Tag: puisi keindahan alam indonesia

Launching BUKU RONA KATA : Sepuluh Perempuan Pecinta Puisi (from Bandung)


Puisi ini ditulis oleh pada
6 August 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

“Puisi
pada hakikatnya merupakan refleksi ekspresif jiwa yang diungkapkan
dalam untaian kata-kata dan menimbulkan berbagai kesan dan pesan. Karena
perasaan halus sebagai bagian dari kodratnya, perempuan merasa lebih
akrab dalam merefleksikan ekspresi jiwa melalui puisi, seperti yang
tercermin dalam Rona Kata ini.”

M. Husseyn Umar – Ahli Hukum dan Penyair, Ketua Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin

“Kesepuluh
perempuan dalam Rona Kata ini, ibarat sepuluh jemari yang tengah
menyatu. Seperti sepasang tangan yang dimiliki seorang pianis saat
mencipta harmoni notasi, juga yang dimiliki pematung saat mencipta
keindahan bentuk ragawi. Antologi ini mendandani paras perpuisian
Indonesia dengan rona tersendiri. Bahwa ternyata, imaji keindahan
perempuan tak selalu diletakkan pada stigma cantik rupa dan menariknya
raga, namun juga pada ‘rona kata-kata’.”

Yuris Dewandaru – Peminat Puisi, www.tusukgigi.com

“Sungguh
menyejukkan ketika membaca sebuah buku yang berisikan untaian kata
indah dan bermakna. Menikmati kumpulan puisi ini bagaikan mengecap
sapaan alam dalam bentuknya yang paling halus: semilir angin, rintik
hujan, dan wangi bunga. Sederhana sekaligus menakjubkan.”

Dewi Lestari – Penulis

“Seperti
mendapatkan sebuket bunga! Warna-warni rangkaiannya, campur baur
wanginya. Tersembah dari perempuan-perempuan Indonesia sebagai sahabat,
kekasih, teman berbagi, dan pelakon kehidupan. Mengingatkan kita pada
perjalanan: kehilangan, kerinduan, harapan, dan kesempatan. Saya
menikmatinya sambil menyeruput air mineral, yang rasanya dapat berubah
manis, asin, asam, dan getir. Mengikuti emosi yang tersirat dalam tiap
lembarnya.”

Mira Tulaar – Program Director Trax FM Jakarta

Launching BUKU RONA KATA : Sepuluh Perempuan Pecinta Puisi (from Bandung)

(Desiyanti,
Yunis Kartika, Miranda Risang Ayu Palar, Dian Hartati, Heliana Sinaga,
Violleta Simatupang, Palupi Sri Kinkin, Theoresia Rumthe, Anjar
Anastasia dan Tisa Granicia)

Tempat: Gedung Indonesia Mengugat

Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5 – Bandung

Minggu, 8 Agustus 2010

Pkl. 15.00 – 18.00 WIB

Selain launching, menampilkan pula:

* deugalih

* Syarif n’ friends

* Grace dan Tesla (akustik jazz)

* Christian Jati (gitar jazz)

* Performing art

Acara gratis.

Jika Anda mau memiliki buku ini, bisa membeli di tempat dengan harga diskon.

Kegiatan ini atas kerjasama dengan :

* Penerbit Alumni

* Gedung Indonesia Menggugat – Bandung

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”
visit me at : http://berajasenja.multiply.com/, FB: anjar Anastasia
and http://www.friendster.com/myberaja

^-^ salam beraja, -anj- ^-^

Tentang Sebuah Keindahan


Puisi ini ditulis oleh pada
22 January 2010 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (34 votes, average: 4.41 out of 5)
Loading ... Loading ...

menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..

memejamkan mata..

biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..

angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..

burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..

damai..

sungguh damai..

ketika aku menari bersama senja..

perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..

aku rebahkan tubuhku..

tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..

dan sejenak aku mengatur nafasku..

deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..

aku merasa damai..

sedamai mentari pagi..

saat itulah aku ingin sebuah masa..

saat itulah aku ingin sebuah waktu..

tak ingin sendiri menari dalam sebuah keindahan..

tak ingin sendiri merasakan sebuah keindahan..

aku ingin seseorang tahu keindahan ini..

aku ingin seseorang pula menari bersamaku dalam keindahan..

namun kuyakinkan diriku..

keindahan hadir kala hati risau..

namun kunyatakan diriku..

menari sendiri dalam keindahan itu hanya secuil kebahagiaan..

kembali aku membuka mata..

aku melihat awan serupa malaikat..

aku hanya bisa tersenyum kala melihat itu..

aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai ini..

aku hanya bisa tertawa saat aku sadar akan kesendirian ini..

terhenyak aku melihat pasangan kupu-kupu pelangi melintasiku..

membawa lebih sekedar pertanyaan dalam benakku..

membuatku iri melihat mereka..

mengindahkan pula perasaan ini..

masih dalam rebahan tubuhku dalam hamparan rumput yang hijau..

dan aku semakin aku ingin lelap tertidur dalam keindahan ini…

perlahan aku merasakan tangan yang memelukku..

hangat dan membuat jantungku berdegub kencang..

tak sedikitpun aku membuka mata ini..

dia yang memelukku..

dia yang terbaring disisiku..

memanggil namaku..

“Cakrawala…”

samar tapi pasti aku tahu suara itu..

samar tapi pasti aku tahu harum itu..

samar tapi pasti segera aku membuka mata ini dan menatap mata indahnya..

“kau yang kusebut Keindahan… hadir dalam lelapku.. tiadakah kesalahan..”

“kau yang kusebut Cakrawala.. tak ada kesalahan aku ingin membuatmu tersenyum..”

dan kusadari….

I’m not alone..
dan aku tersenyum indah..