Tag: puisi menunggu

menunggumu


Puisi ini ditulis oleh pada
19 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

hujan meniupkah buliran-buliran airnya
angin menghembuskan udaranya
aku duduk disini
menunggumu
matahari bersembunyi di balik awan
bulan pun enggan hadir
aku masih di sini
menunggumu
burung-burung berceloteh riang
jangkrik bernyanyi gembira
aku tetap di sini
menunggumu
dedaunan kehilangan warnanya
hembusan angin mencampakkannya dari tangkainya
aku selalu disini
menunggumu

From: sansiaBW [sansiabintang@xxxx]

Ketika resah merekah tanpa daya


Puisi ini ditulis oleh pada
22 November 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 3.71 out of 5)
Loading ... Loading ...

Seharusnya
Aku tak bertanya
Mungkin
Kamu memang tak yakin

Atas rasa
Untuk cinta
Demi asa
Kita…

Meski kubilang
Akan menunggu
Sampai menghilang
Semua ragu

Namun masih pantaskah?
Aku percaya
Ketika resah merekah
Tanpa daya…

Menunggu Tanpa Batas Waktu…


Puisi ini ditulis oleh pada
6 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.60 out of 5)
Loading ... Loading ...

dalam langkah bimbangku samar kulihat tiang rapuh tegak berdiri menantang jaman

walau tubuhnya kian aus menjadi serpihan puing_puing tak berharga

namun ia tetap tegar melawan usia pasir waktu yang semakin merapat kegerbang senja

nanar anganku menelanjangi kenyataan yang ada
senyumku sinis disudut bibir ingat betapa rapuhnya aku

jiwa yang ringkih mudah terpedaya oleh gemerlapnya ilusi dan tetap membiarkan rantai keraguan membelenggu hati

Wahai penilam asmaraku…
ingatkah engkau akan bintang yang dulu kugantungkan pada ketinggian puncak harapmu

mengapa ia kau biarkan luruh, usang dan berdebu
dan pasti gerhanalah kini purnamaku karena ketiadaanmu

hanya bias suram yang tersisa tersenyum simpul seraya berkata….

“mana janjimu kan menjemputku…?!

nyatanya kau buat aku terkulai disangkar kesyahduan bisa rindu
karena jawab yang kuharap, kau gantung diegomu

bagaimana hendak kulupakan semua kenangan tentang kisah kita
jika bayangmu masih jua bertamu disetiap keheningan pagi

Dengarlah wahai penilam asmaraku…
tak usah kau tanyakan, dimana letak cintaku sesungguhnya

selamilah hatimu sendiri,
maka kau tak akan temukan tebing dan dasarnya karena memang cintaku padamu tak terukur dalamnya

dan sesungguhnya Rahmat kasih_NYA telah menuntunku untuk tetap menunggumu…

Aku… Akan menunggumu…


Puisi ini ditulis oleh pada
30 May 2009 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (18 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ingin ku segera memelukmu…

Membawamu tuk iringi langkahku…

Namun tak berhak aku…

Dan takkan kupaksakan itu…

Kau masih belum milikku…

Belum jadi kekasihku…

Dan ku belum jadi bagian hidupmu…

Belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu…

Meski terasa lelah aku bertahan…

Aku akan terus menahan…

Segala kerinduan…

Dan hasrat yang tak terucapkan…

Kau bagai bulan…

Bersinar terangi gelap malam…

Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…

Namun kau sulit tergapaikan…

Tapi aku pasti bertahan…

Karena kau tlah memberiku harapan…

Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…

Meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu…

Karena yang inginkan kau bukan hanya aku…

Engkau putri raja yang didamba…

Banyak yang pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu…

Sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu…

Ya… Aku memang prajurit tak bernama…

Tak sekuat kesatria…

Tak semenawan pangeran…

Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…

Namun aku pasti menunggumu…

Menunggu jawaban dari cintaku…

Meski lelah aku…

Meski tipis harapanku…

Aku pasti kan menunggumu…

menunggu hujan cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
3 January 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 1.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat semua berakhir

menyisakan asa asa terselubung

malam datang merenggut pagi

aku tetap disini menunggu hujan cinta

bagi kemarau hati yang kian menandus

Kutitip Rindu


Puisi ini ditulis oleh pada
27 November 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

semilir angin berhembus manja
menerpa halus rambut di dahi
renjana hati terasa menggebu
melaut luas menggelombang hasrat

malampun mulai berangkat dingin
bayu-bayu sepoi mengelus lembut
sunyi terasa di hati yang sudut
sang kekasih pergi berharap kembali

desah resah menjadi jadi
kutitip rindu pada angin yang berlalu

rinduku merekah, renjanaku makin bertambah

—–
Rumpin, 25 Okt 2007
man atek

author: “atekbintr” [atekbintr@...]

MENUNGGUMU


Puisi ini ditulis oleh pada
15 November 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

pendar embun pagimu telah membuatku hanyut
menyebut-nyebut namamu
tebaran warna pelangimu telah membuatku larut
hamil oleh kata-katamu
irama tarian surgamu telah membuatku merajut
kenangan dalam sungai jiwamu
senyap tenang telagamu telah membuatku mengabut
menerkamu bagai angin dan debu

jika semua warna kembali ke putih
dan semua jarak kembali pada titik
jika semua rasa kembali pada pedih
dan semua laut telah kehilangan buih
aku akan menunggumu tanpa kehendak
walau dalam serumpun semak-beronak

Jangan Pernah Mengejar,Mencari,Menunggu


Puisi ini ditulis oleh pada
10 November 2007 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.44 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jangan pernah mengejar cinta
Karena sesuatu yg dikejar pasti akan menghindar
Jangan Pernah Mencari cinta
Karena sesuatu yg dicari pasti akan bersembunyi
Tapi jangan pernah menunggu
Karena sesuatu tidak akan datang jika tidak kita undang

- Maja Kelana-