Tag: dia

Bahagia Pada Akhir Cerita


Puisi ini ditulis oleh pada
20 August 2011 dengan 1 Komentar

Semua berawal dari sebuah frasa Ketika sebuah canda mengukir senyum Frasa itu datang menulis sebuah cerita Yang mengalir dalam sungai kehidupan Tak banyak berjudul namun entah bermakna Frasa itu datang dari beda Bila aku pria maka dia wanita Sungguh pertama takutku menyakiti Seakan langkahku menghantui Dirinya yang selalu saja ada Senyumnya yang selalu mempesona Frasa [...]

Continue Reading

“RINDU”


Puisi ini ditulis oleh pada
11 May 2011 dengan 1 Komentar

Rindu ini datang dengan perlahan Dia bertandang disaat malam yg beku Dia menjelma pada mimpi mimpi yg menyakitkan Dia berbisik, berkata, lalu berteriak tentang kenyataan Dia hantui tiap kesendirian Rindu ini datang semakin nyata Dia membawa seribu khayalan kosong Lantas dia ejekkan apa yang ada …..MENYAKITKAN…!!! Eko Nuryadi Bumi Allah -Surabaya 16 februari 1991

Continue Reading

Rintihan Kerinduan


Puisi ini ditulis oleh pada
9 April 2011 dengan 1 Komentar

Disini tempat kuperpijak dan menari-nari adalah tempat terindah bagi mereka semua tapi tidak bagiku tidak bagiku yang telah kehilangan separuh dari jiwaku semua seperti gula yang tak terasa manisnya dan air yang tak menghilangkan rasa haus hidupku seakan tiada makna hanyalah sebuah presepsi orang jika aku bahagia dengan berbagai gemerlap harta namun sepi dalam batin [...]

Continue Reading

sepenggal untuk sejumput bunga rumput


Puisi ini ditulis oleh pada
5 April 2011 dengan 2 Komentar

saat masih benih aku tak tahu dia ada saat masih kecil aku tak mengindahkannya saat sudah mulai merekah aku berpura-pura mengamatinya tapi aku tak tahu mengapa aku menangis saat dia mati……. From: mirsabayu [mirsabayu@xxx]

Continue Reading

Bingkai Malam


Puisi ini ditulis oleh pada
19 March 2011 dengan 1 Komentar

Untukmu aku bertanya. Tentang relung itu, relung malam di pelupuk mentari. Betapa aku berkali-kali hanyut melodi senjamu. Untukmu juga, lihat pundak itu pundak retak bingkai malam. Betapa retaknya membuat relungku terjungkal. Untukmu, di bingkai malam ini rembulan bergurau. Dia kata tetes permatamu biru. Biru, benar, layaknya tiraimu, Tirai hatimu membiru terhempas rembulan. Andai engkau tahu. [...]

Continue Reading

Antara Aku, Dia dan Lagu “Remang-remang”


Puisi ini ditulis oleh pada
2 March 2011 dengan 0 Komentar

*)Jalanan, sebuah tepian pantai utara jawa   Senja beralih malam, namun waktu yang beranjak lambat menunda keremangan bersaput pekat bersama lampu-lampu merkuri pinggiran jalan pantai gelap, kelap-kelip lampu kapal dan rumah-rumah tepian pantai. bersanding; gelap hitam  remang-remang.   *) Trotoar pinggiran pantai   Aku dan Dia tenggelam dalam remang senja beranjak malam tenggelam dalam riuh [...]

Continue Reading

Kereta Senja Kedua…


Puisi ini ditulis oleh pada
26 December 2010 dengan 0 Komentar

Naluri tengadah… ada bening disudut mata terjatuh dan pecah… Seraut wajah pucat, membawa raga berjalan tergesa… Ada gerih disudut hati.. Seiring nyanyian angin gersang yang menawarkan kidung kerontang… Dia berdiri diatas trotoar tua… menantikan kereta senja yang dulu membawa kekasih pujaan hatinya mengembara… Tiada sungging disudut bibir.. hanya gumam lirih Sembari menghitung bait-bait datang dan [...]

Continue Reading

Duka Yatim-Piatu…


Puisi ini ditulis oleh pada
17 November 2010 dengan 1 Komentar

sejak dia terlahir kedunia hidup yang ditahu hanyalah seonggok penderitaan juga kesepian yang selalu menemani hati, tiada mengenal cinta, kasih dan sayang dari ayah dan bunda yang mengukir jiwa nasib yang malang dialaminya dikucilkan dari pergaulan karib sebaya diibarat sudahlah jatuh masih tertimpa tangga siapa kini merasa iba dari jiwanya yang gersang… tiada seorangpun mendekat [...]

Continue Reading

antara dia dan kata “kembali”


Puisi ini ditulis oleh pada
23 July 2010 dengan 2 Komentar

Sebahagian waktuku hilang, ini benar benar menghilang… ntah di mana,tapi aku mencoba untuk tenang.. tenang,dan tenang ,sampai suatu saat dia datang.. bukan sebagai bintang ,yang menyentuh ku dengan begitu terang.. juga bukan bulan ,yang melihatku dengan sangat benderang… dia hanya menyapa,tapi itu terlihat tak biasa. Dan Aku juga mencoba menyapa dia, tapi itu yang tak [...]

Continue Reading

Sisi Jiwa Yang Tak Pernah Pupus


Puisi ini ditulis oleh pada
5 July 2010 dengan 0 Komentar

Merana ku di penghujung akal ku Lemah tak diasah dan seketika hilang tak berbisik Sunyi ini menyenandungkan perih Perih akan jiwa yg terlupa Sebuah tokoh yg hidup tanpa peran Sebuah jiwa yg limbung dan tak mapan Jiwa yg rindu akan warna langit Jiwa yg rindu akan warna hidup Gemerisik sajak sesekali membangunkan benak Tak banyak [...]

Continue Reading