Tag: murka

Sosok Itu Di Ruang Hampa


Puisi ini ditulis oleh pada
9 February 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.07 out of 5)
Loading ... Loading ...

Apa yang kau cari?
Tak ada yang penting di sini.
Hanya pemikir yang dikuasai
isi kepalanya sendiri.

Kau mencari matahari
dalam ruang sempit ini.
Sementara si penghuni
sibuk menenangkan suara-suara sunyi.

Cecar dan cercamu tak berarti.
Memang sulit bagimu untuk mengerti.
Bagimu, dia ibarat anomali,
yang selalu memaki luka dan bersemayam dalam sepi.

Ah, langkanya simpati dan empati.
Indahnya duniamu, jauh dari murka dan patah hati.
Sayang, di matamu dia hanya pecundang berkubang sedih,
bukan petarung yang mencoba bangkit kembali…

Masih mencari-cari?
Percuma, jika engkau masih enggan mengerti.

“kucing3warna” [kucing3warna@...]

Kenapa (sadarkah)


Puisi ini ditulis oleh pada
13 October 2009 dengan 1 Komentar
Rating Puisi : 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (belum ada)
Loading ... Loading ...

Ketika musibah itu tiba ……….

Bawah sadarku berkata.. dan bertanya.

Apakah ini nyata…….. terasakah….???

Tiba-tiba jiwaku berontak….. amarah….

Inikah jawaban atas segala do’a….

yang setiap saat aku panjatkan?

tidak adakah jawaban yang baik…..

atas do’aku selama ini?… Rencana apakah yang Tuhan buat?

Kenapa Engkau Tuhan murka……

kenapa musibah itu datang padaku….??

apa yang telah aku perbuat….

dan dosa apakah yang telah aku lakukan?????

Orang-orang yang aku cintai semua hilang

harta bendaku sirna….

Aku sebatangkara….. kenapa Tuhan????

Apakah salahku…..

Kenapa orang lain tidak merasakannya?

dan tidak Engkau berikan kepada mereka juga….

Kenapa ketika aku bicara… tiada yang mendengar…

semua membisu… semua diam seribu bahasa

Dan ketika kuraba sebuah wajah…. penuh dengan darah

dibawah, di atas, depan dan belakang…

disana semua terkujur kaku.. tiada yang bergerak…

Hari itu dunia mendadak gelap…. gelap… dan gelap

Akhirnya aku pun gelap… dan tak ingat apa-apa

(memorial for disaster)

Do’a di ujung malam


Puisi ini ditulis oleh pada
20 July 2009 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (15 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Yaa ALLAH …berlinang air mata hamba saat ini….

Bertanya bathin hamba ini….

Bagaimanakah pandangan ENGKAU  pada hamba saat ini…?

Terlalu ngeri hamba tuk membayangkannya…

Yaa ALLAH…sedemikian kelam jiwa hamba terbalur dosa….

Adakah pantas tuk bersujud di duli TUAN TUHAN SEGENAP ALAM…???

Yaa RABB…masih pantaskah diri ini menghambakan diri pada MU ??….

Sedangkan hampir di setiap saat diri ini menjadi

hamba nafsu…

hamba harta..

hamba syahwat…

hamba angkara murka..

dan hamba dunia…

dan hamba-hamba selain ENGKAU..????

Yaa ROHMAAN Yaa ROHIIM…masih berkenankah ENGKAU dengar dan kabulkan apa yg hamba pinta ??

Saat ini…

hamba mohon dengan segenap jiwa raga yg dalam genggam-MU YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG….;

“Peliharalah kerinduan di batin ini akan belaian karuniamu…

walau tak pernah kurang karunia MU.”

“Jangan tinggalkan hamba walau hanya sesaat”

“Jadikanlah apa yg menjadi keridlo’an MU adalah Keridlo’an hamba juga”

Tuk dia yang ingin pergi


Puisi ini ditulis oleh pada
13 January 2009 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Senyuman selalu tergores di raut wajah manis

Mahkota hitammu kilau berlian cahya

Pancaran sepasang mata tangkap riang kehidupan

Sutra halus terlontar bersama suara bibir bergema

Jemari lentik melingkar pesona indah

Semua indah terlukis fana dalam dirinya

Keceriaan menghantar setiap ucap dan tutur

Terlupa kata tidak untuk kasih sayang dan ciuman

Semua rindu terangkum dalam sebuah kata cinta

Kehangatan pelukan alirkan sumbatan kecewa

Ketika keras hati kalahkan kata bijak

Sekeras karang berdiri kokoh didepan rasa

Jiwa manis terkotori setitik kesombongan naluri

Semua hanya terdiam dan menangis

Air mata penyejuk jiwa luluh tersirat emosi

Penggalan kata-kata murka terucap

Manis kata-kata terhapus kegoyahan jiwa

Kehadirannya bukan kehangatan pelukan

Tatap wajahnya butakan indera

Segenggam sayang bukan lagi lautan asmara

Tulus maaf hanya akan teringat setelah rembulan berganti

Kenangan yang hanya bisa terukir dalam kalbu

Tulisan hanya akan bermakna bila gelap datang

Semua tuk dia yang ingin pergi…..