Tag: pemandangan

Buku Jiwa Bagi Para Penyentuh Kehidupan


Puisi ini ditulis oleh pada
1 February 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 4.22 out of 5)
Loading ... Loading ...

Seseorang melangkahkan kakinya kepada lembaran-lembaran kisah hidupnya
Lembaran-lembaran yang sudah lama tidak dihuni nya
Ia berjalan mundur dan terhenti pada sebuah bab yang menceritakan tentang sebuah
ruang yang usang
Ruang itu berdiri atas nama memori dan luka

Sebuah diorama yang dimainkan oleh bayang
Sebuah cerita yang tidak dimulai dengan awal maupun akhir
Mereka sudah disana dengan berbagai latar dan berbagai spektrum cahaya yang
bernama kelabu
Pemandangan itu beku, pemandangan itu bisu, dan yang dirasakan adalah pilu,

Mereka dengan tangan-tangan yang terulur terlalu tinggi tak mampu menjangkaunya
Mereka dengan eksistesi diri namun buta, tak mampu melihat pun merasakan
Mereka disana hanya menjadi figure penggembira tanpa mengerti esensi dari sebuah
pelipur lara

Dan seseorang kembali meneruskan perjalanannya terhadap labirin waktu

Kali ini seseorang terjerat pada lembar kisah dengan jelujur akar yang
mengitarinya
Akar itu berbentuk hati dan ronanya menorehkan hangat namun sesekali melolongkan
getir
Bab itu bercerita tentang sebuah pohon tua berbuah cinta
Buah cinta yang mengandung kompleksitas, pencarian, dan tambatan

Dan buah cinta pun menguak kembali kisahnya kepada seseorang….

Mereka yang bersembunyi dibalik perangai mereka yang semu pernah mengukir
namanya di bahumu
Mereka yang pernah menawarkan hati dan jiwa, bertekuk lutut dan mencium tanganmu
Mereka yang terlalu banyak bermain dengan api pernah luruh dan mencari
keberadaanmu
Namun cinta yang kau cari masih belum mampu menutup bagian dari kisah ini.

Dan buah cinta menghantarkan seseorang kepada lembar cahaya yang telah
menantinya di penghujung buku
Bab ini bercerita tentang Rumah tua dengan hamparan bunga yang luas
Rumah yang mengatas namakan estetika, keteduhan, dan kelapangan

Sebuah rumah yang menghadirkan kelegaan, kelapangan dan harmoni
Di rumah itu Ia bertelut, di rumah itu ia lepaskan segala kemelut
Sekian lama ia mencari dan berkelana
Tak didapati di mana, namun di hati

Setiap sketsa yang dilalui seseorang pun tak luput dari keberadaan individu
lain
Ruang usang, pohon cinta, dan rumah tua

Mereka yang terliku dan terlibat di dalam setiap kisah dari sekat kehidupan
Mereka yang merangkak bersama dan hadir dari berbagai sudut yang tak berbatas
Mereka yang seketika mengisi keping-keping jelaga dan yang pernah menjadi jelaga

Mereka adalah bingkisan yang sempurna bagi jiwa-jiwa yang tak sempurna
Bukan sebagai pelengkap, bukan juga sebagai penggembira
Namun sebagai bagian utama dari kisah penyentuh kehidupan

www.mizzy-sebuahperananjiwa.blogspot.com

yanny widjanarko [yuvani99@...]

get up!!


Puisi ini ditulis oleh pada
22 June 2010 dengan 0 Komentar
Rating Puisi : 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

ta kusadari

semua impianku lenyap

tapi ahhh…

tidak,tidak semuanya

ku masih memiliki diriku

sayapku ini memang melemah

ugh..kepaknya terlalu perlahan

lebih baik ku istirahat dulu

menikmati pemandangan yang ada

nyamannya tempat ini

terbangun ku dalam gelap

akkhhh…terlalu gelap

aku takut sekali

badanku lemas

sayapku ta bisa kugunakan

kaku sekali otot ini

ughhh…

bangunkan aku

katakan ini bukan duniaku

bantu aku berdiri

wuzzz…

sepoian angin menyekaku lembut

menentramkan jiwa kalut ini

ku kesepian…

ku kedinginan

kekasihku meninggalkanku

ku ta bertenaga untuk menghidupkannya

jiwa duniaku

raihlah aku

rengkuhlah jemariku ini

huppp…

perlahan menyentuh jemariku

hangat…lembut…

menyelimuti perasaan hatiku

sayapku….dia bergerak

ku terbang..

perlahan…

lagi….lagi…

dan….

tinggi sekali

kudapatkan lagi jiwaku

menyatu dengan ragaku

membisikkan kata indah pada jiwa dunia

bangun! dan lukiskan keindahanmu padanya

sebarkan semangatmu yang menggelora

untuk semua mahkluk di dunia dan untuk jiwa dunia….

bangkit dan isilah dunia ini

dengan warna indahmu

yang ta kan pernah sama

setiap detiknya mengandung keajaiban

temukanlah itu semua dengan mata hatimu yang menggema bersuara rindu kau dengarkan