Tag: puisi kelam

Lembayung Kelam…


Puisi ini ditulis oleh pada
22 September 2010 dengan 4 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.19 out of 5)
Loading ... Loading ...

rasa ini membaur dalam lingkup hati yang sunyi bersaing melawan kepingan_kepingan noktah kelam masa lalu…

merentas pada senyap yang menyeluruh diseparuh malam,
akankah ada sebias cahaya datang ‘tuk mencanarkan mistery hati sebelum labirin kian berkerak dibumi tuaku…

kuingin penjabaran yang mampu merubah kegalauan hati menjadi kedamaian yang hakiki,

rasaku terus mendayung, melintasi fase_fase senyap dan gelap terombang_ambing dimuara pesakitan dan terdampar aku disamudra asing tak bertepi,
kutak dapat lagi memanggul tinggi hasrat hati untuk mencapai puncak getaran cinta yang sejati…
merajut simpony asmara dalam jiwa…

rasa ngilu itu masih hidup dalam jiwaku, sungguh……..

tak jarang aku terdiam, merenung menyenandungkan irama sunyi dalam kudus do’aku

Duhai ALLAHku……..
kusadar raga dan jiwa ini seutuhnya kepunyaan_MU

nafas ini pun kutahu juga titipan_MU
EngKau menciptakan dengan rasa dan takdir yang berbeda dengan yang lain, kini semua kukembalikan pada_MU

lewat simpuhku selayak pengemis diantara reruntuhan bening kembar yang tiada kesat

tataplah aku dengan cahaya kasih_MU
agar langkahku kembali tegar dalam meniti takdir ketetapan_MU….

permainan kelam


Puisi ini ditulis oleh pada
13 January 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (18 votes, average: 3.94 out of 5)
Loading ... Loading ...

nyanyian sang diam kembali merayap

merasuki, akhirnya beri jeda dalam senyap

hancur rasa menusuk, namun hanya hadir

kepingan hasrat terserak, torehkan getir

menjelma menjadi luka batin tanpa kendali

ketukan nada sang bisu kini terdengar

denyut emosi dan nadi cinta mulai menggelegar

harap jerat pelangi menyayat, memberi riap

pada potongan jiwa yang telah sesat akan gelap

bubuhkan pahit pada rasa yang dikecap

tutur kata sang bijak terasa mendekat

menarik sadar, lelah mengembara di padang kemunafikan

menyadari tinta kelam kembali tertumpah pada angan

ingin satu jawab, jujur yang harus terucap

walau tak kupungkiri, asaku tersayat tanpa mampu menyatu kembali…

Hari Kelam


Puisi ini ditulis oleh pada
9 December 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku…

berjalan menerobos semak belukar

menelusuri hari kelam yang tertutup awan hitam

langkahkan kaki yang penuh goresan luka mengering

burung-burung terbang kembali ke sarangnya

bunga-bunga merunduk menyembunyikan keindahannya

aku…

tak ada lagi yang melihat diriku

matanya telah tertutup debu

bidadari hitam yang tersenyum pada dunia

tanpa keraguan di hatinya

mengayunkan langkahnya mendekatiku

melemparkan debu di atas deritaku

aku…

menggeliat meronta berteriak

memanggil keadilan yang tak kunjung terlihat

menanti datangnya terang yang telah lama menghilang

lelah letih diri ini

menghirup angin kepalsuan

harap yang tak jua berbalas

akankah ada segores senyum di wajahku

menutup hari yang kelam

-felicite-