Tag: hati

Sakit


Puisi ini ditulis oleh pada
30 July 2012 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

mengapa disaat kulewati jalan ini kuteringat bayangmu
kenangan yang indah saat kita bersama seakan hidup lagi
kutak kuasa menahan sesak yang sangat mendalam dihatiku
seandainya kau ada di sisiku pasti aku akan kuat tuk menghadapinya

malam yang kelam tanpa hadirnya rembulan dihadapanku
membuat luka ini semakin dalam dan kehampaan dalam hati
hati yang telah ditinggal oleh kekasihnya entah kemana
hati yang terus merenung dalam kesunyian dan sangat dingin

derasnya hujan yang turun menambah kepedihan hati ini
seakan alam menangis untukku yang telah ditinggalkannya
nyanyian hujan dimalam itu menambah perih rasa hatiku
kapankah berhenti semua penderitaaan ini ?????????

tetapi semakin lama kusadari siapakah aku ini
membuatku tegar tuk menghadapi semua ini
hanya mungkin aku tak bisa untuk sepenuhnya melupakanmu
tetapi aku akan berusaha untuk melakukannya

didalam heningnya malam yang hadir pada malam2 ku
kuterus berusaha untuk membiarkan bayangmu hilang
ditengah merdu nyanyian hujan dan sakitnya hatiku
kuterus berdoa agar kau bahagia dengannya

Batas Angan


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 2.67 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kau mentari pagi
Memberi harap dan kasih
Kasih ini murni
Bersemi indah di hati

Sadarkah dirimu
Kasih ini untukmu
Walau ku tak milikimu

Walau rasa tak terbalas
Namun kasih tak memilih

Aku adalah kekasihmu
Dalam khayalan indahku
Aku adalah pangeranmu
Dalam istana anganku

Ku inginkanmu
Ku cintaimu
Melebihi batas anganku

Belai embun pagi
Beriku dingin dan sepi
Bagai hati ini
Membeku di dalam sunyi

Sadarkah dirimu
Sakit ini darimu
Karena dia telah milikimu

Walau perih tak terperi
Namun cinta tak mendendam

Aku adalah nahkodamu
Dalam samudera mimpiku
Aku adalah mentarimu
Dalam dunia fantasiku

Ku mendambamu
Ku memujamu
Melampaui batas anganku

Cinta berakarkan hati
Menjalar tiada henti
Hingga temukan cinta sejati
Berbunga hingga akhirnya mati

By: Maggothz MoronChay

Jiwa Yang Rentan


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Luka hati belum tertutupi
Tangis diri menipu mimpi
Rasakan dan coba tuk resapi
Cinta dalam belenggu sepi

Soneta di dalam hati
Menjerat tangis lirih
Dalam lantunan memekik iri

Membara cinta dalam fantasi
Kucumbu si cantik ilusi
Membakar jiwa dalam imaji
Kukubur dibalik jeruji

Bias cinta menembus jiwa
Warnai jiwa yang kian riskan
Senja melayang diatas awan
Mencari cinta tuk menghamba

Galau hati belum terobati
Sirna asa bagaikan mati
Meracuni jiwa tanpa henti
Perih rasa mencengkram hati

Soneta di malam hari
Terjerat desir mimpi
Dalam lamunan mencekik diri

Biar cinta merenggut jiwa
Nodai jiwa yang kian rentan
Senja menghilang ditelan malam
Mencuri cinta dan menghilang

By: Maggothz MoronChay

Ujung Tiang Mimpiku


Puisi ini ditulis oleh pada
3 October 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.29 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sepi kurasa melebur hati
Rindu kurasa membalut imaji
Tertawa melihatku sendiri
Keheningan iringi langkah diri

Ku menangis dalam tawaku
Ku tertawa dalam tangisku
Terisak-isak mencari hatimu
Terbahak-bahak temukan kasihmu

Kerinduan yang tak pernah berujung
Membimbingku ke ujung tiang mimpiku
Menghujamku dan tinggalkan luka pilu
Dengan parangnya penggal bahagiaku

Luka hati yang tak terobati
Terasa perih dan mengoyak diri
Jerit hati bak lautan tangis
Mengejekku dengan pandangan miris

Ku bermimpi dalam sadarku
Ku tersadar dalam mimpiku
Dalam mimpi ku mengejar kasihmu
Ketika kusadar dapatkan bencimu

Kerinduan yang tak pernah berujung
Menyeretku ke ujung tiang mimpiku
Membelenggu dan tinggalkan luka baru
Dengan parangnya renggut harapanku

By: Maggothz MoronChay

Pohon pohon membisu


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2011 dengan 4 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (48 votes, average: 3.96 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pohon pohon membisu
Pena kertas pun membisu
Kasih, ku selalu merindumu
rasa kesepian samar membayang seribu

Deru angin semakin
Laraku bak gerimis itu
membasahi memenuhi tiap dahan dan daun daun

Rindumu Sesaat


Puisi ini ditulis oleh pada
3 June 2011 dengan 11 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (64 votes, average: 3.78 out of 5)
Loading ... Loading ...

Kebisuan ini menjadi naif seraya pasrah seperti alang..
kurasakan bidadari hati yang kelabu, menahan lirih seribu rindu..
jantung memang berdebar cepat, membuatku tak terkendali.. suara itu menusuk tepat di sanubari, terus berirama tiada henti..
ah, tapi aku tersadar ini hanya seperti bunga, bunga yang terlupa..
siapa yang tau? ini hanya dusta belaka, hanya aku terlalu meminta,.
so, bidadari hatiku yang kelabu terbanglah dengan sayapmu yang terbakar, kulepas harapku, kubuang jauh untuk melupakanmu..
aku tau, rindumu untukku hanya sesaat..

Bagimu Aku Lidah Tak Berludah


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 2 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (27 votes, average: 4.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

ku jamah tabir yang tersirat di ubun, terpecah hening berkarat biru..

kurobek sisa kisah yg berlalu, terbesit hati saat teriris..

kutanya api yg membara, terpaksakan naluri meramah hati..

kugenggam angin yang mendesir, kupatahkan semua tentangmu..

kutemui akhirnya kisah ini ..

” ketika aku bagimu, ketika aku untukmu.. bagai lidah tak berludah bersua lemah semu merindu..

memang sejenak menyentuh kalbu, sedetik bertapak pilu, rayu membelenggu tetap saja remukan dada..

bahkan ketika lelap berkerumun datang lalu pergi biarkan saja sepi tetap abadi..

hanya sadari mata berkaca, tidak perduli pun aku sanggup.. hanya menunggu kau sakiti ternyata arang tak lagi hitam..

sampai tiba kabut hinggap meresap tubuh, layu pilu karena tak tau aku yang selalu seperti bagimu, dan cerita ini tetap seperti itu.. ”

lama waktu.. mencari hati yg terbagi, terhempaskan deru ombak membelai belahan jiwa, yg telah lama hilang..

Bila Berondong Merindukan Bulan


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (17 votes, average: 3.94 out of 5)
Loading ... Loading ...

Modal wajah kuat matang

Jalan gagah kumpul pandang

Tegap rapi dari rambut sampai ujung kaki

Emang ujung kaki gak keliatan sih

Tapi yang penting rapi

Itu modal untuk berburu hati

Eh hati bukan sembarang hati

Tapi milik bidadari

Kalo mau tinggal nyari

 

Buka gudang tempat parkiran

Motor gede sudah jadi keharusan

Greng suara lantang

Mana tahan cewek pasti langsung sayang

Jaket kulit bumbu parfum

Biar panas jalan waktu siang

Jangan salah keringat itu menantang

Bila nanti cewek datang

Bukan lancang pasti terangsang

 

Dunia sempit dengan laju ini

Sisi lain dunia sang bidadari menanti

Cantik pasti sexy nanti dulu

Sebuah status yang menampang

Itulah yang terpenting

Tak mau indah bagai gunung krakatau

Kalau sudah pecah lubang kawah

Masa depan jadi susah

Milik siapa jatuhnya buah

Malas sudah bertanya-tanya

 

Tapi kini biar kini

Jalan di depan biar dinikmati

Sang bidadari adalah milik diri

Sang brondong kualitas tinggi

Benar sang bijak waktu tak tahan lagi

Mana tahan bila ia tak digubris lagi

Nilai kebebasan dirasa tinggi

Tambah mateng buah menjadi

Perbandingan waktu mah masalah nanti

Berpeluk sudah mereka di atas tenaga kuda

Dengan suara lantang

Menantang gelap malam bintang

Melaju pada suatu kemenangan

Sungguh anak muda zaman sekarang

Mana tahu apa yang ada di layar belakang

Biarlah yang penting senang

Gelang Janji…


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 0 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (24 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

aku tahu mencintaimu menyiksa diri

aku sadar merindukanmu mengiris hati

aku pun mengerti melupakanmu meluka jiwa

tapi aku yakin ada cinta yang tumbuh diatas tandus padang hati, meski kadang saling mengingkari

aku tak akan lagi mempertanyakan cintamu

biarlah kenangan berlabuh disamudra bisu

biarkan saja pintu hati mengatup bersama waktu menggulung sepi

kuharus bisa merelakan keputusanmu

karena itu bahagiamu

gejolak hati kini tak lagi meletup untukmu

kerinduan memuncak dititik jauh

aku tak bisa lagi bernyanyi disemenanjung

karena gelang janjimu masih merantai nafasku

berbahagialah kasih…
sebelum aku bahagia

itu pangkal dari tujuan hidupku

sempurnakan mimpimu cinta…
sebelum aku memulai lagi menata mimpi…

‘hatiku ada jelaga bergayut’

Serpihan Cinta…


Puisi ini ditulis oleh pada
2 June 2011 dengan 3 Komentar
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (19 votes, average: 3.47 out of 5)
Loading ... Loading ...

Akankah terbalut rasa yang membelit dihatiku ini

setelah kau kucinta dengan segala keluhan hati

kuukir pula namamu dikedalaman rasa dan kupendam dipalung sukma

meski ingin aku menjerit

meski ingin aku meronta dan muntahkan semua rasa yang ada

namun semakin berat beban hingga kumerasa kian tersiksa

telah berlalu pergi arti cinta sejati

akankah kubisa menemukan kembali pelita hati dengan berbekal segumpal perih

meski sulit langkah kupadukan namun kuakan tetap melangkah sembari menyeret kisah kenangan

bias mentari tertutup awan kelabu

menyelimuti dingin hatiku, memeluk gambaran cinta yang pernah ada

inilah secuil dari serpihan perjalanan cintaku.

_ayung N alee_