Tag: puisi merindukan seseorang

Balada Orang Merindukan Pelangi


Puisi ini ditulis oleh pada
14 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tinggal kata, orang berucap

berlalu

terserak pandang,

bayang menikung

hilang

dalam balutan mega-mega hitam

bergurat warna perak kusam.

 

Bias sinar putih bagai lantunan nada

menderas, menerpa sudut-sudut gelap

tampak setengah bayang.

saat kita menakar warna,

mengurai benang-benang yang menjalin

rajutan cahaya beraneka warna

dalam pantulan piramida kristal.

 

Ini adalah pelangiku..

di langit pagi,

ketika engkau memalingkan pandang

dan membuat sekat-sekat

untuk menutup bayang panumbra hatimu

yang bergejolak.

 

Ketika ada pelangi muncul,

ada sebuah mitos;

jangan engkau memuja seseorang

karena jika engkau tidak mempunyai jiwa besar

maka semua kepribadian orang yang kau puja

muncul dalam siluet pandang

tentang semua

antara yang terbaik dan terburuk,

dengan demikian

apa yang kau lakukan tidak akan terlalu

bermakna,

karena kau pun sudah tahu semuanya dengan mudah,

tiada gerak engkau menafsirkan dirinya.

 

Pelangi..

dan sebuah penanda waktu.

Aku pun tahu,

dia kini tidak lagi merindukan pelangi,

karena padanya kutahu

sebuah gerak dan pertautan kepribadian

lebih memberikan makna

daripada sesuatu yang sudah jelas dan pasti segalanya.

hidup bermakna ketika masih banyak kemungkinan

dan masih selalu terbuka untuk ditafsirkan.

 

(Jogjakarta/Februari/2011/Katjha)