Tag: puisi sblm waktunya

Sebelum kamu membuka matamu


Puisi ini ditulis oleh pada
20 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

ada waktunya kamu mencoba berbicara sendiri dengan jiwa dan raga

1000 lebih hari telah kamu lewati

1000 lebih rasa telah kamu rasakan

ada tangis, canda tawa, sesak, senyuman

sebelum kamu membuka matamu

pertanyakan pada dirimu

apa saja telah kamu lakukan?

untuk Tuhan, dan orang-orang yang kamu cintai

sudahkah kamu merasakan sesuatu

tentang penyesalan,

tentang pertobatan,

di masa lalu

sebelum kamu membuka matamu

pertanyakan dalam dirimu

sudahkah kamu lakukan sesuatu yang terbaik

tentang pengorbanan

tentang ketulusan

di masa lalu

sebelum kamu membuka matamu

apa saja yang telah tangan, mulut, mata, telingamu lakukan

tentang sajak yang kamu tinggalkan

tentang lukisan yang kamu torehkan

di masa lalu

sebelum kamu membuka matamu

apa saja yang hatimu lakukan

tentang Cinta

tentang malaikat yang pernah meratu di hatimu

di masa lalu

coba

cobalah

sekarang

ibarat matamu terpejam

sejenak film masa lalu itu merebak hangat dalam pikiran dan hatimu

biarkan penyesalan dan kesalahanmu membuat hitam jiwamu

jika ada air mata menetes di pipimu, itu wajar

jika ada amarah merebak, tetaplah terpejam dan hening

jika ada senyum merona, buatlah senyummu seperti rembulan

lalu hentakkan lukisan-lukisan itu

kosongkan…

kosongkan..

kosongkan..

perlahan gambarkan sebuah pantai dalam pejamnya jiwa dan ragamu

kau harus lukiskan matahari yang terbenam

dimana cahaya matahari merebak di telaga

dimana ombak menderu, sampai kamu mampu mendengar deburan

dimana kaki-kakimu merasakan pasir dan kerikilnya

dimana burung laut berlagu merdu, sampai pula kamu menyanyi bersamanya

dimana angin hangat mendesir menerpa jiwa peluhmu..

kelak ketika kamu membuka matamu

kamu menemukan dirimu saat ini

dan masa depanmu

dimana penyesalan adalah resiko dari sebuah kesalahanmu

dimana kesalahan yang kamu perbuat adalah manusiawi

dan saat itu pula kamu mampu dan tahu

apa yang kemudian tangan, mata, telinga dan hatimu lakukan

untuk yang terbaik

untuk Tuhan

dan orang-orang yang kamu cintai

kenyataan memang pahit, tapi terkadang itu yang kamu harus rasakan

sebelum kamu merasakan sesuatu yang manis

janganlah berhenti menjejakan kaki di pantaimu

kelak setiap jejak kakimu, tumbuh disana bunga yang indah

hingga tak satupun orang tega untuk memetiknya

karena kamu melakukan yang semestinya kamu lakukan

karena lukisanmu sungguh indah

dan karena sajakmu membuat sesuatu yang mati dapat hidup kembali