Tag: puisi kata kata khilaf

untuk penyair yang khilaf


Puisi ini ditulis oleh pada
13 August 2007 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

tak sadarkah engkau?

tulang tulangmu semakin rapuh, dinding kulitmu mulai mengkerut, serta pikiranmu semakin kalut

tak sadarkah engkau?

ia adalah sebuah nama untuk sesaat, karena engkau takkan pernah di kenang , dan kematianmu takkan pernah di agungkan..

usaikan sudah kesombonganmu meningg-ninggikan namamu mengatasnamakan engkau adalah penyair terhebat di dunia,

tak sadarkah engkau?

dunia semakin menipumu, ia semakin memperpuruk jiwamu , hatimu, serta menggundahkan perasaanmu…
merobek robek perasaanmu…
usaikan sudah semua dusta atas dirimu, usaikan sudah semua ke ego anmu atas namamu..

ia adalah sesaat, takkan di kenang engkau …

tak sadarkah engkau?
karena engkau telah membunuh jiwa aslimu, dan meleburkannya dalam kemunafikan atas ketenaranmu oleh ego mu…

jiwa seorang penyair ialah jiwa suci, ia takkan mencari cari kebahagiaan dan takkan mencari kesedihan
usaikan sudah semua dustamu, karena ia takkan berarti suatu apapun kecuali memperpuruk keburukanmu..

puisi ini diambil langsung dari : http://puisi.indonezia.net