Tag: puisi cintai aku seperti boneka

Bukan Puisi Cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
24 January 2008 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bermain aku dengan diriku sendiri
aneh memang mengapa ada permainan seperti itu
coba hindarkan diri dari sudut sepi
bermain dengan sisi hati
coba kilaukan hati namun yang kudapat hanya letupan kisi
makin aku bermain makin tajam menyayat nadi
tak tahu mengapa aku sulit tergoda hentikan permainan ini
tapi walau sulit aku coba bertahan
tak ada yang tahu apa yang kurasakan saat lalu hingga kini
saat mendatangpun sulit aku bayangkan
diriku sering bertanya sendiri, bermain apakah aku saat ini? hati…
hati yang tak tahu akan kemana atau untuk siapa
penat kadang hinggapi, namun rinai angan tiupkan sejuk mimpiku
hidup didunia bagai meronta
hidup didunia bagai alunan pesona
sering kudengar kata terungkap,
‘nikmati hidupmu didunia yang hanya sekali’
apakah seperti itu?
yaah.. tak tahu!
mudah luapkan kata tanpa mengenal ruas makna
aku itu aku tapi kau memang kau
bagaimana aku melukis diriku dengan lain warna hidupmu
siapa tak ingin hidup dalam peluk indah bahagia?
manusia mana yang tak ingin terekat dalam cinta?
bodoh bila menggeleng jawabnya
hidupku mungkin seperti tekanan permainan
namun bila siap memenanginya, tak ingin kutahu ‘siapa yang ingin hentikan roda waktuku?’
tak ingin tentunya berhenti saat itu
waktu terus mengaliri darahku yang kian tersendat
isi hidupku akan hirup udara bumi kian surut
Sang Pencipta pasti panggil hambaNya
ingin kusirami warna sisa hidupku dengan damai dan bahagia
tak terkira segala apa yang akan terjadi dalam hidupku ini
cinta? kuingin bukan hanya ucap, erat kuingin ungkap dan dekapinya
entah dimana dapat kuraih, hampa dan sunyi diri tanpanya
tak mungkin pilu yang kuharap
tak ingin taman tanpa bunga indah harumi hari
harapku masih mungkin raih bukan hanya bunga mimpi
walau kutahu pasti, siapa diriku bagaimana hidupku….
kan kulekat eratkan jiwa hati dan diri hanya untuk yang kucinta
kucoba kagumi hati
kuraba dalamnya hati
kucoba… kuraba… ku..?