Tag: puisi pemimpin

Kepada Mbah Maridjan


Puisi ini ditulis oleh pada
16 November 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sosok tua yang lugu dan sederhana

tersenyum ramah kepada siapa saja,

kini telah tiada, berpulang dengan kesetiaan

yang teguh terpegang.

Dia tidak akan meninggalkan amanat yang diembannya

Dia tidak akan meninggalkan merapi

apa pun yang terjadi.

hidup baginya adalah kesetiaan

kepada panggilan jiwa.

pengabdianya bukan kepada penguasa

tetapi kepada hati nurani

yang ingin selalu berdampingan dengan alam

untuk menerima segala marah dan keramahan merapi.

Mbah …. setelah berpulang

engkau akan menjadi inspirasi jutaan orang

untuk setia pada langkah hati dan gerak tulus nurani

untuk menjaga alam dan laku teguh pada pendirian.

Mbah …. aku ingin sepertimu

ibarat seorang prajurit,

kematian yang utama baginya adalah di medan tugas

bukan di tempat tidur pembaringan yang nyaman.

Mbah … pulanglah dengan damai

istirahatlah dengan senyum mu yang sederhana dan tulus.

Mbah … semangatmu senantiasa kami bawa

untuk menjadi inspirasi dan penerang hati dan jiwa-jiwa

kami yang terkadang rakus dan angkuh.

Selamat jalan Mbah Maridjan  ….

(Katjha/Mengenang Mbah Maridjan/November 2010/Jogjakarta)