Tag: kenangan

Sejarah Tak Mungkin Kan Berulang…


Puisi ini ditulis oleh pada
20 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sengaja kubiarkan kenangan lalu terus membelai asaku

karena ia adalah penabuh mimpi-mimpi nan usang

kubiarkan pula ilusiku mendera khayal agar seribu dendam mencinta tak lagi meronta dalam angan

pancaran yang kukira matahari
namun ternyata hanyalah bias pelangi dari setetes embun

“indah namun hanya sesaat dan perlahan lenyap dikebiruan cakrawala nan luas”

mahligai indah yang pernah tercipta walau sesaat

kan kuukir serta abadikan didinding hati dan jiwaku

meski kusadar jika segala kenangan itu tak mungkin dapat terulang kembali hingga keujung masa

kenangan biarlah menjadi memory dalam catatan sejarah perjalanan hidupku

semoga ia pula yang kan menjadi cambuk untuk menggapai kembali asa yang pernah tercecer ditepian cinta yang beku

ruang rindu yang terbatas waktu kan kuhadang pada setiap rasa yang meronta dari bilik kalbuku

agar keindahan yang tercampak tetap bersamayam dan bertahta diistana sanubariku….

_Lembayung Kelam_

Lihatlah aku mengartikan cinta


Puisi ini ditulis oleh pada
8 October 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Jika Cakrawala berabad-abad menghangatkan bumi..

Menghidupkan setiap hembusan nafas makhluk..

Seperti itulah Cintaku padanya..

Kau tahu mengapa kau mengatakan “aku cinta padamu” pada orang yang kamu cintai..

Jika suatu saat kamu dan dia tidak akan pernah bahagia..?

Jika kamu telah mengerti sebelum mengatakan cinta,

Mengapa kamu katakan cinta..?

Selayaknya kita tahu apa arti mencintai..

Apa karena dia seksi, membuat birahimu memuncak,

Dan ingin menjadikan dia sebagai pasangan hidupmu??

Dimana setiap malam kamu menikmati persetubuhan, itukah arti cinta yang pernah kau katakan..??

Selayaknya kita tahu apakah kita mampu membahagiakan seseorang yang kita cintai..

Apa karena dia seorang yang kaya harta, membuatmu ingin memilikinya..

Dan ingin semua di dunia ini dibelinya..

Dimana setiap malam tiba yang ada dipikiranmu adalah “besok beli apa lagi ya”, itukah cinta yang diperjualbelikan??

Selayaknya kita tak memaksakan pada seorangpun..

Apa karena sebuah perjodohan, kamu mau mencintainya dengan terpaksa??

Dan bahagiakah dirinya untukmu??

Dimana setiap malam tiba, kamu dengan dia tidur bersama, tanpa ada rasa cinta untuk menyentuh keningnya..

Perlahan aku mencoba menulis semua tentang pilihan hidupku..

Aku hanya ingin kamu tahu,..

Arti cinta bagiku..

Ada seorang serupa malaikat..

Dia sempurna bagiku..

Aku mencintainya..

Aku melihat masa lalu, masa kini, dan masa depan..

Dapatkah aku membahagiakannya??

Dapatkah aku memilikinya??

Dapatkah kenyataan yang slalu datang menantang, aku tetap tegar untuk mencintainya??

Dapatkah aku menjadi seseorang terakhir, yang ada di samping raganya saat ia tertidur, dan aku mengecup keningnya??

Dengan keyakinanku aku mampu membahagiakannya..

Dan aku katakan cinta untuknya..

Karena ku tahu dia memiliki perasaan yang sama denganku..

Apa daya sebuah perbedaan menjelma menjadi sosok yang menakutkan baginya dan ku

Aku meronta..

Tak inginkan sebuah kenyataan ini..

Sampai hadirnya seorang pangeran dalam hidupnya..

Terlihat memang dia bahagia bersamanya..

Ada perasaan senang dan sakit sekaligus..

Aku senang dia bahagia, dan sakit karena aku cemburu..

Sampai suatu saat aku berkata dengannya..

“Hai.. aku masih mencintaimu, maafkan aku,..

Tak akan pernah mengganggu hidupmu lagi..

Mungkin ini terakhir kalinya aku berkata..

Karena kamu sungguh tahu, bahwa aku selalu mencintaimu..

Bahagialah disana, aku turut bahagia bisa mengenal dan mencintaimu,..

Bahagialah aku pun bahagia, walau sedikitpun aku tak mampu menyentuhmu,

Namun separuh jiwamu telah melekat erat dalam sanubariku..

Aku sungguh bahagia

Tak pernah aku merasa kesepian dan sendiri, karena ku tahu ada kenangan yg berharga melekat di otakku..

Tak butuh raga seorang wanita, karna ada cinta yang terus membara dalam hatiku,

Jika nanti suatu saat kamu sendiri, sampai berumur 80 tahun pun, jika kau mau, panggil aku, dan aku datang untukmu

Aku tak akan pernah bercinta selain dengan dirimu..

Aku mencintaimu..”

Ingatlah kawan..

Perubahan apapun pada dirinya, jika kamu masih mencintainya..

Kamu telah mengartikan sebuah kata Cinta Sejati..

Ingatlah kawan..

Ketika kamu dihadapkan sebuah pilihan..

Pilihlah sebuah pilihan hanya untuk yang terbaik untuknya dan dirimu..

Ingatlah kawan..

Katakan cinta, jika kamu sungguh mencintainya..

jika benakmu ragu, cintailah dia dalam diam,

hingga suatu saat, cinta akan menguatkan hatimu

Bahwa kamu dan dia berada dalam suatu takdir..

Dia akan bahagia, melihatmu tulus mencintai..

Dia akan bahagia, melihatmu bahagia..

Tak ada salahnya hidup sendiri, hanya mencintai satu wanita diantara ribuan lainnya…

Ada Tuhan yang selalu berkata untukmu..

“Aku telah melihat manusia, sejak bumi dijadikan,

dan Aku menganugrahi sebuah Cinta..

Cintailah Cinta dengan Cintamu dan Aku selalu mencintai manusia..”

Menunggu Tanpa Batas Waktu…


Puisi ini ditulis oleh pada
6 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 2.60 out of 5)
Loading ... Loading ...

dalam langkah bimbangku samar kulihat tiang rapuh tegak berdiri menantang jaman

walau tubuhnya kian aus menjadi serpihan puing_puing tak berharga

namun ia tetap tegar melawan usia pasir waktu yang semakin merapat kegerbang senja

nanar anganku menelanjangi kenyataan yang ada
senyumku sinis disudut bibir ingat betapa rapuhnya aku

jiwa yang ringkih mudah terpedaya oleh gemerlapnya ilusi dan tetap membiarkan rantai keraguan membelenggu hati

Wahai penilam asmaraku…
ingatkah engkau akan bintang yang dulu kugantungkan pada ketinggian puncak harapmu

mengapa ia kau biarkan luruh, usang dan berdebu
dan pasti gerhanalah kini purnamaku karena ketiadaanmu

hanya bias suram yang tersisa tersenyum simpul seraya berkata….

“mana janjimu kan menjemputku…?!

nyatanya kau buat aku terkulai disangkar kesyahduan bisa rindu
karena jawab yang kuharap, kau gantung diegomu

bagaimana hendak kulupakan semua kenangan tentang kisah kita
jika bayangmu masih jua bertamu disetiap keheningan pagi

Dengarlah wahai penilam asmaraku…
tak usah kau tanyakan, dimana letak cintaku sesungguhnya

selamilah hatimu sendiri,
maka kau tak akan temukan tebing dan dasarnya karena memang cintaku padamu tak terukur dalamnya

dan sesungguhnya Rahmat kasih_NYA telah menuntunku untuk tetap menunggumu…

Kenangan Cinta Luka…


Puisi ini ditulis oleh pada
1 October 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

suatu masa dulu kau mencabar disanubariku,
memecahkan kesunyian dan kesepian

kau meremaja dan tiada lelah kau iringi tatihku dengan canda keceriaanmu

kegembiraanku pun tergambar jelas dari kamar jiwaku
namun kini semua berakhir dengan gurisan kelukaan yang teramat pedih

dihati kecilku pun payah menahan sebak membayangkan kemanisan saat kita bersama dulu

kala gelita mengecup ubun malam, mataku lelah namun tak jua mau terlelap hingga membawa anganku menikung pada lembar_lembar diary canda penuh ceria

tetapi ia hanyalah satu ilusi yang hanya pantas untuk dikenang

ku akan terus merawat segala sisa kenangan sebagai tanda kejujuran, kesetiaan dan ketabahan bagi tali kasih yang masih terhimbas dalam benak hatiku

jauh disini…
hatiku masih merindumu…

disisa waktuku kuucapkan
“selamat berbahagia bersama dia yang kini kau cinta….

satu pesanku padamu….
jika suatu hari kau melihat ombak dan buih putih setia melanda tiap butir pasir dihamparan pantai

itulah gambaran ombak rindu yang masih selalu berdebur disamudra hatiku

dan jika kau tengok gelombang laut pasang diibarat gelora cintaku padamu yang tak pernah kan padam

walaupun hatiku terluka, nestapa dalam rana diri namun ku kan mencoba tegar dalam langkah merintis sisa takdir bersama sisa_sisa semangat yang masih ada diantara hempasan duka meruntun dijiwa yang hampa

entah……
kemana hendak kucampak sisa cinta yang masih terselip dirongga sunsum jiwa ini….

Bisik Kerinduan…


Puisi ini ditulis oleh pada
1 October 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.80 out of 5)
Loading ... Loading ...

dengarkanlah bisik kerinduan ini berlagu mencari tepian…

kemana harus kutambatkan dermaga lempung tanah ini sebelum habis kikisannya…

dengarkanlah perjalanan jantung ini sunyi berdetak, berlari kehilangan peta sejarah…

kemana sebaiknya kubilas debu_debu yang melekat dipori_pori sanubari…

pencarian panjang yang tanpa sadar menghabiskan separuh perjalanan hidupku

mencari telaah bintang pedomanku

pelipurku kala resah
peredamku kala marah

walau belum sempat kumenyana betapa inginku seperti mereka_mereka yang dapat jawabnya…

sedangkan aku masih sibuk menganalisa apa yang diketahui…
apa yang ditanyakan…?!

hati dan jiwaku benar_benar sibuk memburai lafal_lafal cinta,

hingga kini disepenggal akhir niaga saat pagar sejarah lahir,
beribu cindra kenangan kumengingati bahwa tak perlu ku menunjuk satu bintang

yang kubutuhkan bukan itu,
bukan bintang ataupun cahaya lain…

yang kubutuhkan belai kasih dari Illahi…

cahaya diatas segala cahaya…

maka dengannya kubangun kembali
dermaga besi menata kembali lagu tepian
karena demikianlah cinta ini kupertaruhkan…

dan melangkah menapaki takdir yang sudah EngKau gariskan sambil kubertanya kapan kapalku Kau terima istirahatnya….

BayangMu….


Puisi ini ditulis oleh pada
22 September 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (5 votes, average: 4.20 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aroma tanah yang tersiram air hujan, merebak mengisi setiap ruang udara yang kosong

Bersentuhan dengan ujung syaraf indra ciumku

Melemparkan satu memory yang lama terkubur dibawah nisan cinta

Terkoyak kembali tabir masa lalu yang telah lama terkunci rapat, berdebu dan usang….

Namun kuharus tetap melangkah walau pelan, tertatih dan tak jarang aku terjatuh

Kucoba rangkai kembali mozaik yang sudah lama pecah, berantakan tak berbentuk lagi

Dengan sisa-sisa kenangan yang masih setia menemani…

Hingga kini kembali hadir namamu yang sempat terlupa

Menari dan menari dianganku

Kucoba usir namamu dengan segala daya
Namun semakin nyata menjelma

Dengan langkah gontai kuberlalu pergi tuk tinggalkan semua itu…

Sekali lagi bayangmu menahan langkahku……

Aku Mati


Puisi ini ditulis oleh pada
9 August 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (9 votes, average: 3.78 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku mati…
aku mati tanpa rasa…
rasa telah lama hilang ditelan senja…
cerita senja yang ku rangkum hingga ku tiada…

aku mati…
aku mati menjauhi jalan suci…
ada yang merendamku dalam genangan kenangan..
kau… ya itu kau…

saat kau tawarkan getaran itu…
getaran itu memecah samudra yang ada di dadaku..
kemudian kering..
pudar tak berwarna…

kau menikamku dengan rasamu..
tepat di dada kiri ku..
lalu kau berdiri dan melihatku…
terkulai dan mati..

-kahar-

kahardreams

antara dia dan kata “kembali”


Puisi ini ditulis oleh pada
23 July 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (10 votes, average: 4.10 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebahagian waktuku hilang, ini benar benar menghilang…

ntah di mana,tapi aku mencoba untuk tenang..

tenang,dan tenang ,sampai suatu saat dia datang..

bukan sebagai bintang ,yang menyentuh ku dengan begitu terang..

juga bukan bulan ,yang melihatku dengan sangat benderang…

dia hanya menyapa,tapi itu terlihat tak biasa.

Dan Aku juga mencoba menyapa dia, tapi itu yang tak ku bisa.

Atau Mungkin belum ku coba.

Aku bukan berjalan tanpa mata.

Aku melihatnya ,sungguh melihatnya.

dia bukan hanya sekedar cerita.

Dia nyata.dan dia ada..

Dan kini dia tiada..

benar,,,memang benar dia hanya menyapa.

Tapi aku merasa,dia ada walau pun tiada.

Andai dia kembali ,aku ingin lahir seperti..

Seperti daun,yang berjatuhan di taman yang mencoba untuk menenang kan,

Andai dia kembali ,aku ingin lahir seperti .

Seperti badut yang mencoba menghibur walau melelahkan.

Andai dia kembali,aku ingin lahir seperti.

Seperti merpati yang selalu setia dan tak tergoyahkan.

Tapi seandainya dia tak akan pernah kembali?

Mungkin aku akan lahir seperti ikan,yang mudah untuk melupakan.

Atau Mungkin juga aku akan lahir seperti penyair yang tetap mencintai walaupun di lupakan.

Apakah kata kata “kembali” terlalu jauh bagimu?

Apakah raut wajahku terlalu mudah untuk dihapuskan olehmu?

“Tersenyumlah” mungkin itu yang akan kau ucapkan.

Tapi tidak, aku tidak bisa. semua telah hilang sesaat kau menghilang.

Namamu adalah senyuman , sentuhan mu adalah kenangan.

Dan bagai mana bisa aku terbiasa..

Tapi…terimakasih atas waktu yang begitu singkat..

Kau merubah perjalanan ku yang semestinya berat.

Aku tau di dalam hati ini namamu akan menjadi pekat,dan tambah pekat .

Terimakasih…

dan aku tersenyum ….

Aku Rindu Kamu


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2010 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (14 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Hari-hariku yang sepi
aku rindu kamu,
Apakah kamu tau itu?

Malam yang sunyi
memeluk jiwaku
yang gundah
karena memberontak orang tua
memberontak aturan
dan akhirnya tergoda dunia luar

Sia-sia kucari hatimu.
Ingin kuingat lagi wajahmu
yang kini menghilang.
Sia-sia
Tak bisa kuraih
Sempurnalah kesedihanku.

Angin marah
menyerang bumi.
Dan dua belas ekor singa
akan muncul
manghancurkan hatiku.

Berkali-kali aku rindu kamu
Di manakah kamu?
Apakah kamu telah menjadi kenangan?
aku rindu kamu.
aku rindu kamu.
Karena kamu kenanganku.
Tuhan ?
Tuhan adalah seniman ajaib
yang selalu ada
hanya perduli dengan hal yang besar

Seribu jari dimasa laluku
menudingku
Tidak akan
Aku kembali.

Saat aku rindu kamu
amarah yang suci
bangkit di malam ini
dan merusak diri di dunia luar
sebagai cowok penggoda
memberi harapan padaku
dengan wajah tulus.

sesudah itu
sebagai laut yang beku
dan aku pun beku.
Lihatlah, wajahku.
Terkaca di kesunyian.
Berdarah
terluka karena masa laluku

From: martha christina [marthacayangq@....]

daun dan pena


Puisi ini ditulis oleh pada
16 July 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat jiwa ini telah terlelah oleh dekapan sang malam
di kala raga ini sendu oleh kenangan dari rindu yang terbuang
disaat itu jua siang menjelang embun menghilang

rantai dari perjuangan telah dibuat
oleh keinginan dan asa yang terpancar
untuk memeluk kisah yang akan segera hadir
dengan rasa kasih dan sayang

daun yang berguguran telah terkenang
sebagai satu kisah yang tersimpan
embun-embun telah menangis
beserta senyum yang menghiasinya

senja akanlah hadir
menggantikan siang yang menunggu
dan malam akan menjelang
menggantikan senja yang telah lelah
dan tertidur di balik tembok kesepian

satu waktu telah berganti
bukan menghilang ataupun tiada
tetapi tumbuh menjadi sesuatu yang baru
dan akan menjadi pena suatu saat nanti

menghadirkan kisah yang baru
menorehkan jawaban yang lama
dan melupakan kenangan yang pahit

kita tiada perlu mengerti semua
yang kita harus lakukan hanyalah percaya

20/04/2010

dewa 4 U