untuk menantang matahari, agar esok tak terbit lagi. ini cerita tentang aku, berlari mengejar bidadari, kujumpai dalam diam, ibu marah; warna memerah, senja terbit kembali. kebajoran.baroe.22.06.06 author : dedy – dedi@….

Continue Reading