Tag: puisi pantai

Kepada Gadis Manis Penggesek Violin X


Puisi ini ditulis oleh pada
21 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kisah ..

 

Manusia mencintai hidup dan membutuhkan sejarah,

ingin berbagi dan merindukan setiap gerak hati

untuk dicintai dan diperlakukan tulus.

 

Hidup bukan hanya pemberontakan,

seperti juga nada-nada violinmu

bukan hanya nada tinggi saja,

apa yang kudengar dan apa yang engkau lantunkan

tidak akan berarti sama.

semua beralur.

 

Aku mengenal hidupmu, melihat gerak

dan pandang hatimu

bukan hanya akan memuja dengan lantunan sajak-sajakku.

 

Wahai betinaku …

jauh pandang engkau kuletakkan dalam selubung kerinduan

agar sosokmu terjaga dari gerak keliaranku

yang kadang ingin menindasmu.

jauh hati, engkau kupanggil sebagai inspirasi

bagai dewi keindahan yang dipuja untuk turun ke bumi

sebagai manggala dari kidung-kidung

yang menceritakan tentang gerak peradaban.

 

Wahai Gadis manis penggesek violin..

ada yang ingin aku katakan

ketika kita saling bertatap pandang;

pada akhirnya cinta itu ingin menyatakan

kemanusiaan, rasa kesetiaan dan dia

tidak hanya ingin mengerti,

tetapi dia juga ingin mengalami

segala apa yang menjadi dukamu, kerianganmu

dan segala keresahanmu.

 

Saat ini kita tautkan hidup

antara hati dan gerak pikiran.

aku mengalami dirimu dalam diriku

dan engkau pun mengalami diriku dalam dirimu.

Ketika itu nada-nada juga akan bersambut

dengan sajak-sajak

dalam untaian semangat untuk

membangun hidup yang penuh kecintaan.

 

(Magelang/Februari/2011/Katjha)

carilah sebuah cahaya


Puisi ini ditulis oleh pada
22 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang

Karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam

Jangan pernah harap lautan tenang itu akan datang

Seolah, menafikan karang yang rapuh

Seharusnya menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam

Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang

Itu sudah sebuah anugerah yang terindah, kau harus mampu mensyukurinya

Hidup itu ibarat buih putih di pinggiran pantai

Yang membuat lengkap, adalah ketika kau menyentuhnya

Dan ombak bersahabat menyapamu dengan lirih

Perlahan buih itu datang, dan menghilang

Namun, yang terpenting

Seberapa lama buih itu datang dan melengkapimu

Tak perlu emosi, kau harus sabar

Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala

Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan untuk dahagamu

Yang suatu saat berdaun lebar, mereka membuatmu duduk lega menikmati pantai

Hidup itu ibarat jejak langkah yang kau buat di pinggir pantai

Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit

Terkadang ombak akan membuat hilang jejakmu

Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanmu untuk melangkah

Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang

Awal dan akhir

Hidup itu ibarat kamu menikmati Cakrawala terbenam

Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya

Jika, ada satu pantai yang membuatmu bercahaya

Selamanya kamu tak akan pernah melupakan slide itu di kepalamu

Tapi ingatlah, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam

Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat

Tetaplah membuka mata di setiap pantai

Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatmu tak nyaman

Rasakan penyesalan saat kamu menemukan panorama yang buruk

Namun, berbicaralah pada Tuhan, dan yakinlah

Kamu menemukan cahayamu, saat kamu telah merasakan semua panorama yang buruk

Kamu menemukan cahayamu, untuk kamu tak melakukan kesalahan yang sama

Sayangilah cahayamu, jangan membuat menyesal

Kelak suatu saat, kamu menemukan Hidup yang indah

Tentang Sebuah Keindahan


Puisi ini ditulis oleh pada
22 January 2010 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (34 votes, average: 4.41 out of 5)
Loading ... Loading ...

menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..

memejamkan mata..

biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..

angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..

burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..

damai..

sungguh damai..

ketika aku menari bersama senja..

perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..

aku rebahkan tubuhku..

tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..

dan sejenak aku mengatur nafasku..

deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..

aku merasa damai..

sedamai mentari pagi..

saat itulah aku ingin sebuah masa..

saat itulah aku ingin sebuah waktu..

tak ingin sendiri menari dalam sebuah keindahan..

tak ingin sendiri merasakan sebuah keindahan..

aku ingin seseorang tahu keindahan ini..

aku ingin seseorang pula menari bersamaku dalam keindahan..

namun kuyakinkan diriku..

keindahan hadir kala hati risau..

namun kunyatakan diriku..

menari sendiri dalam keindahan itu hanya secuil kebahagiaan..

kembali aku membuka mata..

aku melihat awan serupa malaikat..

aku hanya bisa tersenyum kala melihat itu..

aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai ini..

aku hanya bisa tertawa saat aku sadar akan kesendirian ini..

terhenyak aku melihat pasangan kupu-kupu pelangi melintasiku..

membawa lebih sekedar pertanyaan dalam benakku..

membuatku iri melihat mereka..

mengindahkan pula perasaan ini..

masih dalam rebahan tubuhku dalam hamparan rumput yang hijau..

dan aku semakin aku ingin lelap tertidur dalam keindahan ini…

perlahan aku merasakan tangan yang memelukku..

hangat dan membuat jantungku berdegub kencang..

tak sedikitpun aku membuka mata ini..

dia yang memelukku..

dia yang terbaring disisiku..

memanggil namaku..

“Cakrawala…”

samar tapi pasti aku tahu suara itu..

samar tapi pasti aku tahu harum itu..

samar tapi pasti segera aku membuka mata ini dan menatap mata indahnya..

“kau yang kusebut Keindahan… hadir dalam lelapku.. tiadakah kesalahan..”

“kau yang kusebut Cakrawala.. tak ada kesalahan aku ingin membuatmu tersenyum..”

dan kusadari….

I’m not alone..
dan aku tersenyum indah..

Kupu Kupu Kertas dalam Senja Pantai Pasir Putih..


Puisi ini ditulis oleh pada
22 January 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

berjalan di tepi pantai..
menggengam tanganmu dengan penuh keyakinan..

saat itu pula buih putih menyapa kita..
dan ombak menari dengan indahnya..

burung pantai yg bersautan..
menambah mengertinya aku akan hadirnya dirimu..

kupu-kupu kertas terbang kian kemari..
melukiskan sebuah keindahan dalam senyumanmu..

dan dalam deguban nafasku..
aku ada dalam ketegaran langkah hidupmu..

inikah yg disebut kedamaian..
yg sejak dulu aku tersayat dan terpuruk atas nama cinta..

inikah sebuah jalan yg indah..
saat aku kehilangan arti dari sebuah ketegaran…

sesaat kita terpejam..
dalam hati aku ingin berucap seribu kata,,..

tentang makna Cinta..
tentang makna matahari terbenam..

Cinta yg terlukis dalam kanvas putih..
merah semerah darah..suci sesuci matahari..

sesaat pula badai dan ketakutan datang..
hanya ada kau disampingku..

dan aku Cakrawala…
kutantang badai..
kuubah sesuatu yg gelap dan ngeri.. menjadi sebuah keindahan sunset..

dan aku Kupu2 Kertas..
menghapus letihmu dgn keindahanku..
hingga kau menemukan ketegaran yg kau ingini..

aku berusaha yg terbaik untukmu..

I’m always Beside you.. My Sunset..

I’m always in your beautifuly of your wings.. My Butterfly

penyesalan


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.75 out of 5)
Loading ... Loading ...

mungkin engkau merasa bahwa aku adalah manusia paling bahagia di dunia ini, yang merasakan banyak cinta dari wanita
merasakan kebahagiaan yang tak pernah kau rasakan dalam kehidupanmu

tetapi sesungguhnya aku adalah manusia yang paling malang di dunia ini,
aku merasakan pahit dan manisnya penyesalan ,
sungguh aku melalui kehidupan ini dengan banyak penyesalan..
takkan ada seorangpun yang sanggup menanggung penderitaan yang kualami
siang dan malam kurasakan derita jiwa yang tak henti hentinya menghakimiku terhadap rasa bersalahku
seolah-olah kehidupan ini menghukumku dengan cemeti , yang tak henti hentinya terus mencambuk jiwa dan pikiranku

aku merasa sesalku tak pernah pergi, sesalku takkan pernah hilang

duhai alam semesta
tak cukupkah rasa derita ini hingga engkau menambah bebanku , memberikan kegilaan jiwa padaku

kekasihku telah meninggalkanku dalam perasaan sesalku yang tiada henti-hentinya menghukumku
aku teramat menyesal terhadapnya..

kehidupanku teramat menyedihkan untuk mengingatkanku semua rasa sesal ini

karya2 lainku ada di : www.penyair.com

aku


Puisi ini ditulis oleh pada
19 August 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

bintang hilang di gelapnya pantai;

angin tak mau tau, aku menggigil ;

raba sisi dinding langit, ia menggertak//

l elah , patah, hampa, aku letih”

kemana hilangmu?

sedang aku mencarimu
kemana jiwamu, sedang aku memanggilmu

aku lelah
di tulis penyair_kesepian at http://puisi.indonezia.net