Tag: puisi pagi untukmu

Di bawah Langit Jendela Tua, tak Kuucapkan Lagi Namamu


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.75 out of 5)
Loading ... Loading ...

Di bawah langit jendela tua, tak kuucapkan lagi namamu
Kita telah lelah berkabung. Pertemuan dengan dambaanmu
Hanyalah ucapan selamat malam yang biasa
Di atas semua ini dunia tiada pernah berganti selain gelap
yang menyahut di langit doa.

Aku tidak lebih suatu sudut paling temaram pada lipatan sunyimu
Elang yang tersesat. Dan kau
Cakrawala yang runtuh pada permulaan pagi
Ketika jejak musim bertarung dengan laut.
Kau yang telah menyimpan matahari dalam degupmu padaku :

‘Senja telah menunggu di balik pintu kamar kita
sebelum pagi menukik embun yang gelisah.’

Dan cerita ini telah berabad-abad kita lipat di sebuah rak buku
dekat meja makan. Di bawah langit jendela tua,

sungguh, tak kuucapkan lagi namamu barang sejenak