Tag: kata-kata puisi

Rindu Yang Terpendam…


Puisi ini ditulis oleh pada
26 December 2010 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (25 votes, average: 4.52 out of 5)
Loading ... Loading ...

saat hanya tatapan yang bisa kubiaskan untukmu

sesungguhnya kidung kerinduan ini ingin menyampaikan sebuah rasa padamu

meski kata terbatas pada keberanian untuk melafadz

mestinya sudahlah cukup buatmu bisa mengartikan rasa yang kupendam

saat kita duduk berdua
menatapi lembayung senja yang menjuntai

ada makna dalam setiap tarikan dan hembusan nafas…

ada harapan dalam degup jantung…
semua bernadzar kepadamu…

disini…
didadaku tersimpan harapan…
dihatiku bersemayam keinginan…

namun bagaimana kuharus sampaikan kepadamu jika setiap menatap wajahmu bibirku kelu…

bagaimana harus kuluahkan kejujuran atas rasa cinta dan rinduku

hasratku ingin membangun mahligai indah diatas titian ikrar…

rasaku inginkan kedamaian bersamamu…

rakit kecilku ingin bersandar disatu dermaga

dermaga nan asri tempat menambatkan penat jiwa dan hasrat hati

tak jemu kuberharap pada angin keikhlasan tuk mengiring rakitku bertemu dengan dermagamu..

seandainya rasaku ini sama dengan rasamu…

keindahan cinta dan rindu ini lakarkan dengan kecup hangat dikeningku…

karena sebenarnya hanya satu lafadz yang ingin kuluahkan dihadapanmu

“Aku Mencintaimu”

kuingin miliki dirimu seutuhnya tanpa harus berbagi….

_Lembayung Kelam_

Kata-Kata


Puisi ini ditulis oleh pada
10 October 2008 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 2.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Aku terbang di udara mirip oksigen

Menunggu kau tangkap

Jarang berhasil kau merayu kemudian mengurung aku

Tapi aku menunggu kau cumbu sampai merona

Jangan kau lepas waktu kau dapat

Aku tak mungkin mati

Hanya beranak lagi

From Malacca to Seremban


Puisi ini ditulis oleh pada
17 July 2008 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (11 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

From Malacca to Seremban
remember the days when you took me all around town with your fathers car..
the time when i rubbed your shoulders after long driving..
took pictures all the time and everywhere,
although we had to borrow someone else camera.. lol

from Malacca to Seremban..
you were so cute even though I knew
that you were pretending asleep in the bus, every weekend..
spending so much fun with our education loans
together we travel a lot don’t we?

from Malacca to Seremban
we used to take care of each other so much..
i was there when you needed me the most,
cause you told me, that
love is all about sharing and caring the one that needs the most..

from Malacca to Seremban..
I never realized it till today,
the lost, that i got my own car to drive you all the time,
the lost, that i got my own salary
to take you out for a proper date
and watch midnight movie once awhile..

from Malacca to Seremban
when i just got my own kitchen to fill so you can make me breakfast
every morning remembering how you told me
that you will make me lunch and dinner too..
and how you told me, how you love to cook
what a wonderful days to come to have you, now..

from Malacca to Seremban..
till it was too little late
you are now living with someone new
cause i was broke and with only love to offer, yesteryears
but, yes, we did traveled a lot..

though it was just from Malacca to Seremban
just like our love
when so much is done
in such a short journey to last
that wasn’t lasted at all..

~God Bless.. I am happy for her~

Kiriman dari Nazaru [nazaru@....]

Lautan Kata


Puisi ini ditulis oleh pada
24 January 2008 dengan 5 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (42 votes, average: 3.79 out of 5)
Loading ... Loading ...

engkau adalah lautan aksara yang tak bisa kurangkai
dengan sederhana

engkau adalah lautan kata yang tak bisa kukata
dengan hati terbuka

engkau adalah lautan makna yang tak bisa kucerna
dengan sekali warna

engkau adakah lautan sunyi yang tak bisa kutembus
walau dengan rindu menghunus

engkau adalah lautan mimpi yang tak bisa kubeli
walau kugadai hati

engkau adalah lautan yang tak kumengerti