Tag: pagi

Batas Angan


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 2.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kau mentari pagi
Memberi harap dan kasih
Kasih ini murni
Bersemi indah di hati

Sadarkah dirimu
Kasih ini untukmu
Walau ku tak milikimu

Walau rasa tak terbalas
Namun kasih tak memilih

Aku adalah kekasihmu
Dalam khayalan indahku
Aku adalah pangeranmu
Dalam istana anganku

Ku inginkanmu
Ku cintaimu
Melebihi batas anganku

Belai embun pagi
Beriku dingin dan sepi
Bagai hati ini
Membeku di dalam sunyi

Sadarkah dirimu
Sakit ini darimu
Karena dia telah milikimu

Walau perih tak terperi
Namun cinta tak mendendam

Aku adalah nahkodamu
Dalam samudera mimpiku
Aku adalah mentarimu
Dalam dunia fantasiku

Ku mendambamu
Ku memujamu
Melampaui batas anganku

Cinta berakarkan hati
Menjalar tiada henti
Hingga temukan cinta sejati
Berbunga hingga akhirnya mati

By: Maggothz MoronChay

Terimakasih


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2011 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (26 votes, average: 4.35 out of 5)
Loading ... Loading ...

Ku lihat wajahmu

Ada tangisan di mata itu

Layaknya pagi pertama di musim semi

Begitu cantik begitu pucat

 

Isakan tangismu bisa kudengar

Getaran ketakutanmu mampu ku rasakan

Walaupun kau berkata semua akan baik-baik saja, aku tahu

Ini begitu berat bagimu

 

Apakah kau mendengarkan kata-kataku

Bisakah kau merasakan perasaanku

Ketika jarak yang memisahkan kita adalah nol

Ku ingin kau tahu

Aku bahagia kau membawaku ke dalam hidupmu

 

Makhluk seperti diriku ini

Terimakasih banyak telah mencintaiku

Walau takdir pertemuan kita begitu singkat

Aku tidak pernah menyesalinya

 

Aku mencintaimu, aku akan mencintaimu selamanya

Aku akan mengingatmu selamanya

Sampai kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya

Aku tidak akan pernah melupakanmu

 

Kang, Titip Bungkusan Ini


Puisi ini ditulis oleh pada
5 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kang, titip bungkusan ini untuk rumah
kotak roti rasanya mewah sekali
tak terbayang bagaimana muka anakku nanti
menikmati apa yang selalu di dalam mimpi
.
kantong plastik berisi kotak roti
kudapatkan dari seseorang pagi ini
katanya dia bersyukur diri
atas apa yang dicapainya sampai saat ini
.
senyum mengembang pastilah anakku ciptakan nanti
gelak tawa bersenang diri
begitu kembung pipinya akan terisi
mengunyah roti yang entah setahun sekali bisa terbeli
.
kantong plastik berisi kotak roti
jadi berkah dan rejekiku sedari pagi
tak sabar ingin rasanya kuserahkan sendiri
dan kudapatkan sebuah pelukan kecil sang bidadari
.
Kang, titip bungkusan plastik ini
dan bilang ku kan terlambat pulang nanti
karena rasanya tetaplah begitu rugi
satu jam lebih tentulah sangat berarti
.
.
Seto Danu

Cogito Ergo Sum
Batam.BigRoom.16.07.07.07:35

Aku Mengerti Cinta Dengan Dua Cara


Puisi ini ditulis oleh pada
4 May 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku mengerti cinta dengan cara yang paling sederhana
ketika seorang wanita memeluk mesra buah hatinya
selepas pagi buta dia membuka mata
diiringi sebaris senyum manis pembuka hari

aku mengerti cinta dengan cara yang paling sederhana
ketika seorang pria duduk di beranda diterpa renyahnya gelak tawa
mengawasi buah hatinya dari balik bingkai kaca matanya
yang sedari tadi berlomba memanjat tingginya pohon mangga

Aku mengerti cita dengan cara yang luar biasa
ketika seorang wanita menyerahkan seluruh hidup dan jiwanya
hanya untuk mencintai anak yang dibesarkannya
tanpa pernah berpikir untuk meminta apa

aku mengerti cinta dengan cara yang luar biasa
ketika seorang pria yang tak perduli akan dirinya
tetap saja tegar berdiri dan mengulurkan tangan
ketika anaknya jatuh dalam pekatnya dunia

aku hanya tahu cinta dengan dua cara
dan jangan paksa diri untuk menguraikannya
karna yang aku tahu sebatas milikku saja
cinta itu sederhana tapi luar biasa

Seto Danu
Cogito Ergo Sum
Samarinda.gereja.14.10.06.18:40

From: Seto Danu [setodanu@xxx]

Kembali


Puisi ini ditulis oleh pada
26 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tak terasa kita kian hari semakin menjauhi
semakin redup cahaya cinta yang kau beri
semakin kelam hembusan sayang yang ku rasai
semakin dalam pijakan yang ku daki
dan semakin terpuruk oleh masa lalu yg tlah kita lewati .

rasa rindu ini membuat ku semakin menjadi
untuk mendapat sisi dimana aku bersembunyi dalam hati mu ini
pagi, siang, sore hingga dini hari
terasa semakin mengaret waktu yang ku galaui
detik demi detik ku terpatri
karna ku hanya sendiri di sini
mengihlami denyut nadi

malam dingin ku lewati
getar gigi pun tak bisa ku tahan lagi
hingga keram terasa di kaki
kegalauan ini tak bisa mati
otak pun memproses pujahan hati

aku serasa kehilangan butiran mutiara putih berisikan emas mahkota berlapiskan nuansa indah yang di kalungkan seorang putri ,
serasa hilang belahan hati ini
bagai hari tanpa embun pagi
bagai bunga tanpa wangi
bagai siang yang tak bermentari
dan bagai bumi tanpa biasa pelangi .

kau sangatlah berarti
sangat sangat dan amat berarti .
ijinkan aku memeluk, mengecup keningmu lagi
dan saling menggenggam tangan lalui hari-hari sepi dan sunyi
menjalani kerasnya dunia ini
menapaki tajamnya hari-hari
dan saling mengkoreksi introspeksi .

From: dedde DFSAL [fauzidede@xxx]

Jejak Kekasih…


Puisi ini ditulis oleh pada
8 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

dingin pagi melingkup dunia
kecilku
kuingin kau selalu hadir disetiap
jaga dan lenaku

kujuga ingin kau temani aku
beriring dalam jalan gelap
maupun terang

jangan pernah menjauh apalagi
pergi meninggalkan diriku sepi..

dibahumu… kuingin sandarkan
lelah jiwa

berdua melarung mimpi sampai
nafas kan terjemput

ketukan dingin angin diwajahku
tak membuatku surut tuk tetap
bersimpuh dialtar kuasa ILLAHI
sembari kumengisahkan baitan
isi hati direruntuhan air mata
do’a

untukmu cinta ini abadi….

simpuhku dalam bening pagi
sisi anganku menyisir jejak kasih
yang kau tinggalkan

ada desah nyeri bercampur
ratap pilu dan harap
engkau ada dimana….

disini aku masih selalu
menunggumu..

jemput aku dan berikan seulas
simpulmu tuk menjadi penguat
hatiku agar kumampu menuju
dermaga impian yang telah
lama kita dambakan
kasih….

apakah tilas jejak cintaku telah
terhapus dipendopo hatimu..?

sungguh…
disini semua masih
tersirat nyata
jejak kasihmu yang tersisa kan
selalu kurawat tuk menjadi
tongkat pelipur dalam rana diri
dibenua sepi..

_LEMBAYUNG_

Dia? ataukah aku?


Puisi ini ditulis oleh pada
5 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pagi ini ku becermin
Menatap gelapnya dia
Menatap sedihnya dia
Dalam balutan beban

Senyum yang terlontarkan seakan menutup pedihnya hati
Jubah ketegaran yang di kenakan menutupi rapuhnya jiwa
Bertahan dalam badai yang memang seharusnya menggeleparkannya
Hanya keyakinan pada Kasihnya yang membuat kematiannya dia hardik

Lihat mata itu…penuh linangan air mata yang tertahan atau memang di tahan?
Lihat senyum itu…penuh dengan kepalsuan atau di palsukan?

Huh…tak tahan ku menatapnya
Karena ku tahu dia lemah…dia sudah tak kuasa
Dia mencambuk dirinya sendiri biar berlari
Dia meminum keringatnya tuk memuaskan dahaganya
Dia coba lewati duri agar dia terus terjaga dan berjalan menuju akhir dari semua

Yah dia…
Yah aku…
Dia? atau aku?
Aku? ataukan dia?

From: MaHaYaNa_CinTa [may_yudhy@xxx]

Suci Dalam Debu


Puisi ini ditulis oleh pada
5 April 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Terjerembab aku dalam heningnya
Tatkala pikiranku terbang kepadanya…
Aku tak kuasa
Akankah ku dapat melihatnya walau hanya sekejap saja ?

Inginku tak pernah perduli dengan apa yang bergelut dalam hati
Agar ku…bisa lalui hari
Tapi…perasaan itu datang dan kerap kali membuat air mata ini terus terurai
Adakah kata yang bisa mewakili perasaan ini?

Pagi…dengan sambutan mentari dahulu tampak indah karena dia menghiasi kehidupanku
Tapi kini…pagi seakan kelabu, mentari kian menyengat dan seakan ingin membakarku menjadi abu

Malam…dengan taburan bintang gemintang sangatlah indah, karena buaiannya membuatku terlelap
Tapi kini…malam selalu kelam, keheningan mengoyak seluruh tubuhku dan tenggelam

Dapatkah ku berdiri tegap seperti pohon cedar?
Pohon yang ketika salah satu dahanya hilang dia akan menderita, tetapi…dia tidak mati
Dia akan terus hidup hingga dahan yang baru akan tumbuh

Oh…mentari bakarlah seluruh cinta ini
Biarlah menjadi abu dan bersatu dengan debu
Tapi tetapkanlah cinta itu putih,bersih dan suci

From: MaHaYaNa_CinTa [may_yudhy@xxx]

Puisi bumi kepada matahari


Puisi ini ditulis oleh pada
28 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hey mentari pagi…mengapa kau bersembunyi di balik awan hitam?
Apakah kau tidak tahu aku merindukan hangatnya pelukkanmu?
Apakah kau tidak tahu wajahku yang sudah mulai kusam sehingga perlu sinarmu?
Cepatlah keluar…jangan kau terus bersembunyi di balik awan

Hey mentari pagi…apakah ku sudah tak begitu berarti bagimu?
Aku yang selalu menantimu
Aku yang selalu memujamu
Aku yang selalu menatapmu dengan penuh harap
Cepatlah keluar…jangan kau terus bersembunyi di balik awan

From: MaHaYaNa_CinTa [may_yudhy@xxx]

Balada Orang Merindukan Pelangi


Puisi ini ditulis oleh pada
14 March 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 2.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Tinggal kata, orang berucap

berlalu

terserak pandang,

bayang menikung

hilang

dalam balutan mega-mega hitam

bergurat warna perak kusam.

 

Bias sinar putih bagai lantunan nada

menderas, menerpa sudut-sudut gelap

tampak setengah bayang.

saat kita menakar warna,

mengurai benang-benang yang menjalin

rajutan cahaya beraneka warna

dalam pantulan piramida kristal.

 

Ini adalah pelangiku..

di langit pagi,

ketika engkau memalingkan pandang

dan membuat sekat-sekat

untuk menutup bayang panumbra hatimu

yang bergejolak.

 

Ketika ada pelangi muncul,

ada sebuah mitos;

jangan engkau memuja seseorang

karena jika engkau tidak mempunyai jiwa besar

maka semua kepribadian orang yang kau puja

muncul dalam siluet pandang

tentang semua

antara yang terbaik dan terburuk,

dengan demikian

apa yang kau lakukan tidak akan terlalu

bermakna,

karena kau pun sudah tahu semuanya dengan mudah,

tiada gerak engkau menafsirkan dirinya.

 

Pelangi..

dan sebuah penanda waktu.

Aku pun tahu,

dia kini tidak lagi merindukan pelangi,

karena padanya kutahu

sebuah gerak dan pertautan kepribadian

lebih memberikan makna

daripada sesuatu yang sudah jelas dan pasti segalanya.

hidup bermakna ketika masih banyak kemungkinan

dan masih selalu terbuka untuk ditafsirkan.

 

(Jogjakarta/Februari/2011/Katjha)