Tag: puisi cinta damai

Deklarasi Cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
2 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 4.25 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hanya kata berbahan jiwa  hati yang tulus

aku katakan kerinduan.

 

Ingin aku bernyanyi, tetapi

desahan sunyi yang kualami

lebih dari nyanyian apa pun

seperti ketika senyum dapat mengatakan cinta.

 

Wahai kelopak-kelopak mawar merah bertitik embun pagi,

aku lihat mentari itu muncul membayang

dan menampakan sinar dari belakang sosokmu.

 

Ada sedikit keresahan tentang pagi yang terlalu cepat

menjadi hingar, ada terbayang kelelahan

akan siang yang terlalu sebentar menyajikan terik matahari.

Senja pun membayang bagai keremangan yang terlalu lama

beranjak malam.

 

Demi apa yang ada dan terus menyala

antara mata, mulut dan telinga

aku ucapkan kata yang jauh kau kenal sebelum aku terlahir

dalam setiap harimu.

Tangan dan kakiku adalah kereta yang menunggu engkau

setiap pagi di taman air mancur tengah kota.

 

Wahai, bidadari pagi..tersenyumlah

tentang sorot mataku, kemudian teduhkan dalam

dunia yang damai, namun masih menyisakan resah

untuk tiap kali seseorang harus berontak, tergerak

dan selalu menunjukan diri.

 

Wahai mahkota kerinduanku,

tantanglah aku, taklukan pejalan yang jalang ini.

kurunglah dalam tirai lonceng berdentang nada-nada bambu.

Tikam kegilaan ini rebah ke atas rumput musim kering

biar warna merahnya menceritakan hidup

yang dicintainya..

tentang engkau, gadis manis penggesek violin

yang mengusik setiap malamnya..

Aku berkata “taklukan aku, wahai perempuan ..”

 

(Jogjakarta/Desember/2007/Katjha)