Tag: puisi matahari terbenam

carilah sebuah cahaya


Puisi ini ditulis oleh pada
22 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 3.63 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hidup itu ibarat ombak yang terus menerus menerjang karang

Karang yang tegar adalah karang yang mampu melihat indahnya matahari terbit dan tenggelam

Jangan pernah harap lautan tenang itu akan datang

Seolah, menafikan karang yang rapuh

Seharusnya menerima kenyataan, tak mampu melihat matahari terbenam

Hanya melihat sebuah cahaya matahari yang perlahan terbit dan datang

Itu sudah sebuah anugerah yang terindah, kau harus mampu mensyukurinya

Hidup itu ibarat buih putih di pinggiran pantai

Yang membuat lengkap, adalah ketika kau menyentuhnya

Dan ombak bersahabat menyapamu dengan lirih

Perlahan buih itu datang, dan menghilang

Namun, yang terpenting

Seberapa lama buih itu datang dan melengkapimu

Tak perlu emosi, kau harus sabar

Sesabar pohon kelapa, yang setiap harinya tersengat cakrawala

Yang suatu saat berbuah, mereka menyediakan untuk dahagamu

Yang suatu saat berdaun lebar, mereka membuatmu duduk lega menikmati pantai

Hidup itu ibarat jejak langkah yang kau buat di pinggir pantai

Terkadang membuat pasir putih terinjak sakit

Terkadang ombak akan membuat hilang jejakmu

Terkadang pula jejak itu memiliki awal dan kemana tujuanmu untuk melangkah

Terkadang dalam foto sebuah pantai, mengartikan sebuah perjalanan panjang

Awal dan akhir

Hidup itu ibarat kamu menikmati Cakrawala terbenam

Yang di setiap pantai panorama yang dipancarkan berbeda satu dengan lainnya

Jika, ada satu pantai yang membuatmu bercahaya

Selamanya kamu tak akan pernah melupakan slide itu di kepalamu

Tapi ingatlah, ada maksud dibalik sebuah panorama matahari terbenam

Dia akan datang pada saat ruang dan waktu yang tepat

Tetaplah membuka mata di setiap pantai

Rasakan setiap badai pantai yang ada yang membuatmu tak nyaman

Rasakan penyesalan saat kamu menemukan panorama yang buruk

Namun, berbicaralah pada Tuhan, dan yakinlah

Kamu menemukan cahayamu, saat kamu telah merasakan semua panorama yang buruk

Kamu menemukan cahayamu, untuk kamu tak melakukan kesalahan yang sama

Sayangilah cahayamu, jangan membuat menyesal

Kelak suatu saat, kamu menemukan Hidup yang indah

Sunset : Waktu terbenam dimatamu


Puisi ini ditulis oleh pada
10 April 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 2.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kau larungkan aku
dalam renungan seribu penyair,
terseruput kegaiban tak berujung,
pada bait paling hening, di magis matamu,
angin penyihir, dan cemara tak berdesir,
menebar mantra mantra senja,
menghantar senyap,
menghantar seribu guna-guna,

maka cobalah tinjau,
di setiap kemabukan yang dikeramatkan
hati pada cinta, lihatlah kepedihan ini!
dari nanar sembilu yang kau ramu dalam anggurku
matahari terbakar sebab takdirnya
api, takdirku terbakar sebab cintamu

dan kini?,

selainmu, siapa lagi kan meleraiku,
dari keinginan ‘tuk terbakar.

Banda Aceh, April 2006