Tag: pendidikan

Kepalsuan Cinta…


Puisi ini ditulis oleh pada
13 October 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.40 out of 5)
Loading ... Loading ...

sewaktu engkau bertanya, kutatapi segugus dedaun kelapa gading melambai tertiup angin…

“indah hamparan pasir putih mencatat setiap serpih kisah kita…

disana tak kutemui sedikitpun cela,
semua terlihat sempurna….

aku tertegun menatapmu yang membuat aksara manja…

seketika gaung kerinduan itu terpancar dari binar mataku….

namun nyatanya….
dalam sewindu gurat rona berbiak menjadi pucat….

ribuan sesak menohok hati, memaksaku mengulur nafas berat…

ada makna apa dengan zahir yang kau lafadz
sewaktu kita duduk berdekatan, memandang mentari meredup dipapas senja…

zahirmu itu tersiar disetiap buih-buih putih yang menepi…

lalu menguap sampai keselempang lembayung senja
juga kesemak-semak belukar liar…

gaung rinduku kini membeku
dijamah kebungkamanmu…

kau sematkan mahkota kepalsuan cinta dipendopo hatiku…
yang membuatku meringkuk dalam sangkar nestapa tak berujung….

_by Lembayung Kelam_

Sajak Sebatang Lisong


Puisi ini ditulis oleh pada
3 July 2006 dengan 6 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (21 votes, average: 3.90 out of 5)
Loading ... Loading ...

menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka

matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak – kanak
tanpa pendidikan

aku bertanya
tetapi pertanyaan – pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis – papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

delapan juta kanak – kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..

menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana – sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

dan di langit
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

gunung – gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes – protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair – penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak – kanak tanpa pendidikan
termangu – mangu di kaki dewi kesenian

bunga – bunga bangsa tahun depan
berkunang – kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta – juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………

kita mesti berhenti membeli rumus – rumus asing
diktat – diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa – desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata

inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

RENDRA
( itb bandung – 19 agustus 1978 )

* ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.

* ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet