Tag: puisi ajal menjemput

Cemburuku pada terpidana mati


Puisi ini ditulis oleh pada
26 November 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Mati……………………………
Kata yang sebagian orang menakuti.
Kata yang sebagian orang mencari-cari.
Kata yang sudah pasti dilalui.
Kata yang sudah pasti akan kita dekati

Bagi mereka yang takut.Tak
kan mungkin waktu berlaku surut.
Bagi mereka yang mencari-cari.
Mati bagai sebuah rezeki

Ada yang takut mati karena cinta dunia.
Mengumpulkan harta dengan segala cara.
Menikmatinya sampai tak ingat dosa.
Puaskan nafsu membabi buta

Ada yang takut mati karena azab yang akan di jalani.
Alam kubur yang gelap gulita menanti.
Terbujur sendiri tiada sanak saudara menemani.
Bekal di bawa terasa tak akan mencukupi

Bagi mereka yang mencari mati.
Dunia ini tiada arti.
Utama ibadah pada ILAHI.
Jihad fisabilillah selalu dia cari

Mati adalah rahasia ILAHI.
Tak seorang pun tahu kapan akan didatangi.
Baik yang sakit maupun yang sehat.
Baik yang lemah maupun yang kuat

Tapi………………………………………….

Ada yang tahu kapan ajal menjemput.
Walau perasaan dihantui rasa takut. Walau hati menjadi kecut.
Melihat algojo bagai malaikat maut

Inilah yang kecemburui.
Mereka tahu karena di vonis hukuman mati.
Atas kejahatan yang mereka lakukan.
Hukuman mati jatuh dari pengadilan

Bila kita bisa berpikir jernih.
Gunakanlah kesempatan ini untuk membersihkan diri.
Mendekatkan diri pada ILAHI ROBBI.
Hapuskan segala dosa dari dalam diri

Taubat nasuhalah menjelang maut mendekat.
Sesali dosa-dosa yang telah diperbuat.
Dekatkan diri dengan memperbanyak zikir dan sholat.
Maut menjemput bagai sebuah nikmat

ALLAH maha luas kasih dan sayangNya.
ALLAH maha pengasih dan penyayang pada umatNya.
ALLAH penerima taubat semua hamba hambaNya.
ALLAH tak akan pernah mengingkari janjiNya