Tag: puisi kita satu hati dunia beda

satu dunia, beda rasa


Puisi ini ditulis oleh pada
1 March 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

malam
gulita
Aku lupa…..
dulu sepertinya ku pernah terjatuh dalam cinta
dia…
tak ingat apakah indah rasanya
tapi tak pernah terasa sejuk warna merah megahnya rangkaian bunga cinta
tak seperti saat ini…
Aku sangat lupa…..
dulu rasanya ku seperti selalu dalam rindu
tak ingat apakah hangat dalam rasanya itu
tapi sepertinya tak pernah terasa seperti dalamnya pelung rindunya hati
tak seperti indahnya hati detik ini…
aku kembali lupa… dan lagi kembali lupa
kini telah terbutakan semua hatiku hingga tersangkut aku dalam penjara hati yang tak kupercaya
tak percaya aku selalu larut dalam darahmu… dalam asamu… dalam seluruh indah pesonamu
malam ini bintang-bintang angkasa raya seraya selimuti kau… aku… kita
jelang pagi embun pagi basuh seluruh apa yang kita impikan
tinggal sejenak seluruh kenang
aku telah jadi malam-malammu, mimpi-mimpimu, selimuti hatimu dengan gemuruh jiwa
aah….
aku lupa…
siapa dirimu siapa aku
karena semua kini segala benih cinta telah buahkan hakikikan satukan dua jiwa manusia
aku simpan segala tentangmu
kau pendam segala tentangku
hidupmu hidupku
indahmu bugarkan selalu hatiku
biar kusimpan sampai akhir aku