Tag: hening malam

Berkabar Dengan Sepasang Lampion


Puisi ini ditulis oleh pada
14 November 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Beku udara malam

dingin, kering dan semilir angin menyayat.

bagai tembang biduan yang telah beranjak sepi.

Sungguh malam ini terlalu santun untuk pejalan jalang,

lihatlah di sudut atap rumah di ujung tikungan

sepasang lampion melambai terdera angin malam

yang berdebu.

kelip-kelip cahaya di dalamnya ikut bergoyang

bagai lambaian tangan yang menyapa

setiap pejalan yang tiap malam melintas

tikungan jalan itu.

Lampion yang sepi, berkabar

tanpa kata berayun melambai.

kemudian sepi,

sepasang lampion berkabar

dari gadis manis penghuni rumah di tikungan jalan

kepada setiap pejalan yang melintas

kepada mereka yang ingat nama itu

“bunga kerinduan”

(Katjha/April 2009/Semarang)

Bintang Jatuh


Puisi ini ditulis oleh pada
1 July 2010 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

debur ombak pecah di buritan kapal
menggelegar memecah hening malam
hitam menyelubungi diri, gelap pekat
seakan mengundang bintang bertandang
menyodorkan petunjuk pada haluan kapal

percakapan tanpa kopi pun mengalir
sekedar berbagi kabar
menggulirkan sedikit harap
menyingkap rahasia hati

disini,
dimana percakapan tanpa gangguan teknologi terjadi
antara aku kamu kalian kita kami
ditingkahi tawa dan hening
sungguh kebersamaan yang langka

berbaring beratapkan langit penuh bintang
membisikkan ingin kepada bintang jatuh

wahai bintang,
tolong jaga mereka untukku
dalam matahari hujan dan gelap malam

malam penuh bintang di perairan nusa tenggara timur – dedicated to Sujana212, 7-13May2010

Dinny Hardiany [dinnyhardiany@....]

Merah & Biru


Puisi ini ditulis oleh pada
2 May 2009 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

.

Dia yang merah

Jahat menjilat penuh semangat

Angin bertiup, bangkit gejolaknya

Lancang nafasnya, panaslah udara

Tumbuhlah ia sebagai pemusnah

.

Dia yang biru

Lembut membelai hening malam sunyi

Angin berhembus, dia tegar menari

Kutembus dia, aku dimarahi

Menunggu nyawa tuk ia curi

.

Mei 2008

Waktu yg berlalu


Puisi ini ditulis oleh pada
4 June 2008 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku adalah daun yg gugur
dalam musim semi yg kau ciptakan
mengeringkan asa yg tercipta untuk masa
sedemikian hidup ku rancang
agar tak berserakan
seperti mimpi dalam hening malam
seperti doa yg tersusun rapi dalam ucap-ucap bibir
aku nyanyikan lagu ini
kau menarilah
sedemikian lagu ini aku dendangkan
dengan doa bulan purnama
dengan nafas sang pujangga
berserakan seperti bintang dihari ini
aku bersinar tak akan lelah
seperti mentari
kau teruslah berlari ditengah kerisauan
aku mananti dalam ribuan tahun jarum karat.

Malam Yang Mencintai Matahari


Puisi ini ditulis oleh pada
19 October 2007 dengan 1 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dulu aku adalah malam yang mencintai bulanDengan sepenuh jiwaCinta yang menghadirkan bintang-bintangTapi kini bulan menjelma menjadi matahariFajar pun menjadi dinding pemisahAku pun bertekad tuk mencintai matahariTapi malam yang takkan pernah bertemu matahariKini tinggal aku dengan gelap bintang-bintang pun meredupTanpa bulan digelapkuaku menharapkan bulanku kembali

Atau aku akan selamanya mencintai matahari??