Tag: puisi kejenuhan hidup

Sendiri


Puisi ini ditulis oleh pada
25 April 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Disini kududuk sendiri

menanti pagi yang tak pernah mati

Terkenang…bayang wajahmu

Terlelap di bawah bintang semu

Secercah asa, yang selalu terasa

Terkulai lemah, berharap buai

Terjerat hangat mentari, waktu sepi

Tak pernah mati, tak abadi

Aku masih disini, sendiri

Mendengar angin berbisik, merasa terusik

Semut berbaris, dan menangis

Anjing jalanan, kesepian

Kisah yang tertulis dengan tinta putih

tak pernah terjadi, tak ingin kualami

Hidup hampa yang terbuai oleh satu kata

Cinta…

Maaf. itu kata untuk hati

yang meminta, merintih, memohon sebuah hati

“Salah sendiri kenapa kemari?”

Kediri seorang penyendiri

Disini aku terus menanti.

3simbol


Puisi ini ditulis oleh pada
28 February 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bentuk-bentuk…..

Semua terdiam dan mulai menjentikkan jari mereka

Untuk sebuah simbol kehidupan, dimana semua masih putih

Lajur-lajur tubuh dan tingkatan terbagi dalam perasaan ini

Berdiri tegak, tangan mengadah, buli-bulir keringat mengalir membentuk asa.

Mata sebagai hati, hati meletup-meletup………tangis dan senyum.

Rebahkan……satu per satu. awal bergerak akhir dan bagaimana bahasa menangkapnya menjadi arti….terkejutlah kejenuhan ini.

tiga simbol…..

tak terelakkan…

tak terbantahkan..

tak terkuasai…

tak ternodai….

mungkin terselip di malam hari dan datang dengan setetes embun pagi.

semua berjalan lagi, bernafas dan berbicara lirih

Selamat pagi dan selamat malam…….

tiga simbol menyertai…….