Tag: puisi bunga

Bunga Kertas


Puisi ini ditulis oleh pada
19 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (12 votes, average: 2.83 out of 5)
Loading ... Loading ...

Warna warni mencolok mata kau hadirkan
Tapi terkadang warna mu pucat pias tak berdarah
Padahal mahkotamu dibingkai empat kuntum kuncup
Kau tau pasti kau bunga yang tak mudah dipalingkan

Saat kuncup barumu menyembul
Semburat merona kau janjikan
Dan kau tak peduli duri yang menjalar di sepanjang rantingmu
Asalkan hadirmu memberi arti bagi sekitarmu

Setiap mata yang menanar ke arahmu akan tersejukkan
Meski kau bertahan menahan perih mentari membakarmu
Dan saat angin membelai daun dan kelopakmu
Kau meneduhkan prahara setiap jiwa yang memandangmu

Ketika badai datang menerjang ranting-ranting ringkihmu
Tangan-tangan yang rajin menjamahmu seketika tak lagi hendak memetikmu
Dan kau tak mampu menahan kelopak-kelopak rapuhmu
Hingga berguguran..tercabik duri-duri disekitarmu

Lalu masa mu telah usai..
Dan kau harus rela menunggu hingga musim semi kembali menyapamu
Meski duri-duri di rantingmu terus menajam dan mengakar
Kau tetaplah sekuntum bunga kertas yang rapuh!

12th July2010
aprilina hasan [aprilina2001@...]

Sayap-sayap kecil


Puisi ini ditulis oleh pada
16 September 2008 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (16 votes, average: 4.69 out of 5)
Loading ... Loading ...

sayap-sayap kecil..

baru kemarin kau singgah lalu kau curi hatiku

sejak hari itu kau rajaku dan aku budakmu

siang malam kau ukir cinta

lagi dan lagi begitu nyata

hingga tak lagi aku berkelana

mencari kekasih di alam fana

lembut sayap-sayap kecil memelukku,

melindungi,menghangatkan

pun ketika aku terhempas,

sayap-sayap kecil mengangkat lekas

diantara kepakan tawa dan cengkraman lembut,

sayap-sayap kecil selalu mampu maknai nafasku

jadikan surga sebelum akhirku

Bunga Putih


Puisi ini ditulis oleh pada
3 January 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (13 votes, average: 3.92 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hikmah yang terwujud dalam penantian.
Dan terhempas dalam kerikil makna.
Kiranya ini garisan hidup manusia.
Takkan pernah terbayang sebelumnya.
Kau tambatkan hatimu dalam penantian.
Bersama belahan jiwamu kau bertahan.
Berjuang melawan keadaan dan kenyataan.
Doa dan sujut selalu sejukkan hatimu.
Oh… Bunga putih jangan kau layu.
Sejukkan dirimu dengan embun pagi.
Hangatkan dirimu dengan matahari.
Harummu beri makna dalam belahan jiwamu.
Oh… Bunga putih jangan kau kuncup.
Biarkan kumbang beri nafas segar.
Durimu kan selalu lidungi kamu.
Berikan madumu pada kumbang yang setia.

Pada Satu Musim Bunga


Puisi ini ditulis oleh pada
27 November 2007 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Lalu pada musim dimana bunga-bunga mulai menyala di
jemari peri
Ombak dan burung-burung mengirimkan asmara pucuk
meranti
Anyelir dan bougenvile rumpun bambu merimbun sunyi
Senyummu bertebaran seperti pelangi menagih janji

Pada pertemuan perahu dan gelombang yang
bercenti-centi
Ada getar merajuk-rajuk di dalam diri
Hanya angin yang mengerti derak kemudi
Dimana permaisuri pasti engkau di ujung sepi

Pada musim-musim dimana mata air mengirimkan aroma
pagi
Ada puisi yang luput terkirim ke bilik mimpi
Segulung ombak selengkung pelangi
Cinta yang terpendam selalu saja memerahkan pipi

Banda Aceh, 31 Oktober 2007

author: “dino f. umahuk” [valdinho74@...]

Kepada Sepasang Capung Merah


Puisi ini ditulis oleh pada
13 November 2007 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

langit biru bersambut,

bersama kepakan sayap-sayapmu,

terbang tinggi di atas sebuah padang hijau.

sepasang capung merah, terbang

di bawah birunya langit harapan,

berkejaran sebagai mahligai kecintaan yang melambung tinggi

dalam angan dan impian.

sesaat kujemput pagi ini

dengan senyum dan detak jantung berirama,

kutatap langit biru,

julihat setitik warna merah berpasangan,

kulihat seberkas gairah yang berkejaran

pada birunya rona langit pagi ini.

sebuah pagiku ….. bersama sebentuk kejenuhan,

kulempar pada sepasang capung merah.

seraya kubisikkan dengan liri “usiklah gairah kecintaanku ini”

dengan warna merahmu, seperti musim dingin

yang mengugurkan bunga-bunga sakura.

seperti juga kerinduan ini akan bersemi,

karena kusambut sosok bayangnya,

walau dari mimpi dan sudut keinginan yang mana.

kepada sepasang capung merah,

bawalah bisikan ku itu terbang,

dan singgahkanlah pada tempat yang jauh.

agar dapat kubersembunyi

dari pagi yang sesak dan penuh kegamangan.

terbanglah …….

dan marilah kita jelang impian kita sendiri-sendiri.

( Persembahan kepada Nia/Agustus 2007)

taman bunga


Puisi ini ditulis oleh pada
10 November 2007 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (25 votes, average: 3.76 out of 5)
Loading ... Loading ...

pagi pagi ditaman bunga ini,
semalam mekar,
kuncup bunga harum semerbak dirimbun semak belukar .
dihirup, udaranya wangi,
ditatap, angan itupun menetap tetap.

jadikan laki-laki yang melintas,
penat-penatnya, seketika itu juga kan lepas.

angin-angin berhembus halus,
menyebarkan wangi-wangi mu kesini,
ke dada-dada ini .

dan laki-laki yang terjaga hatinya,
tak inginkan harum-harum mu lekas-lekas pergi dan sirna.
tetap tinggalkan wangi-wangi mu disini.